FASHION

6 Agustus 2026

Pra-Koleksi Chanel untuk Musim Gugur/Dingin 2026 Hadirkan Reinterpretasi Anggun Busana Esensial yang Diciptakan untuk Menemani Setiap Momen Sepanjang Hari


PHOTOGRAPHY BY CHANEL

Pra-Koleksi Chanel untuk Musim Gugur/Dingin 2026 Hadirkan Reinterpretasi Anggun Busana Esensial yang Diciptakan untuk Menemani Setiap Momen Sepanjang Hari

Seiring berakhirnya musim panas, Chanel kembali mempersembahkan Pra-koleksi miliknya yang khusus dirancang untuk peralihan memasuki musim gugur/dingin 2026. Khusus didesain dengan membayangkan para perempuan aktif sebagai porosnya, Chanel kembali pada esensi berbusana, menafsirkan ulang bentuk-bentuk dasar sehelai pakaian serta kode-kode khas rumah mode asal Paris ini. Siluetnya menghadirkan sosok perempuan tangguh sehari-hari dan ikon sinema yang melangkah di jalanan Paris—tampil elegan dan penuh percaya diri—lewat gaun serta syal sutra berhiaskan motif pemandangan kota yang mengingatkan siapa pun pada adegan-adegan film.





Karakter bahan tekstil yang luwes tetap menjadi kunci utama, sementara potongan busana dan pembawaan pemakainya menciptakan keseimbangan antara nuansa feminin dan maskulin. Deretan busana formal yang rapi namun rileks menghadirkan kembali gaya berpakaian kantor dengan kesan santai yang terencana; setelan jas khas yang presisi kini tampil dengan potongan lebih longgar, dipadukan dengan rok berpotongan pinggul rendah, gaya tangan di dalam saku, serta ujung kemeja yang dibiarkan menjuntai bebas. Semangat jiwa muda mewarnai koleksi ini melalui potongan keliman yang lebih pendek, jaket pas badan berpotongan cropped, serta kerah beraksen ruffle. Motif bunga modern menghiasi gaun bersiluet rok lebar dan setelan piyama berbahan satin sutra, sementara motif bunga poppy hadir pada kemeja yang tampil serasi dengan anting-anting senada.





Kosakata sensori baru dipersembahkan Chanel lewat materi tweed super-ringan—baik yang minimalis hingga yang tampil penuh detail—serta bahan kulit lembus dan rajutan halus. Dan apa artinya membangun sebuah koleksi kapsul klasik tanpa kehadiran sepotong denim? Denim bertekstur quilted menyempurnakan setelan klasik jaket dan rok, bersanding dengan rok suede yang lentur, corduroy dua warna dengan nuansa tweed, serta elemen patchwork, rajutan, dan shearling.





Siluet-siluet busana yang terinspirasi dari busana laki-laki dalam pilihan materi denim, kulit, dan sutra, dikembangkan dengan semangat trompe l’oeil. Tiap helainya dinamis dan dirancang dengan mempertimbangkan gerakan sang pemakai, mempriortitaskan kenyamanan dan kemudahan saat dikenakan. Elemen keserbagunaan ini kian diperkuat dengan palet warna abadi layaknya hitam, navy, beige, denim, dan kelabu. Tak lupa, percikan warna yang tersaturasi menjadi kejutan manis tersendiri. 





Musim demi musim, koleksi jinjingan Chanel kian menjadi buruan para perempuan—tak terkecuali para perempuan bekerja. Kini, ia dibayangkan ulang bagi mereka yang memiliki gaya hidup dinamis. Menampilkan beragam model dan bentuk—baik yang berdesain baru maupun yang klasik; dari bentuk tas hobo yang lembut, tas bucket serbaguna, hingga tas flap dalam ukuran mini.





Sementara itu, untuk menyempurnakan tampilan para perempuan ini, Chanel tetap setia pada permainan dua warna yang grafis pada deretan koleksi alas kakinya; mulai dari yang bertumit tinggi dan bertali dengan ujung persegi, pasangan loafer yang berimbuhkan logo double C, hingga sepatu slingback bergaya klasik.