8 Mei 2026
Bvlgari PersembahkanDeretan Mahakarya Penunjuk Wkatu Terbarunya di Gelaran Watches & Wonders 2026
PHOTOGRAPHY BY BVLGARI
Tahun ini menjadi kali kedua Bvlgari berpartisipasi dalam gelaran horologi paling bergengsi di dunia, Watches and Wonders di Geneva. Tak hanya mendemonstrasikan kepiawaiannya menyoal keunggulan dan inovasi, kehadirannya turut merefleksikan esensi rumah perhiasan asal Roma tersebut dalam menguasai pengolahan waktu.
OCTO FINISSIMO
|
|
Mahakarya pertama yang dipersembahkan Bvlgari merupakan penunjuk waktu Octo Finissimo. Meski disempurnakan secara halus, jam tangan ikonis ini dengan anggunnya mempertahankan esensi inti dari model yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2014. Diameternya yang lebih kecil mendefinisikan ulang konstruksi internal dan estetika eksternalnya, menandai evolusi yang signifikan. Proporsinya yang telah direvisi sesuai dengan kehidupan modern, menjadikannya mudah dikenakan di pergelangan tangan mana pun, di benua mana pun, dan dalam setiap situasi. Ditenagai oleh mikro-rotor yang sangat efisien dan mampu memutar barel penyimpan energi tinggi dalam format yang lebih ringkas—menawarkan ergonomi yang lebih baik di pergelangan tangan—Bvlgari telah membuka babak baru. Mesin jam ini, meskipun 0,12 mm lebih tebal daripada yang ada di Octo Finissimo 40 mm, mencapai pengurangan volume sebesar 20%. Hal ini menjadi mungkin berkat pengembangan selama tiga tahun terakhir pada mesin jam tangan perempuan Piccolissimo dan Solotempo, yang menggerakkan jam tangan Serpenti paling ikonis.
OCTO FINISSIMO ULTRA TOURBILLON PLATINUM
|
|
Tahun ini di Watches and Wonders di Geneva, Bvlgari memperkenalkan interpretasi terbaru dari Octo Finissimo Ultra Tourbillon—sebuah pencapaian luar biasa dalam desain jam tangan, dengan ketebalan total hanya 1,85 mm. Mempergunakan bahan platinum, dengan case dan gelang yang dibuat dari logam mulia, jam tangan ini menegaskan kehadiran yang lebih eksklusif. Diperindah dengan aksen biru yang khas dan gelang yang menggabungkan hasil akhir satin-brushed dan polished, seri ini tetap menjadi flying tourbillon tertipis di dunia. Versi titaniumnya dianugerahi penghargaan di Grand Prix d’Horlogerie de Genève pada tahun 2025; sementara di tahun 2026, edisi platinum ini dirilis dalam seri terbatas sebanyak 10 buah.
SERPENTI TUBOGAS STUDS CAPSULE
|
|
Lewat peluncuran jam tangan Serpenti Tubogas Studs Capsule, Bvlgari melanjutkan salah satu ciri khas kreatifnya yang paling berani: perpaduan antara materi emas dan baja. Menggabungkan Serpenti, Tubogas, dan stud, rumah perhiasan asal Roma ini menghadirkan dialog antara perhiasan dan desain industri dalam sebuah jam tangan yang berharga, grafis, dan ekspresif. Berlian, dial jam dari batu mulia, kulit kerang, dan lilitan bertabur emas mengubah reptil ikonis khasnya menjadi objek desain dan buruan para perempuan terpilih.
SERPENTI AETERNA

Bvlgari melanjutkan metamorfosis Serpenti, ikonnya yang paling memikat, lewat kreasi Serpenti Aeterna terbaru. Seluruhnya bertatahkan komposisi batu permata berwarna-warni yang semarak, meliputi rubellite, amethyst, topaz, zamrud, citrine, safir, tanzanite, pink dan Paraíba tourmalline, tsavorite, dan peridot. Hadir dalam berbagai potongan dan ukuran—bulat, brilliant, princess, pear, dan oval—122 portong permata tersebut disusun dalam komposisi yang sekaligus mengejutkan dan tertata sempurna. Dirangkai di atas gelang rose gold dan bertatahkan permata sepenuhnya, penunjuk waktu istimewa ini membutuhkan dialog yang sabar antara visi kreatif dan penguasaan teknik. Mewujudkannya membutuhkan 225 jam pengembangan, 185 jam untuk pemilihan dan persiapan batu permata, dan lebih dari 60 jam untuk pemasangannya. Lewat mahakarya ini, Bvlgari seolah bermain dengan warna, cahaya, tekstur, dan bentuk untuk mengekspresikan joie de vivre yang murni.





