12 Maret 2026
Dialog Antara Matthieu Blazy dan Gabrielle Chanel Dasari Koleksi Musim Gugur/Dingin 2026 dari Chanel
Sebuah metafora yang pernah diungkapkan Gabrielle Chanel adalah inti dari koleksi Musim Gugur/Dingin 2026 yang terbaru dari rumah mode senamanya: “Fashion adalah ulat dan kupu-kupu. Jadilah ulat di siang hari dan kupu-kupu di malam hari. Tidak ada yang lebih nyaman dari ulat dan tidak ada yang lebih indah dari kupu-kupu. Kita membutuhkan gaun-gaun yang ‘melata’ dan gaun-gaun yang ‘terbang’.” Dibawah arahan Matthieu Blazy, koleksi ini meneliti dualisme yang terkandung dalam metafora tadi, sebuah perjalanan mencari keseimbangan antara fungsi dan fantasi.
“Chanel adalah paradoks,” ujar Blazy, “Chanel adalah fungsi, Chanel adalah fiksi. Chanel praktis. Chanel menggoda. Chanel adalah siang. Chanel adalah malam. Ia merepresentasikan kebebasan untuk memilih antara ulat dan kupu-kupu kapan pun yang kita mau.” baginya, peran Chanel bukanlah untuk mendefinisikan seorang perempuan, melainkan memberikan kebebasan untuk menjadi siapapun yang ia inginkan.

Koleksi Musim Gugur/Dingin 2026 mengilas balik bagaimana Gabrielle Chanel mengubah cara berpakaian untuk perempuan pada zamannya dulu. Revolusi yang ia cetuskan dengan meminjam elemen-elemen dari pakaian laki-laki dan pakaian kerja, mengubah pakaian sehari-hari menjadi sesuatu yang refined sekaligus praktis dengan keanggunan istimewa yang didapat dari sisi fantasi yang tetap ia pertahankan. Blazy melanjutkan ‘percakapan’ ini dengan kreasi busana yang mereferensi beberapa dekade. Siluetnya berpindah dari tahun ‘20-an, ‘30-an, ‘50-an, dan ‘60-an sebelum kembali pada masa kini. Estetikanya rileks, kemeja dikenakan dengan gaya longgar tanpa dimasukkan, garis-garis tailoring lebih ringan–sebuah koleksi berisi jajaran tampilan yang secara keseluruhan menghadirkan perasaan tenang, santai, penuh keyakinan diri.
Jantung hati koleksi terbaru ini adalah setelan Chanel yang khas. Lama dianggap sebagai kreasi busana yang paling identik dengan nama rumah mode ini, the Chanel suit kali ini ditafsirkan menjadi beragam inkarnasi. Material bouclé tweed yang menjadi tradisi Chanel tetap bertahan sebagai elemen kunci, bersanding dengan ribbed knit serta bahan-bahan yang mengombinasikan serat alami dengan material teknis misalnya lurex atau silikon. Setelan suit pun menjadi kerangka berbusana yang fleksibel, bukan ‘seragam’ yang kaku.
Eksplorasi material tweed oleh Blazy diperdalam dengan kehadiran, misalnya, sebuah work shirt yang dibuat dengan bahan bouclé tweed dan blouson berbahan pressed tweed yang terinspirasi siluet maskulin. Bahan tweed juga dipadukan dengan silk jersey yang mereferensi gaya santai 1920-an, lantas melembutkan struktur materialnya. Suit rajut atau berpayet juga turut hadir, didesain untuk mempertahankan kepekatan visual dari tweed tradisional dalam pergerakan yang ringan dan lembut.

Deretan tampilan yang melenggang di runway perlahan bertransisi ke busana malam hari. Pilihan material lebih halus dan berkilau, dengan siluet yang lebih streamlined. Mantel dan gaun-gaun tampil dengan potongan panjang melambai namun tetap dengan garis desain simpel selaras dengan identitas Chanel. Perhiasan hadir dalam bentuk enamel dan resin dengan warna yang kaya, bersamaan dengan perhiasan mother-of-pearl yang telah melalui proses tinting untuk menciptakan efek yang lebih bercahaya. Sepatu bot kulit dalam warna pastel memeluk kaki dengan siluet fitted, memperkuat garis-garis ramping busana dalam koleksi ini.

Deretan kreasi tas tampak menyeimbangkan kepraktisan dan kreativitas. Sebuah tas cokelat berstruktur menghadirkan tampilan new classic, sementara tas tangan berbahan kulit eksotis dalam warna lavender berikan ide ladylike yang segar. Untuk yang lebih eksperimental, ada pun tas kinetic lock, minaudière berbentuk buah delima, serta tas flap mungil beraksen bunga enamel yang menggambarkan suasana danau nan indah.

Koleksi Musim Gugur/Dingin 2026 yang berjudul La Conversation: Part Two ini memantapkan bahasa visual Chanel dibawah arahan Blazy sebagai Artistic Director, sekaligus merupakan lanjutan dari dialog antara Gabrielle Chanel dan Matthieu Blazy, menyoroti apa yang selalu mendefinisikan Chanel: bahwa ia tidak terpaku pada satu identitas tunggal. Sebaliknya, ia memberi ruang untuk kontras. Praktis namun ekspresif, terstruktur namun cair. Ulat dan kupu-kupu, berdampingan.