LIFE

6 Februari 2026

Jung Kook Memaknai Kehidupan Masa Lalu dan Masa Kini


PHOTOGRAPHY BY Yoon Ji Yong

Jung Kook Memaknai Kehidupan Masa Lalu dan Masa Kini

styling Kim Young Jin; beauty editor Jung Young Ji; features editor Jeon Hye Ji; hair Kim Hwa Yeon grooming Kim Da Reum; translator Rasqia Farrasant

“Ritz (Le Ritz, C’est Ma Maison) adalah rumah saya,” ungkap Gabrielle Chanel pada suatu masa. Di sini tempat Gabrielle Chanel menghabiskan waktu dalam ketenangan. Namun suasana kamar suite di Hotel Ritz, Paris, ini sudah sibuk sejak pagi. Di saat bersamaan, Jung Kook memasuki ruangan. Kendati baru mendarat dari Seoul—masih sedikit jetlag—ia segera larut ke dalam euforia begitu pintu terbuka. Botol-botol parfum Chanel dari era 1920-an hingga 1950-an tersusun di atas sebuah meja. Jung Kook membelai setiap botol kaca dengan menatap hormat atas kepiawaian Chanel yang membiarkan tiap wewangian berdialog dengan dunia. Jung Kook memiringkan kepala dan membaca label pada botolnya. “Saya menyukai aroma ini,” katanya singkat. Bahkan sebelum ditunjuk sebagai ambasador global Chanel Beauty, ia telah mengenal aroma-aroma Chanel. Ketertarikannya tampak tertuju pada Bleu de Chanel, jelas bahwa pertemuan ini bukan sekadar sesi pemotretan biasa.


Jung Kook sangat dinamis. Terlepas dari jejaknya bersama BTS, ia menjadi musisi Asia pertama yang membuka Piala Dunia di negara lain, serta mencatatkan peringkat satu di Billboard HOT100 dan meraih titel Hot Shot. Musik dan performanya selalu terkurasi secara presisi, menanggalkan ornamen yang tidak perlu, dan berujung pada deretan pencapaian. Saat menciptakan No5 di tahun 1921, Gabrielle Chanel pun bertumpu pada ‘kemewahan dalam kesederhanaan,’ bukan aroma flamboyan yang dituntut zaman. Begitu pula arah bermusik Jung Kook. Alih-alih beat yang mengikuti tren, ia menampilkan suasana dan ruang yang tepat pada tempatnya—layaknya Bleu de Chanel yang sederhana namun berkarakter kuat. Dibalut atasan rajut lengan panjang berwarna putih, Jung Kook melangkah ke depan kamera dalam posisi yang sama di ruangan di mana Gabrielle Chanel menciptakan No5, No19, dan Coco Mademoiselle lebih dari seabad silam. Sesekali terdengar tawa kecilnya bergurau dengan tim. Jung Kook tidak pernah melebih-lebihkan dirinya. Dan justru ketulusan itulah yang selalu melahirkan momen-momen kejujuran. Ada seseorang yang bertumbuh lewat usaha, ada pula yang dicintai karena bakat alaminya; Jung Kook berjalan di antara keduanya.


Musim lalu, Anda tampak gemar berolahraga lari. Apa yang Anda pikirkan selagi berlari?

“Harus kurangi berat badan… harus sehat… harus sehat.”

Bagaimana pendapat Anda tentang kota Paris; apakah membuat Anda ingin berlari?

“Sebelumnya, saya lebih tertarik pemandangan malam Paris. Namun sekarang melihat Paris di siang hari, saya merasakan lebih banyak kehangatan. Sepertinya lebih menyenangkan untuk jalan-jalan daripada berlari.”

Pemotretan ini mengawali perjalanan Anda sebagai ambasador global Chanel Beauty. Bagaimana perasaan Anda?

“Saya benar-benar senang. Chanel adalah rumah mode yang terus berevolusi tapi tetap mempertahankan nilai-nilai ikonisnya. Saya juga ingin menjadi orang yang menjaga karakter pribadi selagi terus mencoba hal-hal baru. Karenanya saya merasa kolaborasi dengan Chanel Beauty ini semakin spesial.”

Terlebih Anda penggemar Bleu de Chanel sejak lama?

“Benar, saya suka bagaimana Bleu de Chanel mengekspresikan maskulinitas secara natural. Karena itulah saya sering menggunakannya.”

Sejak dirilis album Golden masih terus menerus mencetak rekor. Anda jadi musisi Korea pertama yang melampaui 10 miliar streaming di Spotify. Bagaimana perasaan Anda?

“Sulit digambarkan dengan kata-kata. Tetapi saya percaya bahwa saya pasti telah bertumbuh, baik dalam hal besar maupun kecil, bahkan pada bagian yang mungkin saya sendiri tidak sadari.”



Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Anda menyanyi sebagai bintang tamu ketika tampil live membawakan Standing Next To You di konser Jin. Ceritakan pengalaman itu?

“Sejujurnya, saya cukup gugup. Hahaha. Apalagi karena itu adalah konser solo Jin-hyung, dan saya benar-benar tidak ingin mengacaukannya. Yang paling membuat saya senang, dan juga paling penting, adalah fakta bahwa saya sedang tampil di hadapan para Army.”

Apakah para hyung masih jadi sumber kekuatan Jung Kook?

“Tentu saja. Kami memang tidak bisa bersama sesering dulu, namun mereka tetaplah orang-orang yang senantiasa memberi pengaruh positif bagi saya.”

Anda dijuluki Golden Maknae, tapi kini Anda punya banyak junior. Sebagai senior, apa pertanyaan yang sering diterima dari para junior?

“Uhm… sejujurnya, hampir tidak ada junior yang menghampiri saya dan bertanya duluan, sih. Hahaha.”

Bagaimana jika Anda bisa bertemu Jeon Jung Kook muda di era trainee BIGHIT MUSIC, adakah yang ingin Anda sampaikan kepadanya?

“Bahkan jika saya bertemu dengan diri saya di masa lampau, Jeon Jung Kook, saya tidak akan memberikan apa pun. Hahaha! Karena sesungguhnya diri saya sekarang ini dapat terbentuk berkat menjalani segala hal yang telah saya lalui.”

Anda telah berhasil mewujudkan impian akan kehidupan Anda saat ini. Bagaimana cara Anda mendefinisikan arti musik yang baik bagi Jung Kook saat ini?

“Saya masih berpikir bahwa musik yang baik adalah lagu yang mengandung pesan atau lirik yang baik; tidak terikat pada satu genre; dan barangkali bisa memberi kekuatan pada pendengarnya.”


Di titik apa Anda paling merasakan nuansa baru pada musik?

“Saat sedang mengerjakan sesuatu, atau ketika saya baru menerima sebuah demo lagu yang memiliki keunikan di telinga. Pada akhirnya, daya tarik lagu itu sendiri adalah nilai utama buat saya.”

Di atas penampilan tanpa cela, apa arti ‘good job’ bagi Anda saat ini?

“Sederhana saja, ketika ada orang yang berkata ‘keren’ saat melihat penampilan atau mendengar musik saya. Belakangan ini, daripada terlalu memikirkan hal-hal seperti itu, saya cenderung menerima apa adanya saja.”

Akhir-akhir ini Anda juga kerap melakukan siaran live untuk para penggemar.

“Benar, karena dengan begitu, saya bisa berkomunikasi lebih dekat dengan Army. Interaksi dengan mereka sangat menyenangkan.”

Anda tampaknya sangat menikmati momen live, terutama saat bermain game dan berfoto bersama penggemar lewat karakter game.

“Adalah hal yang baik ketika orang yang Anda suka datang untuk lebih dekat dengan Anda. Jadi, kalau saya bisa mendekat kepada orang-orang yang mendukung saya, saya akan melakukannya.”


Kita pernah memiliki masa di mana kita kerap keras terhadap diri sendiri—meski kita telah melakukan hal terbaik di mata orang lain. Jika Anda bisa—dan Anda sejatinya boleh—memberikan sekelumit pujian untuk diri sendiri, apakah itu?

“Saya rasa, fakta bahwa saya dapat bertumbuh dengan terus menantang diri sendiri… sudah layak pujian.”

Adakalanya Anda terlihat seperti anak laki-laki di Euphoria; lalu seseorang yang tumbuh lebih cepat layaknya dalam My Time. Kini, Jung Kook sedang berkelana di zona yang mana?

“Karena saya adalah orang yang mengekspresikan diri lewat musik, mungkin saya hidup di dalam waktu di mana orang-orang mendengarkan musik saya. Saya ingin selalu tinggal di dalam waktu tersebut.”

Anda telah berlari tiada henti, dan bersiap melangkah lebih jauh lagi. Apa yang Anda harapkan dapat menanti Anda di ujung perjalanan?

“Cukup… satu hari yang bisa saya jalani sambil tersenyum.”

Apakah musim mendatang akan jadi lebih istimewa bagi Jung Kook—juga kami semua?

“Saya rasa, ini akan menjadi musim yang lebih penting dari sebelumnya. Hahaha. Jadi, saya sungguh berharap kita bisa menjalankan musim ini dengan baik dan lancar.”