21 Januari 2019
6 Desain Furnitur Ramah Lingkungan
Mycelium Lights karya Nir Meiri
Studio asal London kembali meluncurkan rancangan yang dekat dengan alam. Bekerjasama dengan BIOHM, sebuah instalasi peduli lingkungan, Nir Meiri memilih mycelium yang merupakan bagian dari jamur sebagai material utamanya. Material organik ini merupakan proyek yang sedang fokus diteliti untuk mengurangi penggunaan plastik pada furnitur. Diberi nama Mycelium Lights, table lamp ini menampilkan perpaduan esensi organis sebuah bentuk asli jamur dan material baja hitam yang solid. [gallery columns="2" size="full" ids="5804,5819"]Stool Nero karya Xavier Lorand
Aroma khas secangkir kopi di pagi hari menjadi inspirasi utama desainer asal Meksiko, Xavier Loránd dalam karya terbarunya bertajuk Nero. Stool bergaya modern berbalut unsur industrial ini bermaterial ampas kopi yang sudah dicampur dengan bio resin dan beton. Berkolaborasi dengan brand beton dekoratif ternama, Muro Blanco, stool Nero dihadirkan dalam pilihan warna natural dengan permainan tekstur yang mengingatkan akan sebuah secangkir kopi. [gallery size="full" columns="2" ids="5805,5807"]Pearl Collection dari brand Listone Giordano karya Irma Orenstein.
Brand flooring kenamaan asal Italia merangkul Irma Oresntein, arsitek asal Israel dalam merancang koleksi parket yang bertajuk Pearl Collection. Layaknya koleksi-koleksi sebelumnya, Listone Giordano tetap berpegang teguh pada prinsip eco-friendly dari proses pengaturan jumlah pohon di hutan pedalaman Burgundy, Perancis, sampai pada proses finishing pada parket kayu dengan teknologi yang menghasilkan hasil akhir alami namun berkualitas. Keunikan desain motif yang menyerupai efek kilau pasir di dasar laut menjadi nilai kemewahan yang ditawarkan koleksi yang diluncurkan dalam 5 opsi warna. [gallery columns="2" size="full" ids="5811,5808"]Anima karya Kosuke Araki
Berbeda dari tableware kebanyakan, koleksi bertajuk Anima ini menggunakan sisa makanan sehari-sehari sebagai material utamanya. Koleksi yang terdiri dari piring, mangkok, gelas, dan vas yang didominasi warna hitam ini merupakan kelanjutan dari koleksi Food Waste Ware karya Kosuke Araski di tahun 2013 silam. Kali ini, desainer asal Jepang ini menggunakan Urushi, cairan vernis yang sangat kental akan sejarah pembuatan keramik asli Jepang. Nilai limbah sisa makanan pun seakan lenyap dalam esensi budaya khas Jepang yang menawarkan bentuk sederhana berbalut keanggunan.