Raisa Bicara Perempuan Dalam Dunia Musik dan Persiapan Album Baru

Raisa for ELLE Indonesia June 2021 photography Ifan Hartanto styling Ismelya Muntu interview Rianty Rusmalia

Satu dekade mengukir karier, Raisa melejit lewat karya-karya kreatif. Mengukuhkan eksistensi dan musikalitasnya dengan mengeksplorasi dan menciptakan kebaruan.

Salah satu musisi Tanah Air yang tidak terhentikan oleh segala rupa tantangan akibat pukulan telak pandemi yang mengena nyaris seluruh pelaku industri kreatif. Raisa memulai kariernya pada 2010. Ia mulai dikenal publik lewat karya lagu berjudul Serba Salah. Tahun 2011, album debutnya berjudul Raisa dirilis dan disusul album berikutnya, Heart to Heart (2013) dan Handmade (2016). Berbagai penghargaan diterima perempuan kelahiran 1990 tersebut. Tahun 2012, Raisa memenangkan Best New Female Artist dalam ajang Anugerah Musik Indonesia. Dan tiga kali menerima piala Female Singer of The Year di Indonesian Choice Awards tahun 2014, 2017, dan 2018.

Pandemi Covid-19 tidak membuat Raisa kehilangan kreativitas dan produktivitas. Berbagai lagu serta album musik telah disiapkan, Raisa sedang mengerjakan album keempat yang rencananya dirilis pertengahan tahun 2021. Ia juga melahirkan single berjudul Ragu dan Kutukan (Cinta Pertama). Lewat video musik Kutukan (Cinta Pertama), Raisa menunjukkan penampilan yang playful. Tak lazim seperti penampilan Raisa yang biasanya. Ia tampil dengan tampilan kostum dari berbagai era. Mulai dari abad ke-18, hingga era ‘90-an. Suatu presentasi segar yang dihadirkan Raisa untuk memuaskan dahaga kita atas bakat-bakat terbaik musisi perempuan Indonesia.

Raisa for ELLE Indonesia June 2021 photography Ifan Hartanto styling Ismelya Muntu interview Rianty Rusmalia
Raisa for ELLE Indonesia June 2021 photography Ifan Hartanto styling Ismelya Muntu fashion Louis Vuitton makeup Bubah Alfian hair Riz Bay location Four Seasons Hotel Jakarta

Apa yang membuat Anda jatuh cinta dengan musik?

“Sebagai seorang introver, berada di atas panggung dan berkarier di bidang musik membuat saya punya keberanian dan kekuatan tersendiri. Musik juga mampu merobohkan batasan dan sekat-sekat antarmanusia. Dan membuat kita mampu bicara dari hati ke hati.”

Seperti apa peran musik untuk Anda?

“Musik mengisi kehidupan saya selama 11 tahun terakhir. Dan satu tahun belakangan sejak pandemi, rasanya ‘aneh’ sekali ketika harus kehilangan rutinitas pergi-pergi ke berbagai kota, bolak-balik ke hotel, menyanyi di panggung-panggung musik. Suatu kebiasaan besar yang hilang dari hidup saya. Saya merasa sangat beruntung bisa memiliki musik sabagai hobi sekaligus pekerjaan.”

Apa yang mendorong Anda untuk menyuguhkan kebaruan dalam karya?

“Beberapa tahun terakhir, saya banyak mengalami perubahan, terutama dalam kehidupan pribadi. Dan di saat pandemi, rasanya ada kekuatan
dan perspektif baru untuk menulis lagu dan menjadikannya sebuah album.”

Anda kerap mengangkat persoalan cinta dan relasi antarmanusia. Seberapa besar keduanya memengaruhi kreativitas Anda?

“Saya selalu tertarik dengan hubungan antarmanusia, termasuk tema cinta. Senang rasanya berkesempatan mengeksplor hubungan antarmanusia lewat lirik lagu dan musik. Saya sendiri sengaja menghindari kata-kata puitis sebab saya ingin siapa pun yang mendengar merasa terhubung dengan emosi di dalam lagu ini. Dengan menuliskan perasaan secara jujur lewat bahasa sehari-hari, saya berharap tidak ada jarak antara suatu karya dengan para penikmatnya. Sebagai musisi, saya harus secermat mungkin mengemas cinta dalam bentuk karya musik yang bisa dinikmati banyak orang.”

Rasanya tahun ini menjadi tahun tersibuk untuk Anda. Merilis single dan menyiapkan album baru. Seperti apa ceritanya?

“Album terbaru ini rasanya sangat personal, saya jauh lebih terbuka di album ini. Salah satunya disebabkan pengalaman dalam proses pendewasaan diri. Namun demikian, lirik tetap menjadi aspek utama. Saya memang selalu menekankan signifikansi lirik dalam sebuah lagu. Album ini sendiri bukan hanya bicara tentang jatuh cinta dan patah hati, tapi juga pengalaman saya terhadap cinta itu sendiri.”

Raisa for ELLE Indonesia June 2021 photography Ifan Hartanto styling Ismelya Muntu fashion Louis Vuitton makeup Bubah Alfian hair Riz Bay location Four Seasons Hotel Jakarta
Raisa for ELLE Indonesia June 2021 photography Ifan Hartanto styling Ismelya Muntu fashion Louis Vuitton makeup Bubah Alfian hair Riz Bay location Four Seasons Hotel Jakarta

Setelah sukses menyanyikan ulang ‘Bahasa Kalbu’ milik Titi DJ, Anda kemudian tampil berbeda dari biasanya di video ‘Kutukan (Cinta Pertama)’. Lewat ritme gitar groovy, ada nuansa segar terutama dari segi lirik. Apa yang hendak Anda sampaikan dari ‘kejutan’ ini?

Kutukan (Cinta Pertama) ditulis sejak September tahun lalu. Waktu awal kembali ke studio setelah sebelumnya berbulan-bulan di rumah. Karya ini merupakan materi yang saya kerjakan bersama tim produser Marco Steffiano, Adrian Rahmat Purwanto, Jessi Mates, dan Josh Kunze. Bercerita tentang perasaan seseorang dengan cinta pertamanya. Bukan hanya soal manisnya kenangan, tapi juga hal-hal menjengkelkan yang terkadang bikin kita susah melupakan cinta pertama. Di lagu ini saya melakukan eksplorasi salah satunya dengan menggunakan diksi yang satir namun terasa ‘playful’. Ditemani kejutan perubahan beat dan tempo yang laidback di bagian refreinnya.”

Bagaimana Anda melihat peran perempuan dalam dunia musik? 

“Keberadaannya sangat menentukan banyak hal, sekaligus mempengaruhi banyak aspek. Perempuan yang melantunkan, perempuan juga yang didendangkan oleh nyanyian. Kehadiran perempuan di dunia musik itu luar biasa besar pengaruhnya. Sebegitu kuatnya daya perempuan sampai sampai musik itu selalu terinspirasi dari perempuan. Baik tubuhnya maupun tingkah lakunya, perempuan selalu bisa melahirkan gagasan- gagasan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di dunia musik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.