CULTURE

12 April 2022

Menelusuri Paras Elegan Hunian Ivan Gunawan


Menelusuri Paras Elegan Hunian Ivan Gunawan

Memaknai rumah sebagai saksi bisu perjalanan hidup adalah esensi yang terkadang terlupakan. Tak hanya itu, rumah merupakan zona di mana kita merasa paling nyaman untuk menjadi diri sendiri. Tempat semua orang diterima dengan hangat. Karena itulah desain dan arsitektur bertugas menyuarakan jiwa pemiliknya hingga rasa senang itu senantiasa tercipta setiap kaki melangkah memasuki rumah. Tahun 2020 silam, persis ketika momen perayaan ulang tahun, Ivan Gunawan punya cita-cita. Ia ingin memiliki rumah yang segala sesuatunya mencerminkan karakter pribadinya. “Dari dulu saya selalu ingin memiliki hunian yang didominasi warna hitam dan putih. Proses pencarian rumah ini tidak gampang. Ada sekitar 15 rumah yang sudah saya datangi dan beberapa saya rasa belum sesuai. Ada yang terasa tidak pas dari bentuk bangunan, ada juga yang kurang cocok dari segi lokasi. Sampai akhirnya saya menemukan rumah ini dan langsung jatuh hati,” kisah Ivan Gunawan.

Nuansa baru dihadirkan melalui renovasi bangunan lama dengan tata ruang yang lebih modern guna mewujudkan impian Ivan yang mendambakan rupa masa kini yang menyegarkan. Sebuah hunian yang menggambarkan karakter sang pemilik sejak awal di pintu masuk dan fasadnya. Bergaya klasik bak rumah-rumah Amerika di awal 1990-an, rona hitam dan putih menyapu wajah hunian di kawasan Tangerang Selatan ini. Sapuan kedua warna ini menyisipkan esensi modern pada nuansa klasik sekaligus ‘meringankan’ kesan rumit yang sering kali menempel pada citra gaya klasik. Memasuki rumah, sebuah foyer menyambut dengan lugas dalam dominasi warna monokromatis. Menyibak area lebih dalam pada hunian, ruang tamu tampil anggun bersama dominasi warna abu-abu. Semburat merah tua dan dekorasi berupa scarf terbingkai apik menimbulkan kesan dinamis.

Kesan eklektik di ruang tamu hadir lewat elemen-elemen dekorasi antik, handcrafted rug, sofa berukuran masif; yang mengkomplemen postur langit-langit bertekstur.
photography AGUS SANTOSO YANG
styling SIDKY MUHAMADSYAH

Perjalanan menikmati gubahan desain yang elegan terus tertuang termasuk pada ruang makan. Penggabungan ruang makan dan ruang tamu menghadirkan kesan seamless dengan pemandangan area kolam renang lewat pintu kaca berukuran masif yang tidak memisahkan kedua ruangan secara lugas. Kedua ruang ini amat memungkinkan menjadi wadah pertemuan dan acara-acara yang memiliki tamu dalam jumlah besar.

Apalagi jika mengingat rumah seluas 500m2 persegi ini dihuni oleh seorang desainer mode dan pebisnis Ivan Gunawan. “Waktu awal membeli dan merenovasi rumah ini, saya menyampaikan keinginan kepada Rumah Sabine, kontraktor interior, untuk membangun rumah yang nuansanya monokromatis dan bergaya klasik Amerika. Harus bergaya elegan, tapi juga mesti nyaman. Dan karena saya cukup sering menerima tamu di rumah dan teman-teman juga tidak jarang bertandang, maka saya menerapkan konsep open space agar suasananya lebih ‘cair’ tanpa sekat-sekat. Dari ruang tamu ini kita bisa leluasa memandang ke arah kolam renang dan teras belakang,” ungkapnya.

photography AGUS SANTOSO YANG

Hunian terbagi menjadi dua lantai di mana lantai satu digunakan untuk aktivitas yang sifatnya lebih sosial seperti menjamu tamu maupun kerabat. Sementara area lantai dua difokuskan sebagai ruang-ruang privat seperti kamar tidur. Meski tidak sepenuhnya mengusung konsep open space, namun alur antarruang dibuat tampil lebih bersahabat.

Tidak hanya warna, aplikasi detail pada interior seperti vas berukuran masif dan karpet bermotif geometris juga hadir memberi penguatan makna atas gagasan klasik modern. Padanan warna legam diperhalus oleh flooring berwarna cerah hingga mampu merefleksikan keindahan sebuah hunian. Menambah kesan personal, Ivan menghias rumah dengan karya seni berupa lukisan dan dekorasi pajangan yang diletakkan di living area.

Living room menyelipkan semburat warna atraktif pada beberapa elemen interior untuk menghadirkan kesan hidup dan jenaka.
photography AGUS SANTOSO YANG

Kehadiran elemen interior yang kontras ini seolah memberi jeda yang menyenangkan mata. Mencolok berbeda, tapi tetap tampil padu. “Saya suka sekali menata dan menaruh berbagai pernak-pernik karena sebetulnya saya kurang menyukai rumah yang ‘sepi’ dan minimalis. Jadi selain pajangan dan buku-buku, saya juga menghiasi dinding dengan beberapa lukisan yang dibuat oleh teman saya, Naufal Abshar,” cerita Ivan.

Keluar dari zona hitam putih, palet warna teduh dan bersahaja mendominasi area kamar tidur. Warna-warna netral yang tidak berlebihan teraplikasi secara merata ke seluruh bagian ruangan. Untuk menciptakan permainan suasana, padu-padan warna kayu pada deretan loose furniture, aksen pada bantal-bantal, dan rugs menjadi kunci penataan interiornya.

Tanpa banyak ornamen dan jumlah furnitur yang cukup sesuai fungsinya, memberi kesempatan bagi sang pemilik rumah untuk merehatkan raga. Seyogianya seluruh elemen desain di rumah ini seakan-akan bertekad meraih satu hal yang sama, yaitu well-being bagi penghuninya. “Berbagai aktivitas dan pekerjaan membuat saya menghabiskan banyak waktu di luar rumah. Dan impitan kesibukan sering kali membuat rasa ingin pulang menjadi jawaban untuk menutup hari. Sebab itu kamar tidur dikuasai oleh warna-warna kalem yang menenangkan. Buat saya, rumah menjadi tempat melabuhkan diri untuk meresapi segala kenyamanan yang ada di dalamnya,” tutup Ivan Gunawan.