13 Juli 2026
Seratus Tahun Sejak Penciptaanya, Rolex Oyster Terus Melanjutkan Revolusi Konstannya
PHOTOGRAPHY BY ROLEX
Oyster Perpetual Datejust, white Rolesor.
Kisah penciptaan penunjuk waktu Rolex Oyster dimulai pada tahun 1926, ketika Hans Wilsdorf, pendiri Rolex, mempresentasikan kreasi terbarunya tersebut: sebuah jam tangan yang ditakdirkan untuk sepenuhnya mengubah cara kita menggunakan alat penunjuk waktu dan mengubah wajah pembuatan jam. Pada saat itu, jam saku masih menjadi primadona. Jam tangan, yang kurang presisi dan lebih rentan terhadap kerusakan eksternal, masih dianggap sebagai perhiasan dan bukan alat penunjuk waktu yang andal.
Meskipun praktis secara ukuran, penunjuk waktu Oyster mampu menandingi ketelitian kronometer laut besar. Yang terpenting, ia merupakan jam tangan Rolex pertama yang sepenuhnya tahan air dan tahan debu. Disebut-sebut sebagai terobosan besar dalam sejarah pembuatan jam tangan, jam tangan ini merupakan gagasan Hans Wilsdorf, yang bermimpi untuk menambahkan jam tangan ke dalam inovasi teknologi yang mengubah cara hidup masyarakat.

Hans Wilsdorf, pendiri Rolex.
Beberapa tahun kemudian, penemuan rotor Perpetual, sistem self-winding dengan rotor bebas, yang dipatenkan pada tahun 1931, memberi Oyster sumber energi yang tak habis-habisnya. Dengan demikian, visi Hans Wilsdorf telah sepenuhnya terwujud.
Ketangguhan jam-jam Oyster pun mengantarkannya pada sejumlah petualangan dan pencapaian mendunia umat manusia di abad ke-20 dan 21. “Jam tangan Rolex Oyster telah terbang di atas Everest…melintasi gurun dengan kecepatan rekor…tahan terhadap kelembapan hutan rimba dan menahan dinginnya Arktik—tanpa pernah mengubah ketepatan pergerakannya,” ujar Hans Wilfsdor di tahun 1948.
Pada Oktober 1927, perenang muda asal Inggris, Mercedes Gleitze, mengenakan jam tangan Oyster saat berenang menyeberangi Selat Inggris. Momen penting ini memperkuat keyakinan Hans Wilsdorf bahwa keunggulan sebenarnya ditunjukkan di lapangan, dari waktu ke waktu, dan di bawah tekanan.

Mercedes Gleitze menyebrangi Selat Inggris, 1927.

Iklan Rolex di Daily Mail, 1927.
Rolex kemudian mempercayakan jam tangan Oyster kepada sejumlah penjelajah, ilmuwan, atlet, pilot, pelaut, pendaki gunung, dan penyelam. Dari puncak tertinggi hingga kedalaman samudra, baik laki-laki maupun perempuan kian menguji jam tangan Rolex di laboratorium hidup dunia kita. Umpan balik mereka memungkinkan para insinyur label tersebut untuk terus mengembangkan dan meningkatkan performa jam tangan tersebut sehingga, seiring waktu, jam tangan Oyster menjadi tolak ukur bagi semua orang yang tanpa henti mendorong batas-batas disiplin mereka dan memperluas cakrawala pengetahuan.
Dari inovasi orisinal—case Oyster—lahirlah serangkaian jam tangan ikonis. Tak hanya dilengkapi dengan case Oyster, semua model jam tangan dalam koleksi Oyster Perpetual turut membawa banyak pengembangan inovatif lainnya dari Rolex. Setiap jam tangan Rolex, hingga detail terkecilnya, menegaskan kembali janji yang dibuat Hans Wilsdorf dengan Oyster pada tahun 1926: untuk menciptakan jam tangan yang andal, presisi, tahan air, dan mampu menjadi peneman pemakainya di setiap aktivitas mereka. Sejak saat itu, Rolex tidak kunjung berhenti berinovasi dan menyempurnakan setiap komponen, menjadikan jam tangannya semakin kuat, tangguh, dan andal. Dorongan konstan untuk unggul ini membuka jalan bagi pencapaian horologi baru.

Oyster Perpetual 41 Oystersteel dan yellow gold.
Kini di tahun 2026, Rolex kembali merayakan pencapaiannya lewat sejumlah rilisan baru. Tak hanya itu saja, ia turut memperluas sertifikasi Superlative Chronometer khasnya hingga meliputi tujuh kriteria pengujian. Ketahanan terhadap medan magnet, keandalan, dan keberlanjutan kini berpadu dengan kepresisian, ketahanan air, self-winding, dan otonomi. Dorongan konstan untuk perbaikan selalu menjadi inti dari Rolex, dan filosofi ini tercermin dalam setiap kreasi Oyster.
Salah satu keinginannya untuk terus mendorong batasan pun terwujud lewat upaya berkelanjutan label ini untuk mencapai kepresisian kronometrik. Hal ini telah menghasilkan pengembangan jam atom optik perintis, yang memberikan akses kepada pabrik tersebut ke tingkat keakurasian penunjuk waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Alat-alat mutakhir dan inovatif ini adalah penjaga waktu baru di Rolex dan akan segera diintegrasikan ke dalam sistem internasional yang menetapkan Coordinated Universal Time (UTC).