LIFE

21 September 2026

Fashion Nation ke-20 Memaknai Waktu dalam Perpektif Era Modern


Fashion Nation ke-20 Memaknai Waktu dalam Perpektif Era Modern

photo DOC. Senayan City

Fashion Nation 2026 resmi digelar. The Fashion Icon Edit ialah tema spirit edisi ke-20 perhelatan mode tahunan besutan Senayan City tersebut. Dijadwalkan berlangsung pada 18-27 September 2026 di Main Atrium Senayan City, malam pembukaannya semarak dengan pagelaran mode bertajuk The Era Runway yang mempertemukan dua desainer mode Indonesia, Toton Januar dan Mel Ahyar. Melalui label masing-masing (Toton untuk TOTON; Mel Ahyar melalui Mel Ahyar Archipelago), keduanya berdialog terkait pemaknaan gagasan waktu dalam dunia mode.

TOTON (photo DOC. Senayan City)

Mel Ahyar Archipelago (photo DOC. Senayan City)

Toton menuangkan pemikirannya terkait waktu dalam koleksi Tempaan Kala. Rancangannya berangkat dari koleksi Kala, yang diluncurkan TOTON pada bulan Juli silam. Meski begitu, 48 looks persembahan TOTON kali ini mengeksplorasi lebih dalam kekuatan teknik artisan yang kompleks. Hampir seluruh busananya hasil buatan tangan manusia, termasuk penyematan kain Batik Tuban dan Batik Pekalongan di antara 20 looks yang disuguhkan. Di tengah industri yang kian terobsesi pada kecepatan produksi dan volume, pendekatan Tempaan Kala–sebagaimana judulnya sendiri—jelas menempatkan proses sebagai bagian integral atas nilai sebuah pakaian.



Desain khas TOTON membingkai narasi Tempaan Kala lewat permainan material, volume, dan konstruksi. Organza, lace, satin, dan tulle membangun romantisisme gerak busana bermaterial ringan. Spektrum warna netral yang terang—seperti putih dan beige—mendominasi palet warna koleksi. Sesekali aksen biru mencuat subtil di antaranya. Garis desainnya menerapkan drapery, pleat, serta permainan fasad yang menggurat keanggunan feminitas. Konstruksi pecahan keramik yang digubah menjadi korset turut menambah kuat aksen struktural pada sejumlah look. Kontras memang dijalin sebagai benang merah dalam padu-padan koleksinya. Celana bahan lace dipasangkan dengan rok rumbai, misalnya; atau legging Batik hadir bersama gaun floral 3D dan detail surai.





Penciptaan karakter rancangan Tempaan Kala kian menarik dengan sisipan elemen bebungaan di dalam pola styling. TOTON secara khusus menggandeng florist Jeumpa sebagai kolaboratornya. Kelopak, tangkai, dan dedaunan diolah menjadi headpiece hingga membentuk alur rambatan yang merajut keseluruhan konsep look.



Bilamana TOTON menitikberatkan proses dalam memanifestasikan waktu, Mel Ahyar menerjemahkannya lewat memori budaya. Melalui lini Mel Ahyar Archipelago, sang desainer mempersembahkan koleksi teranyarnya yang terinspirasi tradisi masyarakat Nias lewat tajuk Tanö Niha, Arsitektur Omo Hada, ornamen perang, perhiasan seremonial, hingga busana upacara adat menjadi referensi yang dikembangkan ke dalam siluet kontemporer.



Alih-alih mereplikasi elemen tradisional secara literal, Mel mengambil karakter visualnya untuk diadaptasi menjadi bahasa desain yang lebih modern. Detail tiga dimensi memancarkan aksen kuat, dipadu motif inspirasi ukiran batu Nias yang diterapkan pada permukaan busana yang tampak kokoh. Elemen tersebut kemudian dipadankan dengan oversized blazer dan sejumlah siluet khas Mel Ahyar. Hasilnya, garis desain yang seimbang antara kekayaan detail dan proporsi tegas.



Palet rona bumi, seperti hijau hingga hitam arang, berpadu tekstur woven khas tenun Nias dan kekayaan permukaan material. Garis desain yang clean menjaga keseluruhan tampilan tetap modern. Presentasi koleksi semakin memperkuat konteks budayanya melalui iringan musik tradisional Nias, diikuti penampilan spesial Anggun.


Edisi ke-20 Fashion Nation tahun ini turut bertepatan dengan kiprah berdirinya Senayan City. Momentum tersebut dirayakan melalui sejumlah inisiatif, termasuk peluncuran coffee table book edisi terbatas pada hari pembukaan. Dicetak sebanyak 20 buah, buku ini mengarsipkan kolaborasi, transformasi arsitektur, dan evolusi identitas Senayan City selama dua dekade. Sebagian dipersembahkan kepada tenant VIP dan mitra strategis, sementara koleksi lainnya ditempatkan di executive lounge dan luxury lounge. Selain meluncurkan buku, sebuah instalasi berjudul The Passage of Presence hadir menyambut pengunjung di lantai dasar.