9 Mei 2019
Taylor Swift Berbagi 30 Pelajaran Hidup Sebelum Menuju Usia Ke-30
Menurut akte kelahiran, saya berulang tahun yang ke-30 di tahun ini. Tapi entah kenapa ini terasa aneh, karena saya merasa sebagian diri saya masih berusia 18 tahun. Sebagian lagi, berusia 283 tahun. Seringkali orang berkata bahwa usia 30-an adalah usia yang paling menyenangkan. Bila itu benar, saya akan memberi tahu Anda. Namun hingga saat itu datang, saya akan berbagi beberapa pelajaran penting dari segala hal yang pernah saya alami sebelum menginjakkan kaki di usia 30. Karena sharing is caring.
1.) Saya belajar memblokir beberapa kebisingan.
Media sosial bisa menjadi luar biasa, tapi juga bisa menjadi sumur yang menenggelamkan diri Anda dengan gambaran dan persepsi yang salah tentang diri sendiri. Seperti cerita kegagalan Anda atau dibandingkan secara negatif dengan figur sukses lainnya. Satu hal yang saya lalukan untuk mengurangi kegelisahan diri akut ini adalah dengan mematikan kolom komen. Yes, saya tidak membiarkan orang untuk berkomentar di foto yang saya unggah. Dengan begitu, saya tetap menunjukkan update kehidupan pada teman-teman dan penggemar, tapi di saat yang bersamaan, saya pun melatih otak untuk tidak lagi mengharapkan validasi dari orang lain tentang rupa saya di mata mereka. Saya juga memblokir orang-orang yang merasa butuh untuk mengucap “go die in a hole ho” pada saya ketika saya baru saja menyeruput kopi di jam sembilan pagi. Jauh lebih sehat bagi kepercayaan diri saya apabila tidak terlalu membutuhkan pujian dari internet yang konon menenangkan hati, terutama saat secara tidak sengaja Anda bisa melihat seseorang menuliskan bahwa Anda nampak seperti seekor musang yang baru saja dilindas roda truk dan potongan-potongan tubuh Anda disatukan kembali oleh seorang taxidermis (ahli pengisi kulit binatang). Sebuah komentar yang sungguh pernah saya terima.2.) Berlaku baik ke semua orang, setiap saat, bisa membuat Anda terjerat masalah besar.
Walaupun mengingat seumur hidup Anda telah dibesarkan oleh seorang perempuan yang sangat beretika, namun perlakuan ini mampu memberikan penyesalan terbesar dalam hidup Anda. Terutama di saat seseorang memanfaatkan sifat tersebut. Bangun kemandirian dalam diri sendiri, percaya insting Anda, dan tahu saat terbaik untuk menyerang balik. Jadi seekor ular–hanya menggigit saat seseorang menginjak.3.) Berusaha dan gagal, lalu berusaha lagi dan kembali gagal, adalah normal.
Mungkin bagi saya pribadi, justru tidak terasa normal. Segala usaha dan kegagalan saya diledakkan di luar proporsi. Lalu, diubah menjadi tontonan umum yang menarik penonton di seluruh dunia seolah sebuah budaya dalam media (Ayo lah, Anda harus memaklumi kegetiran yang saya rasakan). Tapi, justru karena hal itu, terkadang baik untuk melakukan sesuatu yang buruk kemudian belajar dari hal itu dan mengambil risiko. Ini baik dilakukan saat usia dua-puluhan, karena di masa-masa tersebut Anda tengah mencari jati diri. That’s good. Kita akan selalu mencari jati diri. Tapi kita tidak pernah seintensif saat otak tengah tumbuh berkembang di langkah yang sangat cepat. Tidak, ini tidak bisa menjadi alasan untuk mengirim pesan ke mantan pacar Anda saat ini. Bukan itu yang saya maksud. Atau silahkan lakukan, terserah, mungkin Anda kemudian bisa belajar dari kesalahan ini. Lalu mungkin Anda akan lupa apa yang Anda pelajari kemudian melakukannya lagi. Tapi tidak apa, sungguh, karena Anda sedang mencari jari diri!4.) Saya belajar untuk berhenti membenci tiap gram lemak yang berada di tubuh saya.
Saya belajar keras untuk melatih kembali otak mengartikan bahwa berat badan yang sedikit berlebih itu berarti memberi lekuk tubuh, rambut yang lebih sehat, dan energi yang lebih banyak. Kita telah banyak mendorong batasan-batasan dalam melakukan diet, namun, dengan melakukan hal tersebut secara berlebihan dapat membahayakan. There is no quick fix. Saya bekerja keras untuk menerima tubuh saya apa adanya setiap hari.5.) Buang drama di hidup Anda.
Sadari bahwa Anda cukup pintar untuk tidak perlu mengusahakan ruang dan waktu berlebihan untuk orang-orang yang berpartisipasi dalam drama ini. Bila ada seseorang yang menyakiti Anda, menenggelamkan Anda dalam sebuah situasi hingga Anda merasa lelah, atau memberi penderitaan yang nampak tak berujung, memblokir nomor telfon mereka bukan hal jahat. Pemblokiran tersebut hanya sebuah fitur simpel di ponsel yang memungkinkan Anda untuk melenyapkan drama-drama di dalam hidup.
6.) Saya sadar orang-orang di lingkungan sekitar kita sangat frontal dan fasih dalam menyampaikan opini mereka tentang proses penuaan.
Terutama saat berhadapan dengan orang yang menunjukkan tanda fisik penuaan. Menurut saya itu sangat jahat. Ucapan-ucapan mereka seolah menyatakan pada kaum perempuan bahwa kita tidak boleh menjadi tua. Opini publik ini membuat sebuah parameter yang mustahil untuk dicapai. Saya sangat mengagumi Jameela Jamil yang membahas masalah ini dengan lantang. Membaca tulisannya seolah mendengar suara menenangkan di tengah-tengah kebisingan yang menuntut perempuan untuk mampu melawan gravitasi, waktu, dan segala hal duniawi demi mencapai sebuah target aneh yang tak masuk akal–bahwa perempuan harus menjadi muda selamanya, tapi tidak untuk laki-laki.7.) Ketakutan terbesar saya adalah menggelar tur.
Setelah bom yang meledakkan Manchester Arena (konser Ariana Grande) dan penembakan di Las Vegas (konser Jason Aldean), saya menjadi benar-benar ketakutan untuk menggelar tur di saat sekarang. Saya tidak tahu bagaimana kami harus menjaga keselamatan 3 juta penggemar yang hadir selama tur berjalan tujuh bulan lamanya. Kami merancang rencana berskala besar dan dalam waktu sangat matang. Begitu juga pengeluaran finansial, dan segala aspek yang mendukung kematangan konsep untuk keselamatan mereka. Ketakutan saya akan kekejaman berlanjut memberi dampak signifikan pada kehidupan pribadi saya. Sehari-hari, saya membawa perban balutan berstandar militer merk Quik Clot–yang berfungsi untuk luka tembak atau tikam. Berbagai situs dan tabloid telah sukses memaparkan secara online setiap alamat rumah yang saya huni. Dan karenanya, saya pun berhasil meraup banyak penguntit yang dapat kapan pun mencoba untuk menerobos masuk. Tak heran kalau kini saya telah bersiap untuk hal itu terjadi. Setiap hari, tak lupa saya mengingatkan diri sendiri akan keindahan dan kebaikan yang terjadi di dunia. Rasa cinta dan kepercayaan terdalam akan nilai kemanusiaan. Kita harus dapat hidup dengan berani demi mampu untuk menikmati hidup itu sendiri. Yang artinya, kita tidak bisa membiarkan hidup kita terdikte oleh rasa takut.8.) Saya belajar untuk tidak membiarkan opini publik membentuk nilai-nilai yang saya anut.
Terlalu lama saya membiarkan pendapat-pendapat orang lain menjadi reflektor akan tiap hubungan yang saya miliki. Mulai dari berbagai poling iseng yang membiarkan publik menentukan siapa laki-laki yang paling cocok untuk menjadi pasangan saya, hingga yang mana foto terbaik yang dapat dianggap sebagai idealisasi 'couples goals' dari sejumlah foto yang saya unggah di Instagram. That stuff isn’t real. Untuk approval seeker seperti saya, hal itu merupakan suatu pembelajaran penting agar mampu membangun dan memiliki nilai sendiri murni dari pemikiran saya pribadi, tentang hal-hal yang benar-benar saya inginkan.9.) Saya belajar membuat beberapa minuman cocktail.
Seperti Pimm's cups, Aperol spritzers, Old-Fashioneds, dan Mojitos, karena ... 2016.10.) Saya sering sekali memasak, tapi hanya tiga resep yang menjadi 'kuncian'.
Untuk saya hidangkan pada pesta makan malam seumur hidup yaitu: Ina Garten's Real Meatballs and Spaghetti (saya hanya menggunakan remah roti kemasan dan daging cincang untuk masakan daging-dagingan), Nigella Lawson's Mughlai Chicken, dan Jamie Oliver's Chiken Fajitas with Molé Sauce. Membeli sebuah garlic crushers sungguh mengubah gaya permainan saya di dapur. Saya juga telah melatih otak untuk mengubah angka dari Celsius ke Fahrenheit secara cepat. (Saya yakin hal ini biasa dijuluki sebagai 'weird flex' di internet).
11.) Beberapa saat lalu saya menemukan Command Tape (isolasi dinding berkait untuk menggantung barang).
Saya menyadari bahwa dinding rumah saya tidak akan memiliki lubang sebanyak ini kalau saja saya menggantung barang-barang dengan Command Tape dari awal. Ini bukan sebuah iklan. Saya betul-betul menyukai Command Tape.12.) Meminta maaf saat Anda melukai seseorang yang berarti untuk Anda tidak membuat Anda terlihat buruk.
Bahkan bila kesalahan itu tidak disengaja, akan sangat mudah untuk meminta maaf dan move on. Coba untuk tidak mengucap "I'm sorry, but..." lalu membuat alasan lain untuk diri sendiri. Penting untuk belajar mengucap maaf dengan tulus, dan Anda bisa menghindari keraguan yang ada di dalam jalinan persahabatan atau berpasangan.13.) Bagi saya pribadi, dalam setiap kasus pelecehan seksual, saya selalu percaya pada korban.
Untuk dapat bercerita jujur tentang kejadian memalukan itu saja menurut saya adalah sebuah proses yang menyakitkan. Saya tahu, karena persidangan pelecehan seksual terhadap saya sewaktu itu adalah momen yang tidak bermoral dan mengerikan. Saya selalu percaya pada korban karena saya secara pribadi mengetahui akan rasa malu itu. Kala Anda mengangkat tangan dan berkata, "This happened to me." Untuk mampu berkata demikian adalah keputusan besar bagi seseorang. Kami berbicara karena kami merasa ini sebagai sebuah keharusan, dan kami memiliki rasa takut bahwa kasus-kasus ini dapat terjadi lagi pada orang lain apabila kami tidak berbicara lantang.14.) Apabila sebuah tragedi yang tidak pernah Anda alami menimpa seorang kerabat, tidak masalah untuk mengakui bahwa Anda tidak tahu harus berbuat apa.
Terkadang, hanya sekedar memberikan rasa simpati pun sudah cukup. Tidak masalah bila Anda tidak memiliki nasihat atau bantuan yang mereka butuhkan. Sadari bahwa Anda tidak pernah bisa memiliki semua jawaban atas masalah-masalah yang terjadi di dunia. Walau begitu, tidak baik untuk menghilang dari kehidupan mereka terutama di saat yang paling sulit. Dukungan adalah yang paling dibutuhkan seseorang saat mereka tengah berada di titik yang paling rendah. Walau Anda tidak mampu membantu banyak di situasi yang tengah mereka alami, adalah suatu hal yang menyejukkan bagi mereka ketika mengetahui bahwa 'you would if you could'.15.) Vitamin membuat saya merasa lebih baik!
Saya mengonsumsi L-theanine, yaitu suplemen natural yang membantu masalah stres dan kegelisahan. Saya juga mengonsumi magnesium untuk kesehatan otot dan menambah energi.
16.) Sebelum Anda larut dalam kekaguman pada seseorang, kenali dulu orang itu!
All that glitters isn't gold, dan first impression bukan segalanya. Saat seseorang mampu menggunakan karismanya pada semua orang, itu memang sebuah keahlian yang memesona. Namun ada nilai yang jauh lebih positif tentang seseorang ketimbang sekedar 'tebar pesona' (saya menyebutnya 'solid first 15'). Yaitu, lapisan demi lapisan yang Anda pelajari tentang orang tersebut dalam sebuah kesenjangan waktu. Apakah ia jujur, sadar diri, dan lucu di luar dugaan Anda? Apakah ia datang di saat Anda paling membutuhkan kehadirannya? Apakah ia masih mencintai Anda saat ia telah melihat Anda hancur? Atau saat ia telah menyaksikan Anda berbicara dengan kucing Anda layaknya berbincang dengan manusia? These are things a first impression could never convey.17.) Saya merasa harus memperlakukan kulit saya jauh lebih baik.
Setelah melewati masa remaja dan usia awal dua-puluhan dengan kebiasaan tidur masih memakai makeup di wajah, menggunakan Sharpie (merk spidol) sebagai eyeliner (DO NOT DO IT), sekarang saya merasa harus memperlakukan kulit saya jauh lebih baik. Kini, saya mengoleskan moisturizer pada wajah setiap malam dan mengoleskan body lotion tiap kali seusai mandi. Tidak hanya di musim dingin, tapi sepanjang tahun. Karena, mengapa saya tidak bisa menjadi halus dan lembut di tiap musim?!18.) Mengenali bekas luka hati di masa kanak-kanak dan berusaha untuk memperbaikinya.
Misalnya, tidak pernah menjadi orang yang populer di masa remaja merupakan sebuah insecurity bagi saya. Bahkan beranjak dewasa, saya masih memiliki serangan memori akan skenario saat saya sedang duduk di meja makan siang sendirian di tengah keramaian atau sedang bersembunyi di dalam sebuah bilik di kamar mandi, atau sedang mencoba untuk berkenalan dengan teman baru namun malah ditertawakan. Di usia dua-puluhan, saya menemukan diri saya dikelilingi oleh perempuan-perempuan yang berlomba ingin menjadi teman saya. Lalu saya meneriakkan momen ini dengan lantang, mengunggah foto-foto, dan merayakan penerimaan diri saya ke dalam sebuah sisterhood, tanpa menyadari bahwa di luar sana ada orang lain yang mungkin masih merasakan apa yang saya rasakan saat saya masih merasa begitu sendirian. Sangat penting untuk mengatasi masalah masa lalu kita sebelum kita berubah menjadi sebuah perwujudan masalah itu.19.) Mind games adalah untuk mengejar sebuah kesenangan sementara.
Dalam hubungan atau persahabatan sejati, Anda sama saja dengan membunuh diri sendiri jika tidak memberi tahu orang lain tentang bagaimana perasaan Anda saat Anda terluka, dan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya. Tidak seorang pun yang bisa membaca pikiran. Jika seseorang benar-benar mencintai Anda, ia akan ingin untuk Anda mampu mengucapkan secara verbal tentang perasaan Anda. Ini adalah kehidupan nyata, bukan permainan catur.20.) Mempelajari perbedaan antara lifelong friendships dan situationships.
Fase usia awal dua-puluhan seringkali melempar orang ke dalam kelompok baru yang bersemangat dan bisa terasa seperti keluarga baru pilihan Anda. Dan mungkin mereka akan berada di sekitar Anda seumur hidup. Atau, mungkin mereka hanya akan menjadi teman di dalam sebuah fase penting dalam hidup, tapi tidak untuk selamanya. Memang menyedihkan. Namun hukum alam ini menjadi sebuah proses dimana Anda beranjak dewasa, Anda pun akan lebih memilih dalam memiliki hubungan. Anda mungkin meninggalkan beberapa jalinan persahabatan di sepanjang jalan kehidupan, tapi kenangan itu akan selalu tersimpan.View this post on Instagram