19 Maret 2025
Metode Efektif Menurunkan Berat Badan: Kardio atau Angkat Beban?

Text by Raniah Intan
Menjaga berat badan ideal tidak hanya dengan melakukan olahraga kardio seperti lari atau jogging. Kini, strength training atau latihan kekuatan semakin populer sebagai cara efektif untuk membakar lemak dan membentuk tubuh yang sehat, terlebih kombinasi antara strength training dan kardio terbukti ampuh untuk mengatasi penumpukan lemak pada perut.
Menurut dr. Elsye, SpKO, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Mayapada Hospital Kuningan, latihan kekuatan tidak hanya membantu mengurangi lemak tubuh, tetapi juga berperan dalam mengganti massa otot yang menyusut seiring bertambahnya usia. “Massa otot yang lebih kuat mampu membakar lebih banyak kalori, bahkan saat tubuh sedang beristirahat. Selain itu, latihan ini juga dapat mengurangi risiko cedera sendi dan membantu mengatasi nyeri pada kondisi seperti artritis dan back pain,” jelasnya. Selain manfaat pembakaran kalori, strength training juga memiliki dampak positif pada kesehatan tulang seperti mengurangi risiko osteoporosis, serta memperbaiki mood karena tubuh mengeluarkan endorphin yang dapat mengurangi depresi, dan kecemasan.
Lebih lanjut, dr. Surya Santosa, Sp.KO, dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menambahkan bahwa strength training perlu diawali dengan pemanasan selama 5-10 menit untuk mengurangi risiko cedera. “Mulailah dengan beban yang bisa diangkat sebanyak 12-15 repetisi, baik menggunakan berat badan sendiri seperti push-up maupun alat bantu seperti dumbbell dan resistance band. Tingkatkan beban secara bertahap, dan jika muncul nyeri, segera hentikan latihan dan sesuaikan beban yang digunakan,” paparnya. Selain itu, dr. Surya Santosa, Sp.KO juga mengimbau untuk mengistirahatkan otot selama 48-72 jam di antara sesi latihan setiap kelompok otot untuk mendukung proses pemulihan.
Bagi perempuan, disarankan untuk mengombinasikan strength training dengan latihan kardio untuk mendapatkan hasil optimal. Sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO), olahraga aerobik selama 150 menit per minggu dengan intensitas sedang atau 75 menit dengan intensitas tinggi, ditambah latihan strength training dua kali seminggu yang menargetkan kelompok otot utama seperti dada, punggung, bahu, perut, lengan, paha, pinggul, dan betis, bisa memberikan manfaat maksimal bagi tubuh.
Jika Anda baru memulai atau memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti obesitas, riwayat cedera, atau penyakit kronis, berkonsultasi dengan dokter spesialis sangat dianjurkan sebelum menjalani program latihan kebugaran. Untuk mengakomodasi hal ini, Mayapada Hospital menawarkan layanan Sports Injury Treatment and Performance Center (SITPEC) untuk membantu individu dalam merancang program olahraga yang aman dan sesuai kebutuhan. Layanan ini memberikan panduan berolahraga yang tepat agar kondisi tubuh Anda tetap terjaga, mulai dari pencegahan cedera olahraga, hingga pemulihan pasca-cedera dan pasca-operasi.
Dengan dukungan dokter spesialis serta fasilitas seperti Gym, VO2 Max, dan Body Composition Analysis, program latihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu, termasuk bagi penderita diabetes, hipertensi, atau penyakit kronis lainnya untuk mengontrol faktor risiko yang disesuaikan dengan kondisi Anda. SITPEC Mayapada Hospital dapat dijumpai di Mayapada Hospital Tangerang, Jakarta Selatan (Lebak Bulus), Kuningan Rasuna Said, dan Bandung.
Untuk kemudahan akses layanan kesehatan, Mayapada Hospital juga meluncurkan aplikasi MyCare yang menyediakan berbagai fitur seperti Health Articles & Tips dan Personal Health yang terhubung ke Google Fit dan Health Access yang dapat memantau aktivitas olahraga Anda dan menghitung Body Mass Index (BMI). Nikmati kemudahan layanan di Mayapada Hospital dan keuntungan lainnya dengan mengunduh aplikasi MyCare yang dapat diakses melalui:
- Google playstore : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.mayapada
- App Store: https://apps.apple.com/us/app/mycare-by-mayapada-hospital/id6443794744