FASHION

22 Juni 2026

23 Kreasi Jam Tangan Paling Impresif Di Ajang Watches and Wonders 2026


23 Kreasi Jam Tangan Paling Impresif Di Ajang Watches and Wonders 2026

photography by Norman Fideli for ELLE Indonesia January 2026; styling Ismelya Muntu

Perhelatan horologi paling bergengsi di dunia, Watches and Wonders kembali tergelar di Jenewa pada tanggal 14 hingga 20 April silam. Selama tujuh hari penuh, para penikmat dan kolektor penunjuk waktu berbagi keseruan mengeksplorasi rilisan anyar dari label-label jam terbarik dunia.

Tahun ini, Watches and Wonders mencapai terobosan baru dengan kehadiran 11 label baru meliputi Audemars Piguet, Behrens, Bianchet, B.R.M Chronographes, Charles Girardier, Corum, Credor, Favre Leuba, l’Epée 1839, March LA.B, dan Sinn Spezialuhren. Perluasan ini tentunya semakin memperkaya keragaman produk yang dipresentasikan dan menjadi pengalaman unik bagi semua pengunjung.

GARIS DESAIN ULTRA TIPIS

Patek Philippe: Golden Ellipse



Tahun ini, Patek Philippe memberparui Golden Ellipse terbarunya dengan warna hijau zaitun yang memukau dan case elips emas putih berukuran 31,1 x 35,6 mm. Tali kulitnya yang serasi, hijau zaitun mengilap dengan jahitan krem yang kontras dan gesper emas putih, menonjolkan garis-garis harmonis dan abadi dari seri ini. Di jantung jam tangan ini terdapat kaliber 240 otomatis: sebuah mesin jam ultra-tipis dengan mini-rotor emas 22K, yang memberikan profil case sangat ramping (5,9 mm); menjadikannya jam tangan tertipis dalam koleksi Patek Philippe saat ini.

Piaget: Altiplano Ultimate Concept Tourbillon



Piaget terus mendorong batas pembuatan jam tangan ultra-tipis dengan iterasi baru dari Altiplano Ultimate Concept Tourbillon. Referensi terbarunya (G0A51540) hadir dalam case 41,5mm yang dibuat dari campuran kobalt berwarna cokelat dengan aksen rose gold dan menampilkan batu tiger’s eye yang terintegrasi langsung ke sisi mesin jam. Case-nya yang hanya setebal 2 mm, mempertahankan karakteristik utama dari lini Altiplano Ultimate Concept, sambil tetap menampung mesin jam tourbillon manual—Kaliber 970P-UC dengan cadangan daya 40 jam.

Bvlgari: Octo Finissimo Ultra Tourbillon Platinum



Tahun ini, Bvlgari memperkenalkan interpretasi baru dari Octo Finissimo Ultra Tourbillon—sebuah pencapaian luar biasa dalam desain jam tangan, dengan ketebalan total hanya 1,85 mm. Terbuat dari bahan platinum, jam tangan ini diperkuat oleh aksen biru yang khas dan gelang yang menggabungkan hasil akhir satin-brushed dan polished, serta tetap menjadi jam flying tourbillon tertipis di dunia. Versi titaniumnya dianugerahi penghargaan di Grand Prix d’Horlogerie de Genève pada tahun 2025; sementara edisi platinumnya ini diluncurkan di tahun 2026 sebanyak 10 buah saja.

AKSENTUASI KALUNG

Piaget: Swinging Pebbles


Dikenal lewat kreasi-kreasi sautoir watches, Piaget kembali hadir lewat karya terbarunya, Swinging Pebbles. Tersedia dalam tiga variasi, mempergunakan materi tiger’s eye, verdite, dan pietersite; ketiga pendant watch ini dipahat dari satu batu utuh, sebelum dilubangi untuk memasukkan mesin jam, dan kemudian dihaluskan dengan bagian batu yang tersisa. Setiap liontin kemudian digantungkan pada rantai emas yang dipilin, sebagai penghormatan pada keahlian pengolahan emas dan rantai.

Chanel: Gabrielle Long Necklace


Hadir sebagai kreasi pahatan, kalung ini menggabungkan dua warna ikonis dari Chanel dan menampilkan sang pendiri rumah adibusana, Gabrielle Chanel, dalam pose ikonisnya. Pesona ini saja sudah mewujudkan esensi dari daya tarik dan semangat Mademoiselle. Kehalusan pengerjaan siluet pahatan emas ini, yang dipadukan dengan setelan tweed bertabur berlian, menjadi bukti keunggulan para perajin perhiasan dan jam tangan Chanel.

Hermès: Slim Pocket Roaaaaar!


Jam saku Hermès Slim d’Hermès Roaaaaar! hadir dengan desain yang berani, memadukan nuansa jenaka dengan keanggunan. Terinspirasi oleh energi liar di savana, penunjuk waktu istimewa ini menampilkan seekor singa yang mengaum, dihidupkan melalui teknik marquetry yang rumit. Dibalut dalam case emas putih 45 mm, penunjuk waktu ini ditenagai oleh mesin otomatis Hermès H1950 ultra-tipis, memastikan kepresisian yang seimbang dengan nilai artistiknya.

PESONA MAKSIMALISME

Audemars Piguet: Établisseurs Galets


Terinspirasi oleh bebatuan yang dihaluskan oleh air di Vallée de Joux, jam tangan Établisseurs Galets menerjemahkan bentuk-bentuk alami ini ke dalam jam tangan yang terbuat dari materi emas kuning. Dial jam oval dari batu alam tanpa penanda jam menonjolkan permukaan mineral sepenuhnya. Di dalam case berbentuk bebatuan berdetak Calibre 3098 yang digerakkan secara manual, sebuah mesin jam yang dirancang khusus untuk mengikuti siluet organik jam tangan tersebut.

Piaget: Sixtie


Piaget telah meluncurkan adaptasi High Jewellery baru dari koleksi Sixtie—menghadirkan kembali cuff watch legendaris tahun 1970-an menggunakan salah satu batu favorit Yves Piaget: opal. Opal tersebut dipasang di dalam bentuk trapesium khas Sixtie yang berlekuk lembut dan asimetris, diukir dengan tangan indah menggunakan sentuhan akhir Decor Palace yang sangat disukai Piaget.

Chanel: Noeud de Caméllia Embroidered Cuff Chanel


Tersedia secara terbatas sebanyak 20 buah, penunjuk waktu Noeud de Caméllia menghadirkan gelang kulit efek grosgrain yang disulam dengan payet hitam oleh Maison d’Art Lesage. Di tengahnya, sebuah bunga kamelia emas putih yang kelopaknya dihiasi berlian baguette menyembunyikan di bagian intinya sebuah dial jam yang dihiasi dengan berlian 0,70 karat.

Bvlgari: Serpenti Aeterna


Bvlgari melanjutkan metamorfosis Serpenti, ikonnya yang paling memikat, lewat kreasi Serpenti Aeterna terbaru. Seluruhnya bertatahkan komposisi batu permata berwarna-warni yang semarak, meliputi rubellite, amethyst, topaz, zamrud, citrine, safir, tanzanite, pink dan Paraíba tourmalline, tsavorite, dan peridot. Hadir dalam berbagai potongan dan ukuran—bulat, brilliant, princess, pear, dan oval—122 potong permata tersebut disusun dalam komposisi yang sekaligus mengejutkan dan tertata sempurna di atas gelang rose gold.

INOVASI IKONIS

Patek Philippe: Nautilus


Tahun 2026 menandai 50 tahun sejak Gérald Genta menciptakan jam tangan Nautilus untuk Patek Philippe. Momen penting ini tentu saja menjadi kesempatan sempurna bagi label asal Swiss tersebut untuk meluncurkan tiga seri anniversary-nya yang ultra-tipis. Dua varian emas putihnya memiliki case 41 mm, sedangkan case seri platinum hanya berukuran 38 mm. Layaknya ciri khas model Nautilus orisinalnya, Patek Philippe telah mempergunakan dial sunburst biru dengan garis horizontal. Kaliber 240 otomatis ultra-tipis buatan sendiri dengan cadangan daya 48 jam dan frekuensi keseimbangan 21.600 vph menggerakkan setiap versinya.

Cartier: Cartier Priveé Les Opus


Setiap tahun, Cartier Privé-Les Opus menawarkan interpretasi kontemporer dari bentuk yang ikonis dan eksklusif dari warisan pembuatan jam tangan Cartier. Tahun ini, untuk Opus kesepuluhnya, Cartier Privé merayakan tiga siluet jam paling ikonis dari edisi sebelumnya: Tank Normale, Tortue Chronographe Monopoussoir, dan Crash Squelette. Triptych luar biasa ini memberi penghormatan kepada materi platinum, bahan khas Cartier, yang kemudian dikombinasikan dengan warna burgundy ikonisnya. Batu rubi cabochon pada crown, tali kulit, dan detail burgundy wujudkan sebuah kesatuan yang kontras namun elegan.

Tudor: Tudor Monarch


Bertepatan dengan hari jadinya yang ke-100, Tudor merilis kembali penunjuk waktu Tudor Monarch. Jam tangan ini memiliki case berfaset halus dengan garis-garis tajam dan gelang yang serasi. Dial bergaya “Error-Proof” yang khas menggabungkan dua gaya angka yang berbeda: Romawi dari 10 hingga 2 dan Arab dari 4 hingga 8. Warna dan tekstur dial-nya mirip dengan papyrus, bahan kuno yang terbuat dari empulur olahan yang digunakan di seluruh Mesir. Sementara itu, Manufacture Calibre MT5662-2U menampilkan fungsi jam, menit, dan detik serta bersertifikasi METAS Master Chronometer. Fitur penting lainnya adalah cadangan daya Manufacture Calibre MT5662-2U mencapai 65 jam.

DESAIN BINGKAI TRANSPARAN

Chanel: J12 X-Ray Coco Game


Bak sebuah pemainan kontras, Chanel Watchmaking Creation Studio secara mahir menggabungkan kristal safir dengan emas putih, serta roda gigi dari gerakan Caliber 3.1 dengan berlian pada kreasi J12 X-Ray Coco Game. Di tengah J12, detail teknis dari Manufacture Caliber 3.1 yang komponennya tampak melayang di udara seperti gerakan misterius, menjadi jantung pergerakan mahakarya ini.

Crash Squelette Cartier: Crash Squelette


Diciptakan pada tahun 1967, jam tangan Crash kini diperbarui dengan bentuk skeleton baru. Mesin jam Manufacture 1967 MC dengan manual-winding telah dikembangkan secara khusus untuk selaras dengan garis-garis unik dari estetika baru ini, sehingga 142 komponennya dapat ditempatkan dalam case sekecil mungkin. Tersedia secara terbatas sebanyak 150 buah, jam edisi terbatas bernomor ini mencontohkan pencarian konstan Cartier akan harmonisasi antara kebebasan kreatif dan eksplorasi teknis.

L.U.C: Grand Strike


Menampilkan fungsi grande dan petite sonnerie, serta minute repeater yang disempurnakan oleh gong kristal safir milik label asal Swiss tersebut, konstruksi monoblok kaca jam tangan L.U.C Grand Strike menghasilkan suara dengan kedalaman dan kekayaan yang luar biasa. Bersertifikasi kronometer dan menyandang Poinçon de Genève yang bergengsi, desain kontemporer tanpa dial dari L.U.C Grand Strike menampilkan kaliber L.U.C 08.03-L dengan 686 komponen, menjadikannya jam tangan berdentang paling penting Chopard.

Hermès: H08 Squelette


Jam H08 kembali hadir dibingkai oleh case titanium satin-brushed berdiameter 39 mm. Garis dan roda gigi yang menghilang mengarahkan mata ke jantung kaliber titanium skeleton Hermès H1978 S yang baru. Komponen komponennya saling terkait dan tumpang tindih, mengundang pandangan untuk menjelajahi struktur waktu. Mempergunakan tali jam karet berstruktur dan berpola anyaman; pada versi biru dan hitamnya, penanda jam berwarna biru yang terbuat dari Super-LumiNova® memperkuat efek kontras tersebut.

EKSHIBISION IMPRESIF

Hermès Theatre


Bertepatan dengan peluncuran dial jam berdesain openwork dan mesin jam skeleton, Hermès menyulap stannya di Watches and Wonders menjadi sebuah teater. Arsitektur pergerakan muncul sebagai latar belakang, mengundang mata para pengungjung untuk menjelajahi permainan cahaya dan bayangan, melayang di antara transparansi dan kedalaman. Di panggung utamanya, siluet kuda secara bertahap muncul, bercampur dengan bentuk-bentuk geometris yang bergerak. Kuku, mata, dan kaki kuda, yang diukir oleh Gianpaolo Pagni untuk jam tangan Arceau Cavalier en formes, dapat terlihat melalui celah-celah tersebut.

Galaksi Van Cleef & Arpels


Selama lebih dari seabad, Van Cleef & Arpels telah mengejar impian untuk hidup selaras dengan kosmos. Terpesona oleh keindahan bintang dan langit, label perhiasan ini memberikan penghormatan kepada keajaiban surgawi melalui kreasi yang mengekspresikan seluruh cakupan keahliannya serta stan miliknya di perhelatan Watches and Wonders. Satu bagian menyoroti astronomi, sementara bagian lain alam, dan bagian lainnya lagi ke narasi yang berada di antara keduanya.

TAG Heuer Monaco


Produsen jam tangan mewah Swiss, TAG Heuer, kembali hadir di Watches and Wonders dengan stan baru yang berani untuk merayakan jam tangan ikonisnya, TAG Heuer Monaco, bersama dengan keahliannya dalam bidang kronograf. Inti dari presentasinya tahun ini adalah mesin TH80-00 yang baru, kaliber kronograf otomatis berkinerja tinggi yang dirancang untuk meningkatkan kepresisian, keefi siensian, dan daya tahan penunjuk waktu kronografnya.

IMBUHAN BERLIAN

Cartier: Myst De Cartier


Tahun ini, Cartier menghadirkan salah satu mahakaryanya yang berfokus pada perhiasan: Myst de Cartier. Bak sebuah pahatan untuk pergelangan tangan, Myst tidak memiliki pengait dan dirangkai dalam konstruksi seperti manik-manik dengan dial mungil berhiaskan 47 berlian snow-cut. Versi emas putihnya menampilkan 986 berlian potongan brilliant yang menakjubkan.

Hublot: Big Bang Impact One Million


Hublot sekali lagi mendorong batas-batas Haute Horlogerie dan High Jewellery dengan Big Bang Impact One Million. Lima ratus berlian (44,6 karat), dipotong dalam bentuk yang tidak konvensional, disusun dalam pusaran dinamis di sekitar central flying tourbillon, melambangkan daya tarik energi dan fokus di jantung komplikasi pembuatan jam tangan tersebut.

Chanel: Première Galon Diamonds


Usai sukses meluncurkan penunjuk waktu Première Galon dalam materi emas kuning 18K di tahun sebelumnya, Chanel kembali memperbarui kreasi unik ini dengan iterasi terbarunya. Sebagai perwujudan keahlian Chanel Watch Manufacture dalam seni penataan batu permata, Première Galon Diamonds pun hadir berhiaskan rangkaian berlian pada gelangnya yang terbuat dari emas putih 18K.