LIFE

4 Mei 2026

WFI Economic Outlook 2026, Pertemuan yang Membahas Pertumbuhan dan Keberlanjutan di Masa Depan.


PHOTOGRAPHY BY Women Founders Indonesia

WFI Economic Outlook 2026, Pertemuan yang Membahas Pertumbuhan dan Keberlanjutan di Masa Depan.

Sore di Jakarta terasa berbeda hari itu. Di sebuah ruang semi kaca yang perlahan dipenuhi percakapan hangat dan langkah-langkah penuh tujuan, perempuan-perempuan dari berbagai latar belakang—pengusaha, profesional dan pemimpin—hadir dengan satu kesadaran yang sama: masa depan ekonomi tidak lagi bisa dibicarakan tanpa melibatkan suara mereka.

Di ruang itulah Women Founders Indonesia menghadirkan WFI Economic Outlook 2026: Navigating Growth and Sustainability, sebuah ruang temu yang tidak sekadar membahas angka dan proyeksi, tetapi juga merangkai harapan, strategi, dan keberanian untuk melangkah ke depan.

Momentum ini terasa semakin bermakna karena hadir di antara tiga refleksi penting: semangat Hari Kartini dan kesadaran Hari Bumi, sekaligus menandai dua tahun perjalanan Women Founders Indonesia. Di persimpangan nilai-nilai inilah, percakapan tentang pertumbuhan ekonomi menemukan dimensi baru—lebih inklusif, lebih berkesadaran, dan lebih berkelanjutan.


Ekonomi yang Bergerak, Perempuan yang Beradaptasi

Diskusi pertama membuka ruang untuk melihat ke depan: seperti apa wajah ekonomi Indonesia di tahun 2026, dan di mana posisi perempuan di dalamnya. Dipandu oleh Andini Effendi, percakapan mengalir antara data dan pengalaman, antara teori dan realitas sehari-hari. Ibu Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty S.E, M.E (Ketua Kakomtap 3 Kebijakan Ekonomi Kadin) dan Sia Nawir (Ekonom dan juga peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF))  membawa perspektif yang memperlihatkan bahwa ekonomi bukan sekadar grafik yang naik-turun, tetapi lanskap hidup yang terus berubah.

Di tengah ketidakpastian global—dari tekanan ekonomi hingga perubahan geopolitik—Indonesia tetap menyimpan peluang. Namun peluang itu tidak datang dengan sendirinya. Ia menuntut kesiapan, ketajaman membaca arah, dan keberanian untuk mengambil posisi.

Bagi perempuan, perjalanan ini sering kali memiliki lapisan tambahan. Bukan hanya soal membangun bisnis, tetapi juga mengelola akses terhadap modal, membangun jejaring yang sering kali belum setara, serta menembus batas-batas yang tak selalu terlihat namun terasa nyata. Namun justru di sanalah kekuatannya muncul.

Perempuan tidak hanya beradaptasi—mereka menemukan cara baru untuk bertahan dan tumbuh. Dari bisnis berbasis komunitas hingga inovasi digital, dari usaha kecil yang dirintis perlahan hingga ekspansi yang terukur, langkah-langkah itu mungkin tidak selalu bising, tetapi konsisten. Dan dalam konsistensi itulah, ketahanan dibangun.

Keberlanjutan: Dari Wacana Menjadi Cara Berpikir

Jika panel pertama berbicara tentang arah, panel kedua mengajak untuk melihat lebih dalam: bagaimana kita dapat memilih untuk bertumbuh.

Dipandu oleh Lintang Gustika dari Supernova Ecosystem, diskusi bersama Kuki Soejachmoen, Co-Founder Indonesia Research Institute for Decarbonization (IRID),Utari Octavianty (Co-Founder Aruna Indonesia), dan Nicole Jizhar (Executive Vice President MODENA Group) membuka perspektif bahwa keberlanjutan bukan lagi pilihan tambahan. Ia adalah pondasi.


Dunia usaha kini bergerak menuju kesadaran baru: bahwa pertumbuhan tanpa keberlanjutan adalah pertumbuhan yang rapuh. Praktik bisnis yang mempertimbangkan lingkungan, rantai pasok yang bertanggung jawab, hingga inovasi yang berpihak pada masa depan—semuanya bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan.

Menariknya, banyak perempuan secara alami telah membawa pendekatan ini dalam cara mereka memimpin. Ada sensitivitas terhadap dampak, ada perhatian pada detail yang sering terlewat, dan ada keinginan untuk membangun sesuatu yang tidak hanya besar, tetapi juga bermakna. Dalam percakapan tersebut, keberlanjutan tidak lagi terdengar seperti jargon. Ia menjadi cara berpikir, cara mengambil keputusan, bahkan cara membayangkan masa depan.


Ruang yang Mempertemukan, Energi yang Menggerakkan

Di luar panggung diskusi, ada dinamika lain yang tak kalah penting: pertemuan. Saling sapa di sela sesi, pertukaran cerita singkat yang berujung ide kolaborasi, hingga perkenalan yang mungkin menjadi awal perjalanan baru. Forum ini menjadi lebih dari sekadar acara—ia menjadi ekosistem kecil yang hidup. Di sinilah peran komunitas terasa nyata.

Sejak awal, Women Founders Indonesia dibangun bukan hanya sebagai komunitas biasa, tetapi sebagai ruang. Ruang untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama. Ruang di mana perempuan tidak perlu menjelaskan mengapa mereka ingin maju—karena semua orang di dalamnya sudah memahami.

Women Founders Indonesia membawa visi yang lebih besar dari sekadar program atau acara. Digagas oleh Victoria Tahir, inisiatif ini lahir dari keyakinan bahwa ketika perempuan diberi akses, dukungan, dan kepercayaan, dampaknya akan meluas jauh melampaui individu.

Sejak diluncurkan pada April 2024, WFI terus tumbuh sebagai komunitas yang merangkul berbagai latar belakang—dari pengusaha pemula hingga pemimpin industri. Setiap program, setiap diskusi, dan setiap pertemuan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem yang lebih setara. Dan WFI Economic Outlook 2026 menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan tersebut.


Menuju Masa Depan yang Lebih Sadar

Ketika acara berakhir, tidak ada kesimpulan tunggal yang menggema. Tidak ada jawaban pasti atas semua tantangan ekonomi yang akan datang. Namun ada sesuatu yang terasa jelas.

Bahwa masa depan tidak akan dibentuk oleh satu suara saja. Ia akan lahir dari percakapan, dari kolaborasi, dari keberanian untuk melihat tantangan sebagai peluang. Dan di tengah semua itu, perempuan hadir—bukan di pinggir, tetapi di pusat perubahan.

Dari ruang-ruang seperti inilah, arah baru mulai dirumuskan. Tidak selalu dengan gegap gempita, tetapi dengan keyakinan yang tenang dan langkah yang pasti. Karena pada akhirnya, pertumbuhan yang sesungguhnya bukan hanya tentang seberapa cepat kita melaju, tetapi tentang bagaimana kita memilih untuk sampai ke sana—bersama, berkelanjutan, dan penuh makna.