LIFE

15 Januari 2026

Ketika Solidaritas Menjadi Aksi: Perempuan, Fashion, dan Kepedulian untuk Aceh


PHOTOGRAPHY BY ELLE Indonesia

Ketika Solidaritas Menjadi Aksi: Perempuan, Fashion, dan Kepedulian untuk Aceh

Suatu sore di sebuah ruang hangat di selatan Jakarta, percakapan tentang gaun, sepatu, dan potongan busana pelan-pelan bertransformasi menjadi sesuatu yang jauh lebih bermakna. Dalam acara bertajuk “Bersama Untuk Sumatra”, sebuah inisiasi oleh Majalah ELLE Indonesia dan Lomma Space berupa penggalangan dana untuk masyarakat yang terdampak musibah bencana di Aceh dan berbagai wilayah lain di Sumatra, fashion di hari itu tidak berhenti sebagai gaya melainkan menjadi medium kepedulian.

    Lewat sebuah charity gathering yang intim namun penuh daya, ELLE Indonesia bekerja sama dengan Lomma Space menggelar kegiatan amal yang memadukan lelang barang-barang fashion, sajian hidangan, dan penampilan musik dari musisi kenamaan Rossa. Setiap kursi yang ditempati para tamu bukan sekadar tempat duduk untuk menikmati pertunjukan, melainkan sebuah kontribusi nyata. Sebuah keputusan sadar untuk ikut ambil bagian dalam kerja-kerja kemanusiaan.

    Hari itu, para tamu datang untuk duduk, mendengar, menyantap, dan menawar. Namun yang mereka lakukan sesungguhnya adalah hadir—dengan empati dan keberpihakan—bagi mereka yang jauh dari gemerlap kota: masyarakat di Aceh yang terdampak banjir besar pada Desember 2025.



Banjir, Lingkungan, dan Ketimpangan
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir 2025 bukan peristiwa tunggal yang lahir dari cuaca semata. Ia adalah akumulasi panjang dari kerusakan lingkungan, deforestasi, tata kelola ruang yang timpang, dan kerentanan sosial-ekonomi yang selama ini membebani kelompok paling rapuh. Rumah terendam, sekolah lumpuh, fasilitas umum rusak, dan yang paling terdampak hampir selalu perempuan dan anak-anak.

Dalam konteks inilah, kegiatan amal tidak bisa lagi sekadar dimaknai sebagai pengumpulan dana. Ia adalah pernyataan sikap.


Fashion sebagai Bahasa Solidaritas
Di Lomma Space, lelang preloved menjadi salah satu pusat perhatian. Bukan hanya karena busana yang ditawarkan memiliki cerita, tetapi karena mekanisme donasinya dirancang dengan kesadaran penuh. Seratus persen hasil penjualan preloved di Lomma Shop disumbangkan untuk Aceh. Sementara melalui HuntStreet, 20 persen dari seluruh penjualan selama acara turut dialokasikan untuk donasi.

Hasilnya konkret: Rp102.000.000 terkumpul—tanpa potongan biaya operasional apa pun. Seluruh dana disalurkan secara utuh melalui Yayasan HaKA, yang menurunkan timnya langsung ke lapangan. Penyaluran donasi dilakukan pada 2 Januari 2026, dengan pendekatan berbasis komunitas hingga tingkat RT di wilayah Aceh.

Bantuan yang diberikan pun bersifat fungsional dan berjangka menengah: school kit untuk anak-anak—tas, buku, pensil, pulpen—agar pendidikan tak berhenti; serta perlengkapan kebersihan seperti sapu, sekop, cangkul, kereta pengangkut lumpur, hingga mesin air untuk membantu warga membersihkan ruang hidup mereka.


Perempuan, Kepedulian, dan Kerja Sunyi
Ada sesuatu yang khas ketika perempuan bergerak dalam koridor kemanusiaan. Ia tidak selalu lantang, tetapi konsisten. Tidak selalu heroik di panggung depan, tetapi tekun di kerja-kerja sunyi. Acara ini digerakkan oleh semangat yang sama: perempuan-perempuan yang percaya bahwa empati harus diwujudkan menjadi aksi.

Sebagai media, ELLE Indonesia sejak lama memosisikan diri bukan sekadar sebagai penanda tren, melainkan ruang intelektual yang menghubungkan gaya hidup dengan isu sosial, keadilan, dan keberlanjutan. Dalam acara ini, nilai itu terasa nyata: fashion tidak berdiri sendiri, musik tidak sekadar hiburan, dan kehadiran tidak berhenti sebagai simbol.


Ketika Rossa menyanyikan lagu-lagu yang telah menemani banyak fase hidup pendengarnya, suasana menjadi reflektif. Ada keheningan singkat di antara nada, seolah semua yang hadir diingatkan bahwa di luar ruangan nyaman ini, ada kehidupan lain yang sedang berjuang untuk kembali pulih.


Lebih dari Sebuah Acara
Kegiatan amal ELLE Indonesia dan Lomma Space ini bukan tentang satu malam, satu panggung, atau satu angka donasi. Ia adalah pengingat bahwa dalam menghadapi bencana besar, yang sering kali berakar pada ketimpangan struktural, solidaritas harus bersifat kolektif, berkesinambungan, dan berpihak.

Di tangan perempuan, kepedulian menemukan bentuknya: dari meja lelang hingga ruang kelas darurat; dari busana yang berpindah tangan hingga alat kebersihan yang mengembalikan martabat ruang tinggal.

Dan mungkin, di situlah maknanya paling utuh: ketika gaya hidup bertemu nurani, dan kemanusiaan tidak lagi menjadi wacana, melainkan tindakan.