20 Maret 2025
Ancaman Tersembunyi Kanker Kolorektal yang Sering Muncul Tanpa Gejala di Usia Senja

TEXT BY SITI NUR ARISHA
Bagi perempuan di usia produktif, menjalani keseharian yang dipenuhi dengan tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga dapat memicu kelelahan fisik maupun mental. Sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian atau sekadar untuk memanjakan diri, menikmati makanan favorit atau mencoba kuliner kekinian bersama keluarga dan rekan kerja sering menjadi pilihan yang menyenangkan.
Sayangnya, kebiasaan ini dapat menjadi bumerang bagi kesehatan, terutama jika disertai dengan pola hidup yang kurang sehat. Salah satu ancaman serius yang patut diwaspadai adalah kanker kolorektal, jenis kanker yang menyerang usus besar dan rektum. Kanker kolorektal dikenal sebagai silent cancer karena sering kali muncul tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Hal ini menyebabkan banyak penderita baru menyadari keberadaan kanker tersebut ketika kondisinya sudah memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, memahami gejala awal, faktor risiko, serta pentingnya deteksi dini menjadi langkah krusial untuk mencegah perkembangan penyakit ini.
Berdasarkan data medis, kanker kolorektal menempati peringkat ketiga sebagai jenis kanker yang paling sering menyerang pria maupun wanita. Meski demikian, banyak orang masih kurang memahami gejala awal yang mungkin timbul.
Menurut dr. Muhamad Yugo Hario Sakti Dua, Sp.PD-KGEH, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, beberapa gejala umum yang harus diwaspadai meliputi:
● Pendarahan dari dubur
● Adanya lendir atau bercak darah pada tinja
● Frekuensi buang air besar yang meningkat, tetapi tetap terasa tidak tuntas
Jika gejala ini mulai dirasakan, segera lakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Selain gejala tersebut, Dokter Hario juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker kolorektal, antara lain:
● Riwayat keluarga dengan kanker usus besar
● Faktor genetik
● Obesitas dan diabetes
● Polip pada usus besar yang belum ditangani
● Riwayat menjalani terapi radiasi di area perut atau panggul
Gaya hidup yang kurang sehat dapat menjadi pemicu utama kanker kolorektal. Konsumsi makanan tinggi lemak, rendah serat, serta terlalu sering mengonsumsi makanan olahan dan daging merah dapat meningkatkan risiko penyakit ini.
Selain pola makan yang buruk, kebiasaan lain seperti kurangnya aktivitas fisik, merokok, dan konsumsi alkohol berlebih turut memperburuk kesehatan saluran pencernaan. Meski kanker kolorektal umumnya terjadi di usia lanjut, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan buruk ini dapat memicu munculnya penyakit pada usia yang lebih muda.
Deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah perkembangan kanker kolorektal. American Cancer Society merekomendasikan skrining dimulai sejak usia 45 tahun. Bagi individu dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit ini atau faktor risiko lain, skrining sebaiknya dilakukan lebih awal.
dr. Hendra Nurjadin, Sp.PD-KGEH, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi di Mayapada Hospital Tangerang, menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kolonoskopi guna mendeteksi dini potensi kanker atau polip di usus besar. Terdapat dua jenis kolonoskopi yang bisa dipilih:
● Kolonoskopi Konvensional
Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan alat endoskopi berbentuk selang berkamera melalui dubur untuk melihat kondisi usus besar secara langsung. Meski efektif, prosedur ini terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pasien.
● Virtual Kolonoskopi
Alternatif ini menggunakan sinar-X dosis rendah untuk menghasilkan gambar 3D dari usus besar dan rektum. Selain lebih nyaman, prosedur ini juga lebih cepat, hanya memakan waktu sekitar 30 menit.
dr. Lukas Mulyono Samuel, Sp.PD-KGEH, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi di Mayapada Hospital Bandung, menegaskan bahwa kolonoskopi merupakan gold standard dalam deteksi dini kanker kolorektal. Prosedur ini mampu mendeteksi kelainan seperti polip atau benjolan kecil yang berisiko berkembang menjadi kanker.
Jika kanker kolorektal terdeteksi, tindakan utama yang biasanya dilakukan adalah pembedahan. dr. Taufik Budi Satrio, Sp.B-KBD, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif di Mayapada Hospital Tangerang, menjelaskan bahwa pilihan metode pembedahan akan disesuaikan dengan lokasi, stadium kanker, serta kondisi pasien.
Jenis tindakan operasi meliputi:
● Operasi Terbuka (Laparotomi): Melibatkan pembedahan besar untuk mengangkat bagian usus yang terinfeksi.
● Bedah Minimal Invasif (Laparoskopi): Prosedur ini menggunakan sayatan kecil yang lebih minim rasa sakit dengan waktu pemulihan yang lebih cepat.
dr. Rio Andreas, Sp.B-Subsp.BD(K), M.Biomed., FINACS, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif di Mayapada Hospital Bogor, menambahkan bahwa jika kanker terdeteksi pada tahap awal, peluang kesembuhan akan jauh lebih besar. Pengobatan kuratif dapat dilakukan melalui pembedahan, kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi dari ketiganya.
"Kemungkinan keberhasilan untuk sembuh akan jauh lebih besar jika kanker dideteksi sejak dini dan ditemukan dalam kondisi stadium awal. Jika masih pada stadium awal, tindakan pengobatan (kuratif) masih bisa dilakukan, dengan pembedahan usus untuk membuang kanker, kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi terapi tersebut.” ujar dr. Rio Andreas, Sp.B-Subsp.BD(K), M.Biomed., FINACS
Mayapada Hospital menyediakan layanan lengkap melalui Gastrohepatology Center yang didukung oleh teknologi medis terkini dan tim dokter multidisiplin yang ahli di bidangnya. Layanan ini mencakup pemeriksaan deteksi dini, diagnosis, hingga tindakan pembedahan untuk menangani gangguan saluran pencernaan pada pasien dewasa maupun anak-anak.
Untuk kemudahan akses layanan, Mayapada Hospital menyediakan aplikasi MyCare. Aplikasi ini memudahkan pasien dalam mengatur jadwal konsultasi, baik secara langsung maupun melalui layanan telekonsultasi. Selain itu, aplikasi ini dilengkapi dengan fitur Emergency Call untuk kebutuhan kegawatdaruratan.
Fitur Health Articles & Tips di dalam aplikasi menyediakan informasi dan tips kesehatan terkini. MyCare juga terintegrasi dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau aktivitas fisik, detak jantung, kalori yang terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).
Unduh aplikasi MyCare di:
● Google Play Store https://play.google.com/store/apps/details?id=com.mayapada
● App Store https://apps.apple.com/us/app/mycare-by-mayapada-hospital/id6443794744
Nikmati reward point berupa potongan harga khusus untuk pengguna baru di berbagai layanan kesehatan Mayapada Hospital.
Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan pada saluran pencernaan, jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan. Anda dapat menghubungi Gastrohepatology Center di Mayapada Hospital melalui call center di 150770 atau melakukan konsultasi langsung melalui aplikasi MyCare.
Deteksi dini adalah langkah pertama yang paling efektif untuk melindungi diri Anda dari ancaman kanker kolorektal. Jangan tunggu sampai gejala memburuk—ambil tindakan sejak sekarang untuk menjaga kesehatan Anda.