9 Maret 2022
Penghormatan Chanel Pada Materi Tweed Lewat Koleksi Musim Gugur/Dingin 2022/23
Anda para pencinta mode tentu tahu betul bahwa materi tweed begitu sinonim dengan rumah mode Chanel. Lewat rancangan skirt suit, jaket, celana panjang, pada jinjingan maupun alas kaki, tak mungkin rasanya untuk tak melihat materi khusus tersebut di tiap koleksi Chanel, apapun musimnya. Kemarin, materi tersebut pun menjadi kunci helatan show terbaru Chanel untuk musim gugur/dingin 2022/23. Tak hanya dipergunakan pada hampir tiap tampilan yang dipersembahkan, materi tersebut turut menjadi melapisi seluruh area presentasi hari itu yang beralamat di Grand Éphémère.
“Mendevosikan seluruh koleksi tersebut dengan mempergunakan materi tweed adalah sebuah tribut,” ujar sang Direktur Kreatif Chanel, Virginie Viard. “Kami mengikut jejak Gabrielle Chanel di sepanjang Sungai Tweed—sebuah sungai yang berada di perbatasan Inggris dan Skotlandia—untuk membayangkan beragam materi tweed dalam warna-wanra lanskap ini.” Sejumlah bebungaan yang tumbuh di sekitar sungai tersebut—baik yang berwarna merah jambu hingga dalam rona unggu—turut menginspirasi palet warna koleksi kali ini. “Inilah yang akan Gabrielle Chanel lakukan ketika berjalan menyusuri pedesaan Skotlandia: ia akan mengumpulkan dedaunan dan buket bunga untuk mengilhami para artisan lokal akan warna-warna yang ia inginkan.”
Lalu ada pula kisah asmaranya dengan Duke of Westminster yang turut berandil besar dalam penciptaan tweed suit pertama Chanel. Konon, Gabrielle Chanel yang gemar berkuda bersama Duke of Westminster, begitu mengagumi busana berkuda sang kekasih yang terbuat dari materi tweed. Sang desainer pun menginginkannya untuk dirinya sendiri dalam versi yang lebih feminin. Ia pun mengkreasikannya untuk para perempuan lewat rancangan tweed suit miliknya yang kini menyandang titel ikon. “Tak ada yang lebih seksi dari mengenakan busana milik orang yang Anda cintai,” ujar Virginie Viard. “Tentunya, saya terpukau dengan gestur kontemporer ini. Dan Chanel lah yang membuat tweed mejadi feminin.”
Kini di tahun 2022, Virginie Viard kembali menyelami sejarah tersebut. Untuk koleksi musim gugur/dingin 2022/23, beragam jaket tweed dihadirkan dalam berbagai pilihan warna psychedelic, beberapa di antaranya bersiluet sedikit maskulin atau oversized dan dipadankan dengan celana beledu atau rok ketat yang dipakai bersama kaus kaki panjang dan sepatu pumps berujung runcing. Pasangan sepatu bot karet turut dihadirkan Virginie Viard untuk melengkapi penampilan berkuda para perempuan Chanel, tanpa lupa mempertimbangkan medan berkuda di Skotlandia yang cenderung lebih basah.
“Saya juga memikirkan tentang Inggris di tahun 1960-an, dan sampul piringan hitam warna-warni,” ujar Virginie Viard. Memungkinkan kombinasi warna dan bahan tak terbatas, tweed menjadi kode abadi rumah mode Chanel. “Saya suka sekali mengerjakannya, saya tak bisa hidup tanpanya di Chanel,” tutupnya.
Matthieu Blazy Kembali Memukau Dunia Mode Lewat Koleksi Adibusana Chanel Perdananya untuk Musim Semi/Panas 2026 di Grand Palais, Paris
Pharrell Williams Ungkap Makna ‘Timeless Luxury’ Lewat Koleksi Busana Laki-Laki Louis Vuitton untuk Musim Gugur/Dingin 2026
Prada Menggagas Evolusi Busana dengan Komposisi Elemen yang Familier Lewat Koleksi Busana Laki-Lakinya untuk Musim Gugur/Dingin 2026



















