FASHION

10 Juni 2026

Menyingkap Misteri Hilangnya Kuda-Kuda Hermès di Mystery at the Grooms’ di Seoul


PHOTOGRAPHY BY HERMÈS

Menyingkap Misteri Hilangnya Kuda-Kuda Hermès di Mystery at the Grooms’ di Seoul

Hermès kehilangan kuda-kuda mereka! Menggemparkan bukan rasanya untuk mendengar kabar tersebut, terlebih ketika mengingat rumah mode satu ini begitu dikenal lewat ikon kuda miliknya. Untuk menemukan kembali kuda-kuda mereka yang bersembunyi dengan lihainya, rumah mode asal Paris ini pun mengundang para pengunjung untuk berpartisipasi dalam sebuah permainan detektif untuk menemukan petunjuk dan memecahkan sejumlah teka-teki. Bertajuk Mystery at the Grooms’, pengalaman interaktif dan playful ini turut menyoroti keenambelas métiers miliknya yang seluruhnya terhubung oleh satu benang merah: ikon kuda khas Hermès.

“Bermain berarti menghabiskan waktu bersama. Bermain adalah gerakan, kebebasan, imajinasi, fantasi, keringanan... dan kuda adalah teman pertama kita di taman bermain kreasi,” ujar Pierre-Alexis Dumas selaku Direktur Artistik Hermès.


The Refectory.


The Head of Groom's Office.

Dihelat secara teatrikal di Dongdaemun Design Plaza (DDP) di kota Seoul, Korea Selatan, para pengunjung pun dengan segera ‘dipindahkan’ oleh Hermès ke sebuah kediaman misterius di mana para groom—penjaga kuda dan ambasador historis rumah mode tersebut—tinggal bersama sahabat-sahabat berkaki empat mereka. Mula-mula, para pengunjung dikumpulkan di Court of Honour, sebuah balai pertemuan di mana kehadiran mereka disambut oleh seorang groom. Suasana berubah menjadi genting ketika seorang groom lagi datang berlarian dan mengabarkan bahwa kuda-kuda mereka telah hilang. Di tengah kepanikan tersebut, dering telepon pun terdengar; menginstruksikan para pengunjung untuk menyelesaikan sejumlah teka-teki dan menemukan kembali kuda-kuda Hermès yang hilang.

Lewat sebuah tautan yang dibagikan sebelum memasuki Court of Honour, para pengunjung dipandu lewat smartphone masing-masing untuk menyusuri pelosok kediaman misterius tersebut yang dibagi ke dalam enam ruangan: Refectory, Stockroom, Pantry, Head Groom’s Office, Laundry, dan Dormitory. Di masing-masing ruangan, para pengunjung diajak untuk mencari petunjuk, memecahkan teka-teki dan menemukan lima ekor kuda yang tersembunyi.


The Pantry.

The Stockroom.

Ruangan pertama yang dapat ditelusuri adalah Refectory Room, sebuah ruang santap malam megah yang menampilkan meja makan panjang serta kursi-kursi warna-warni, lengkap dengan piranti makan tertata rapi. Para pengunjung pun berkeliling dengan perlahan, memastikan diri untuk tidak melewati petunjuk sekecil apapun. Tiba-tiba saja, seekor kuda bernama Sapphire memunculkan dirinya dalam rupa penahan kertas Samarcande dari balik tutup tudung saji. Sementara itu, tiga ekor kuda lainnya, Clip-Clop, Pomelo, dan Esperanza, bersembunyi di dalam motif selendang-selendang sutra khas Hermès.

Begitu pula di ruangan-ruangan berikutnya. Seiring para pemain bergegas mencari ke sana ke mari untuk menemukan setiap kuda yang bersembunyi, suara detektif berkuda terkenal, Mr. Honoré, yang kebetulan memiliki nama yang sama dengan nama jalan di Paris tempat toko asli Hermès berada, membimbing mereka dari kejauhan. Lewat sejumlah instruksi dan permainan teka-teki, para pengunjung pun memutar otak untuk menemukan lima ekor kuda di tiap ruangan.

The Laundry.


The Dormitory.

Entah itu Muse dan Star, yang bersembunyi di antara peti-peti kayu di Stockroom; Snow, yang mungkin mengintip dari balik wortel raksasa di tumpukan jerami di Pantry; Cabbage, yang bersembunyi di balik brankas Head Groom’s Office; Calypso, yang berkamuflase di antara gantungan kemeja-kemeja putih di Laundry; ataupun Jewel, yang mungkin meringkuk di bawah selimut Cheval Talaria di Dormitory, kuda-kuda nakal ini tidak kekurangan tempat bersembunyi di keenam ruangan kediaman para groom.

Tak terasa, enam puluh menit telah berlalu, dan para groom mengajak para pengunjung kembali ke Court of Honour. Keduanya mengumumkan bahwa permainan detektif ini telah berakhir. Rupanya, permainan detektif ini disusun oleh Mr. Honoré dengan Pegasus, sosok kuda kesayangan Hermès yang begitu ikonis. Pegasus merasa bahwa manusia tak mungkin mampu menjadi detektif yang baik. Namun lewat permainan Mystery at the Grooms’, Mr. Honoré membuktikan kepadanya bahwa dengan sedikit panduan dan menajamkan kelima indera, para pengunjung yang hadir dapat menemukan kuda-kuda yang bersembunyi dan bahkan layak menjadi magang di agensi detektif miliknya. Di tengah suasana riuh dan euforia penuh keseruan, para pengunjung pun saling membagikan hasil penemuan mereka dan bertukar pengalaman yang tentunya tak mudah untuk dilupakan.