26 Desember 2021
Kayu, Marmer, dan Kulit Mendefinisikan Modernitas Rumah Shania Punjabi
Di kediaman Chief Business Officer MD Entertainment, Shania Punjabi, alam menjadi titik penentu utama karakteristik desain.
Pintu berpermukaan artistik serupa susunan bongkahan kayu besutan tangan perajin Indonesia membukakan jalan memasuki kediaman Chief Business Officer MD Entertainment, Shania Punjabi—yang sekaligus merupakan istri dari produser dan pendiri MD Entertainment, Manoj Punjabi. Mengawali langkah memasuki hunian, presensi reca Ganesha menyapa dengan hangat. “Anda akan menemukan Ganesha hampir di setiap rumah keluarga India,” kata Shania tersenyum seraya mempersilakan masuk. “Terlepas dari makna religi, keberadaan Ganesha—buat saya pribadi— membangkitkan energi spiritual tersendiri. Rasanya saya selalu berlega hati, mensyukuri berkah Tuhan, setiap kali melihatnya saat memasuki rumah atau pun hendak pergi ke luar,” tuturnya. Saya menyimak sembari memperhatikan rupa ukiran Ganesha yang begitu syahdu.
Kami duduk bersama di ruang entertainment yang didesain secara impresif. Bergaris rancang kontemporer dengan lantai marble granit hitam
mengilap bercorak ‘serabut’ putih. Serasi mewarnai parasnya, sofa panjang rona merah tua, sepasang kursi warna hijau klorofil, dan armchair 1919 berparas retro dari Poltrona Frau, berdampingan mengelilingi coffee table tekstur sisik. Partisi besi berongga memecah denah ruang meliputi tiga area: bar, ruang duduk di tengah, dan sebuah sudut di mana terdapat meja makan kecil sebagai alokasi jamuan. Alih-alih menciptakan batas, penyekatan ruang digarap fungsional dalam mekanisme tergeser. “Dengan begitu memudahkan kami untuk membangun ruangan yang lebih lapang apabila sedang mengadakan acara, khususnya dulu sebelum pandemi,” ujarnya.
Namun saat menjamu tamu dalam skala kecil, ia lebih gemar melakukannya di area lounge dekat tempat penyimpanan wine di level bawah. “Saya menyukai suasana yang hangat. Di sini ukurannya tidak terlalu luas sehingga rasanya lebih akrab, dan pencahayaannya sengaja dibuat redup dengan tambahan lilin agar lebih rileks,” kata Shania ketika menunjukkan tempat favoritnya tersebut. Langit-langit palet kayu, dinding bebatuan, serta ubin keramik dipoles natural yang membalut visualnya kian romantis mengingatkan pada rupa bangunan tradisional Eropa.
Kami berjalan menelusuri pintu geser bermaterial kaca transparan yang menjembatani ruang enterainment, living room utama di bagian tengah rumah, serta ruang makan keluarga dengan area kolam renang outdoor dan lapangan badminton. Kehidupan di luar seolah mengalir ‘cair’ ke setiap ruangan. Langit-langit rumah yang didesain tinggi menjulang turut memaksimalkan pencahayaan alami dapat di terima oleh hampir setiap area di dalam rumah. Desain hunian tiga lantai di atas lahan berukuran luas lebih dari 2000 meter persegi ini sejatinya menitikberatkan harmonisasi alam. Pada beberapa sisi bangunan, tumbuhan hijau menjadi panorama yang menghidupkan area terbuka. “Orientasi saya saat mendesain rumah ini adalah alam. Sebab itu, eksplorasi unsur alam sangat dominan, seperti kayu. Dan sebenarnya kami menginginkan porsi spasial hijau yang lebih luas lagi,” Shania berujar tentang gagasan ideal rumah idamannya.
“Tetapi, kenyamanan bagi setiap anggota keluarga juga menjadi salah satu titik penentu utama dalam mendesain rumah ini,” ujarnya. Rasa nyaman itu dimanifestasi lewat skema ruang yang berjarak lapang agar keleluasan bergerak tetap nyata meski seluruh anggota keluarga tengah berada di satu spasial. Sebagai kompromi, sederet pot tanaman hingga aksesori bentuk flora tampil mendampingi penataan furnitur yang mayoritas berbalut material kulit. “Sementara untuk furnitur, kami banyak menggunakan unsur kulit dan marble,” ungkapnya.
Wangi aromaterapi semerbak menyelimuti atmosfer kediaman kian menyiratkan nuansa alam. “Well, estetika sifatnya penting bila kita berbicara tentang desain sebuah hunian. Namun, kenyamanan adalah kunci utama. Saya ingin berbagi perasaan hangat bagi siapa pun orang yang datang berkunjung. Bagaimana pun, rumah merupakan tempat untuk kita beristirahat,” prinsip Shania.
Ledakan Energi Kromatik yang Artistik Menggubah Desain 'Vibrant' Untuk Apartemen Bergaris Rancang 'Open Space'