FASHION

2 Juni 2026

Yusuke Takahashi Bicarakan Visi Etika Keberlanjutan dalam Desain CFCL


Yusuke Takahashi Bicarakan Visi Etika Keberlanjutan dalam Desain CFCL

photo DOC. CFCL

Beberapa hari sebelum mempresentasikan koleksi VOL.12 untuk musim gugur/dingin 2026 di Saut du Loup di Palais de Tokyo, Paris, Yusuke Takahashi selaku pendiri, Creative Director dan CEO CFCL memperlihatkan lebih dekat kepada ELLE Indonesia koleksi terbarunya serta proyek terbesar mereka di Jepang.


Selamat atas presentasi koleksi terbaru Anda. Bisakah Anda menceritakan sedikit tentang inspirasi di baliknya?

“Tema koleksi kali ini adalah Knitting Sculpture. Judul tersebut merupakan bentuk penghormatan saya kepada Joseph Beuys, yang merupakan seorang pemahat. Saya teringat, bagaimana ia adalah seorang pionir, dalam hal memadukan estetika dan isu sosial. Beberapa pakaian yang saya persembahkan musim ini juga terinspirasi dari permukaan pohon ek, yang dicetak pada busana rajut. Kami juga selalu mencoba membuat sejumlah occasionwear dengan teknik pemrograman 3D. Busananya cocok untuk segala rupa bentuk tubuh, terlihat sangat menawan, tetapi sangat lembut dan perawatannya begitu mudah.” 


Rajutan 3D yang dikembangkan dengan komputer merupakan teknik yang begitu melekat dalam karya-karya Anda. Apakah ada teknologi, teknik, material, atau penyelesaian baru yang Anda terapkan dalam koleksi ini?

“Kami mengembangkan materi rajut musim demi musim, hingga tahun lalu kami mengembangkan Fluffy. Prosesnya dimulai dengan gaun rajutan tanpa jahitan yang diprogram dan dihiasi lubang-lubang kecil, tempat rumbai-rumbai dimasukkan. Setiap rumbai, yang dirajut secara individual, dimasukkan ke dalam lubang-lubang tersebut dengan menggunakan tangan untuk membentuk sebuah motif. Rumbai-rumbai ini terbuat dari benang yang sama dari garmen tersebut. Ini menjadi kolaborasi terbaru kami, antara teknologi baru dengan kerajinan tangan.



Selain itu, ada kombinasi lain yang kami pergunakan dengan menggunakan bahan lain, misalnya dengan fringe. Prosesnya serupa, namun bahan tersebut dicetak terlebih dahulu sebelum kemudian dimasukkan ke dalam lubang-lubang kecil pada materi rajutan yang telah diprogram sebelumnya satu per satu. 

Musim ini, kami juga memperkenalkan garment printing pada busana rajut kami. Teknik cetakan ini cukup istimewa. Biasanya kami mencetak pada bahan rajut kami dan hasil akhirnya kurang bagus karena bahan rajut begitu melar. Tetapi kemudian kami memilih sebuah teknik pencetakan khusus di sebuah pabrik yang memungkinkan kami untuk mencetak foil di bahan rajut dan tidak kehilangan motifnya meski bahannya ditarik. Yang lebih kerennya lagi, bahan ini bisa dicuci menggunakan mesin cuci.” 



Gaun dan atasan dari lini Pottery tampaknya telah menjadi produk klasik dan ciri khas label Anda. Pakaian tersebut terbuat dari botol plastik daur ulang, yang mana menghindari timbulnya sampah dan dapat dikenakan oleh semua tipe tubuh. Bagaimana Anda menemukan ide-ide baru untuk menyegarkannya dari musim ke musim?

“Bisnis kami mungkin sekitar 50% berasal dari produk-produk dari lini Pottery. Tentunya kami mengganti warna dan bahannya, musim demi musim. Lini Pottery menjadi begitu penting bagi kami, sebab produk-produk dari lini ini membangun sebuah konsep dan image di benak para konsumen, sama halnya ketika membayangkan sebuah merek tertentu ketika membicarakan kategori produk tertentu. Oleh karenanya, kami terus memperbarui produk-produk dari lini Pottery setiap musimnya. Misalnya saja, musim ini kami memperbaruinya dengan imbuhan glitter untuk dikenakan di musim berlibur. Ada pula yang kami kombinasikan dengan materi mohair, yang mana cocok untuk dikenakan di musim dingin.” 


Anda mendirikan label ini pada tahun 2020 dan dengan cepat memperoleh sertifikasi B Corp hanya dalam 2 tahun, yaitu pada tahun 2022. Apakah menjadi perusahaan bersertifikasi B Corp selalu menjadi tujuan Anda? 

“Kami mendirikan perusahaan kami di tahun 2020, di tengah pandemi. Pada saat itu, orang-orang mulai peduli menyoal sustainability, terlebih ketika industri fashion disebut-sebut sebagai industri penghasil limbah nomor dua terburuk di dunia, yang mana menarik perhatian banyak orang seputar dampak fast fashion. Saya pun berkeinginan untuk menciptakan sebuah brand yang penuh arti dan berakar pada perspektif sustainability. Sebab sulit untuk tidak peduli pada isu-isu sustainability, laut, dan lingkungan. Awalnya saya tidak tahu betapa sulitnya mendapatkan sertifikasi B Corp. Chief Sustainability Officer kami menyarankan saya untuk memperoleh sertifikasi B Corp, yang mana berasal dari Amerika Serikat dan beberapa pertanyaan di antaranya tidak sesuai dengan budaya Jepang. Tetapi saya ingin CFCL menjadi perusahaan global, jadi kami pun berupaya untuk memperolehnya.” 



Pada Januari 2026, CFCL mencapai skor 143,5 dalam sertifikasi ulang B Corp, melampaui 128 poin yang diperoleh pada sertifikasi awalnya di tahun 2022. Hingga Februari 2026, nilai ini merupakan skor tertinggi di antara perusahaan-perusahaan Jepang. Dapatkah Anda menjelaskan kepada kami beberapa perubahan paling besar yang Anda lakukan di perusahaan Anda untuk mencapai skor tersebut? 

“Di tahun 2022, kami hanya memiliki 1 karyawan, jadi perusahaan kami benar-benar kecil. Kini, di tahun 2026, kami sudah memiliki 70 karyawan. Saya pun mengundang seseorang untuk menjadi Vice President dan COO CFCL untuk mengawasi sisi finansial perusahaan, sehinggasaya dapat fokus pada sisi kreativitas dan produksi.Ia membangun sistem dan evaluasi perusahaan untuk menjamin kesejahteraan karyawan dengan pendekatan 360°. Perubahan ini tentunya mengubah perolehan poin dan skor yang kami dapatkan. 

Selain itu, kami mengembangkan bisnis kami dan menjadikannya lebih besar beberapa kali lipat, kami turut mengurus proses recycle kami sendiri ketika memproduski secara massal. Kami juga melanjutkan menerbitkan Consciousness Report kami setiap musimnya, sehingga selalu ada transparasi di setiap departemen, termasuk PlanningProductionLogisticSales, dan Stores.



Apa yang paling membuat Anda bersemangat menyoal proyek-proyek masa depan Anda?

“Kami telah mendirikan pabrik rajutan kami sendiri, CFCL Knitting Factory, yang mengkhususkan dirinya dalam rajutan komputer 3D, pada Januari 2026 silam di Kota Söka, Prefektur Saitama, kurang lebih 1 jam perjalanan menggunakan mobil dari Tokyo. Sekitar dua tahun lalu kami memiliki pabrik kecil dengan tiga mesin rajut. Sementara pabrik terbaru kami ini, akan menampung 47 mesin rajut—termasuk 43 mesin WHOLEGARMENT®—dalam ruang seluas kurang lebih 960 meter persegi. Proyek ini dikembangkan dengan dukungan program SME Growth Acceleration Subsidy (Subsidi Percepatan Pertumbuhan UKM) yang dikelola oleh Small and Medium Enterprise Agency (Badan Usaha Kecil dan Menengah), Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri. Kami memperkerjakan begitu banyak pemrogram rajut 3D dan mudah-mudahan dapat mengedukasi generasi berikutnya untuk mengembangkan industri mode Jepang. Tentunya tidak mudah, tapi saya merasa sangat bahagia dengan dukungan dari pemerintah.”