CULTURE

2 Juni 2026

Samantha Hauvette dan Lucas Madani Mengadopsi Kepekaan Desain khas Jepang dalam Rancangan Hunian Modern di Paris


PHOTOGRAPHY BY Matthew Avignone

Samantha Hauvette dan Lucas Madani Mengadopsi Kepekaan Desain khas Jepang dalam Rancangan Hunian Modern di Paris

Saat berkunjung ke kota paris, pandangan mata kita kerap dimanjakan oleh deretan bangunan berarsistektur Haussmann, Gothic, serta Art Nouveau. Pun bilamana sejumlah bangunan telah mengadopsi garis rancang kontemporer, karakteristik klasik yang menjadi pesona kotanya tetap terpancar. Lalu di suatu kawasan yang tak jauh dari area Bois de Boulogne dan Fondation Louis Vuitton, tampak sebuah hunian privat hidup berselimut kepekaan desain ala Jepang.

Kesan pertama dimulai dari muka hunian. Taman bergaya Jepang hadir menjadi latar yang mengelilingi bangunannya. Lantai kayu ipe bertekstur raw mengantarkan langkah masuk ke dalam rumah penuh kehangatan. Pintu masuknya terbuat dari material kayu yang dirancang beraksen cut-out. Desain khusus ini diketahui sengaja dibuat sebagai refleksi atas dunia di baliknya; sebuah dunia di mana segala keindahan tentang kehidupan terkurasi secara eklektik dengan menitikberatkan nilai-nilai keharmonisan antara desain, lingkungan sekitar, hingga kualitas hidup penghuni di tengah gempita kota yang menyala–nyala.


Adalah duo arsitek dan desainer interior asal Prancis dari biro desain Hauvette & Madani, Samantha Hauvette dan Lucas Madani yang mendalangi skema desain tersebut. Sejak awal, rencana keduanya memang ingin membangun sebuah hunian yang berdiri di atas dialog referensi desain yang kuat. Anda bisa merasakan arsitektural Tadao Ando dalam skema ruang terbuka menciptakan keterhubungan tanpa batas antara interior dan eksterior. Di saat bersamaan, ketegasan grafis dan keanggunan subtil dari Andrée Putman terefleksi dalam garis-garis bersih serta detail yang dikalibrasi dengan presisi. Hasilnya, sebuah perspektif tentang cara hidup penuh ketenangan.

Tempat tidur, dengan headboard custom, memiliki kehadiran yang hampir arsitektural—kokoh namun tidak mendominasi. Lampu dinding yang kecil dan terarah menciptakan titik-titik cahaya yang intim di antara tempat tidur. Seluruhnya ditata tanpa mengganggu keheningan. Begitu pula, tirai jendela yang diatur menjuntai untuk menghalau cahaya alami sehingga mengalir lebih lembut ke dalam ruangan.


Beranjak masuk, material kayu ek terlihat hadir sebagai benang merah yang menghubungkan spasial. Aplikasinya mengalir dari dapur, melalui kreasi kabinet custom yang dipadu aksen quartz rona hijau nan lembut. Di sana, objek-objek berbahan keramik yang telah terkurasi disusun berdampingan secara effortless.



Ketika bergeser menuju ruang makan, komposisinya semakin terartikulasi. Meja custom ditempatkan selayaknya pusaran dengan kursi-kursi bersiluet tegas dari koleksi Entremets berdiri mengelilinginya. Di atasnya, lampu gantung Brass and Jute menggantung rendah. Menciptakan keintiman bersemburat teatrikal tanpa dramatisasi. Setiap elemen dekoratif di ruangan ini tampak secara sengaja—namun terkesan effortless—dibuat saling berpadu untuk memperkaya keutuhan suasana.


Jantung kehidupan rumah terletak pada ruang tamu. Berdiri di tengah ruangan, sofa koleksi Entremets (termasuk armchair, floor lamp, dan meja) saling bersinergi menggurat kenyamanan hidup santai. Di sini, tidak ada furnitur yang terkesan mutakhir, ataupun didesain sangat sempurna. Meski begitu strategi ini memberikan suatu daya tarik tersendiri: sebuah estetika yang merayakan intimasi dan kekekalan abadi. Seolah-olah membawa penghuni menjelajah dunia tak berbatas. Atmosfernya yang berlapis terasa sangat personal.

Terorganisasi dalam tiga level, rumah ini menjaga ritme yang konsisten antara keterbukaan dan keintiman. Tangga berbalut permadani disorot pencahayaan lembut membawa gerak menuju lantai atas selayaknya transisi emosional yang tenang. Beranjak ke kamar anak, kelembutan diinterpretasikan secara lebih ringan serta taktis dengan material tekstil yang sarat kenyamanan. Tidak ada elemen yang berlebihan; semuanya dirancang untuk mendukung keseharian yang hangat dan intuitif bagi pertumbuhan anak. Bahkan kamar mandinya pun mempertahankan bahasa desain yang sederhana.


Puncak ketenangan rumah ini—bisa dibilang—berada di lantai paling atas, di mana rancangan kamar utama menawarkan spasial lindung yang merangkul kualitas hidup maksimal. Penataan ruangnya sophisticated. Setiap elemen, meliputi furnitur dan pencahayaan, memiliki peran fungsional yang masing-masing dirancang untuk berkontribusi menciptakan ketenangan bagi penghuni manakala beristirahat.



Kamar mandi utama turut melanjutkan narasi tersebut lewat pilihan material yang mempertimbangkan unsur tekstur. Pengalaman membasuh diri dari hiruk- pikuk dunia luar pun hadir melampaui fungsi ‘sekadar’ ruang kebersihan. Melalui material, serta kurasi furnitur dan objek dekoratif yang menitikberatkan seluruh aspek eksistensinya, Hauvette dan Madani seolah-olah menawarkan kedamaian sebagai nilai kemewahan masa kini di tengah dunia yang bergerak serba cepat.