16 September 2026
Chelsea Islan Ungkap Lima Buku yang Membantu Membentuk Pertumbuhan Identitasnya
Text by Rianty Rusmalia; (Photographer by Ifan Hartanto for ELLE Indonesia)
Ada buku yang selesai dibaca, lalu dilupakan. Ada pula yang diam-diam menetap—menjadi cara baru untuk memahami diri, mengambil keputusan, atau memandang hidup dari sudut yang berbeda. Berikut lima buku yang mengajarkan keberanian, makna hidup, dan perjalanan menjadi diri sendiri bagi Chelsea Islan.
The Alchemist
Penulis: Paulo Coelho

Bagi Chelsea Islan, The Alchemist adalah pengingat bahwa makna sesungguhnya terletak pada perjalanan, bukan semata tujuan. “Saya selalu merasa buku ini mengingatkan bahwa perjalanan menuju mimpi jauh lebih penting daripada sekadar mencapai tujuan akhirnya. Kita belajar mempercayai intuisi, menerima ketidakpastian, dan memahami bahwa setiap tantangan adalah bagian dari proses menjadi diri sendiri.”
The Kite Runner
Penulis: Khaled Hosseini

Melalui The Kite Runner, Chelsea Islan menemukan refleksi tentang rasa bersalah, pengampunan, dan keberanian untuk menebus masa lalu. “Buku ini membuat saya percaya bahwa kita tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi kita selalu punya pilihan untuk memperbaiki apa yang masih bisa diperbaiki. Buat saya, keberanian terbesar adalah berani menghadapi kesalahan yang selama ini kita hindari.”
The Let Them Theory
Penulis: Mel Robbins

Bagi Chelsea Islan, The Let Them Theory menawarkan pelajaran tentang melepaskan kendali atas hal-hal yang berada di luar diri. “Saya belajar bahwa kita tidak harus mengendalikan semua orang atau semua situasi. Justru ketika kita melepaskan kebutuhan itu, kita memiliki lebih banyak ruang untuk fokus pada diri sendiri dan hidup terasa jauh lebih damai.”
Atomic Habits
Penulis: James Clear

Bagi Chelsea Islan, Atomic Habits mengubah cara pandangnya terhadap proses bertumbuh. “Buku ini mengubah cara saya melihat proses. Saya jadi percaya bahwa perubahan besar tidak terjadi dalam semalam, tetapi dibangun dari kebiasaan kebiasaan kecil yang kita pilih untuk lakukan setiap hari.” Buku ini mengingatkan bahwa konsistensi selalu lebih kuat daripada perubahan yang instan.
IKIGAI
Penulis: Francesc Miralles & Héctor García

Melalui Ikigai, ia menemukan bahwa kehidupan yang bermakna dibangun dari kebiasaan sederhana yang dijalani dengan konsisten. “Yang paling saya sukai dari buku ini adalah pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari pencapaian besar. Sering kali, makna hidup justru hadir dari hal-hal sederhana yang kita lakukan setiap hari dengan penuh kesadaran.”