FASHION

10 Agustus 2026

Menelusuri Kreativitas John Galliano yang Jadi Sorotan Met Gala 2027


Menelusuri Kreativitas John Galliano yang Jadi Sorotan Met Gala 2027

Text by Kayla Shabia (Photo via instagram.com/szilvesztermako)

Beberapa saat lalu, The Metropolitan Museum of Art mengumumkan John Galliano: Horizons sebagai tema pameran Costume Institute sekaligus ajang Met Gala 2027. Ini menjadi kali ketiga dalam sejarah Met Gala memberikan penghormatan kepada desainer yang masih hidup. Melalui pameran tersebut, publik akan diajak menelusuri perjalanan kreatif Galliano yang telah membentuk bahasa haute couture selama lebih dari empat dekade.

John Galliano bukanlah nama yang asing dalam dunia fashion. Desainer asal Inggris ini dikenal lewat visi kreatifnya yang teatrikal, siluet dramatis, serta kemampuannya mendorong batas-batas haute couture. Pengaruhnya tidak hanya terlihat melalui karya-karyanya di rumah mode seperti Dior dan Maison Margiela, tetapi juga dalam cara industri memandang runway sebagai medium untuk bercerita. Tak heran, Galliano menjadi salah satu sosok paling berpengaruh di dunia mode, dengan lingkaran kreatif yang mencakup nama-nama seperti Kate Moss hingga Anna Wintour.

Menurut Andrew Bolton, Curator in Charge Costume Institute, setiap koleksi Galliano selalu berangkat dari perjalanan yang mempertemukan berbagai elemen yang dipisahkan oleh waktu, tempat, maupun medium. Mulai dari potret dan gestur tubuh, siluet dan narasi, hingga memori dan material. Untuk itu, pameran John Galliano: Horizons akan dibagi menjadi tiga bagian, yakni Bearings, Horizons, dan Atlas of Transformation, yang mengulas perjalanan karier, sumber inspirasi, hingga proses kreatif sang desainer.

Photo via instagram.com/szilvesztermako

Sepuluh tahun setelah lulus dari Central Saint Martins, Galliano menggelar peragaan busana independennya yang ikonis pada tahun 1994 di Paris. Koleksi tersebut menjadi titik balik dalam kariernya dan menarik perhatian industri fashion internasional. Tak lama kemudian, ia dipercaya memimpin Givenchy sebagai Creative Director, sebelum akhirnya bergabung dengan Dior pada 1996 dan memulai salah satu era paling berpengaruh dalam sejarah rumah mode tersebut.

Bahasa desain Galliano banyak dipengaruhi oleh seni teater, berangkat dari pengalamannya bekerja di London National Theatre pada awal kariernya. Pengalaman tersebut membentuk pendekatan kreatifnya yang khas: tata panggung yang dramatis, referensi historis yang kaya, serta karakter-karakter yang seolah hidup di atas runway. Bagi Galliano, sebuah peragaan busana bukan sekadar ajang menampilkan koleksi terbaru, melainkan sebuah pertunjukan yang membangun emosi, narasi, dan fantasi.

Photo via instagram.com/stephenjonesmillinery

Kemampuannya membangun dunia imajinatif membuat Galliano kerap dijuluki sebagai Architect of Fantasy. Setiap koleksinya selalu dipenuhi detail yang rumit, eksplorasi siluet yang berani, hingga referensi budaya yang diolah menjadi sesuatu yang baru. Salah satu karyanya yang paling ikonis, gaun satin Christian Dior Haute Couture musim semi/panas 2000, bahkan berhasil terjual dalam lelang seharga 663.000 euro, membuktikan besarnya nilai artistik sekaligus pengaruh Galliano dalam dunia fashion

Photo via instagram.com/dior
Photo via instagram.com/dior

Meski telah lama meninggalkan Dior, karya-karyanya masih rutin dipamerkan dalam berbagai pameran mode di kota-kota seperti Paris hingga Tokyo. Ketertarikannya terhadap sejarah, seni, dan budaya dari berbagai belahan dunia juga menjadi sumber inspirasi yang terus ia reinterpretasikan ke dalam karya-karya kontemporer.

Photo via instagram.com/maisonmargiela

Visi kreatif tersebut terus berkembang ketika Galliano memimpin Maison Margiela. Dalam rangka satu dekade kepemimpinannya di rumah mode tersebut, ia mempersembahkan koleksi Artisanal 2024 yang menjadi salah satu peragaan busana paling banyak diperbincangkan. Melalui penggunaan corsetry yang intens, hip prosthetics, serta siluet bergaya era Victoria dan 1930-an yang dibuat secara surealis, Galliano kembali membuktikan kemampuannya mengaburkan batas antara busana dan seni pertunjukan. Koleksi tersebut dipuji banyak kritikus sebagai sebuah masterclass dalam seni bercerita melalui haute couture.

Photo via instagram.com/maisonmargiela
Photo via instagram.com/maisonmargiela

Pada tahun terakhirnya di Maison Margiela, Galliano kembali mencuri perhatian lewat rancangan busana Zendaya untuk Met Gala 2024 bertema The Garden of Time. Gaun fishtail yang dibalut lapisan tulle dramatis menciptakan siluet yang mengingatkan pada ombak lautan, menjadi salah satu tampilan paling berkesan malam itu sekaligus memperlihatkan bagaimana estetika teatrikal Galliano tetap relevan di panggung mode masa kini.

Photo via instagram.com/maisonmargiela

Dari koleksi-koleksi era 1990-an hingga karya-karya terbarunya, Galliano terus membuktikan bahwa fashion dapat menjadi medium untuk menghadirkan fantasi, sejarah, dan emosi dalam satu kesatuan. Melalui John Galliano: Horizons, Met Gala 2027 bukan hanya merayakan seorang desainer, tetapi juga merayakan cara Galliano mengubah runway menjadi ruang untuk bercerita. Warisannya terus membentuk bahasa fashion kontemporer, menjadikan penghormatan ini terasa sebagai pengakuan atas salah satu sosok paling visioner dalam sejarah mode modern.