5 Tips Menjalin Hubungan dengan Pasangan Kontras Kultur

Love for everyone!

 

 

Banyak orang bilang ‘cinta tak kenal usia’ dan beberapa bilang bahwa cinta itu takdir, di mana pun dan kapan pun bisa tiba-tiba saja hadir. Pasti Anda pernah sesekali terpikirkan seperti apa pasangan Anda di masa depan, berlaku juga bagi Anda yang sekarang sudah memiliki pasangan ketika dulu menebak-nebak pasangan Anda sekarang ini. Siapa pun bisa menjadi pasangan Anda dan segala yang rasanya impossible bisa jadi mungkin. Who knows bila Anda tidak sengaja bertemu dengan seseorang ketika sedang berlibur keliling Eropa, lalu bertemu seseorang dan jatuh cinta seketika?

Memiliki pasangan dengan latar belakang budaya yang kontras merupakan fenomena dan pemandangan yang sekarang hampir dapat ditemui di mana-mana. Mulai dari perempuan berdrah Jawa otentik yang menikah dengan laki-laki asal Jerman, pasangan keturunan Jamaika dengan seseorang asal Brooklyn, hingga orang Kolombia dengan orang Iran yang memilih tinggal dan hidup bersama di negara yang bukan kampung halaman keduanya. Kisah-kisah para pasangan interracial mungkin umumnya terdengar indah dan diidamkan cukup banyak orang, namun sebenarnya perbedaan latar belakang dan budaya yang kontras memberikan tantangan lika-liku tersendiri dalam hubungan. Culture shock yang muncul di antara kedua pasangan bukan hal yang sepele dan bisa berakibat fatal dalam suatu hubungan apabila tidak diatasi bersama.

  1.  Missunderstanding: Language and body language

First of all, komunikasi adalah kunci terpenting setelah urusan hati. Perasaan yang sudah dibangun sejak lama bisa runtuh perlahan apabila komunikasi tidak perhatikan. Dalam hubungan kontras budaya, masalah komunikasi dapat terjadi pada hal yang paling mendasar, yaitu pemahaman bahasa. Beda negara, beda bahasa bahkan terkadang berbeda pula makna bahasa tubuhnya. Jika kedua pasangan menguasai bahasa internasional dengan baik maka tidak masalah, tetapi apabila keduanya tidak begitu fasih dengan bahasa inggris maka akan sulit. Ada baiknya apabila kedua pasangan saling mempelajari bahasa ibunya masing-masing, misalnya dengan mengikuti kursus bahasa jika diperlukan. Kehadiran kamus dan aplikasi bahasa asing online pun saat ini juga dapat mempermudah anda.

  1. Get familiar with the different culture

Kebiasaan dan budaya setiap negara yang berbeda-beda memang membutuhkan adaptasi yang tidak sebentar. Perlu pengetahuan yang cukup dan pengalaman langsung untuk dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Anda dan pasangan bisa mencoba tinggal di negara asal masing-masing selama beberapa tahun secara bergantian untuk dapat mengenal budaya serta tradisi masing-masing. Untuk dapat menerima hal baru, Anda harus membuka diri dengan kebiasaan-kebiasaan negara pasangan Anda terlebih dahulu. Praktikan dengan hal-hal mendasar seperti memasak masakan khas negara pasangan masing-masing dan menjadikannya sebagai makanan sehari-hari dengan cara berganti-ganti menu.

  1. Different perspective

Terlebih antara negara-negara benua Asia dengan benua Eropa, perbedaan cara berpikir juga dapat menjadi penghambat kelancaran suatu hubungan. Anda tidak bisa memaksakan pasangan Anda untuk berpikir secara lebih konservatif atas keyakinan Anda, begitu pula pasangan Anda yang juga tidak bisa selalu memaksa untuk memiliki pemahaman yang liberal. Kuncinya adalah toleransi dan kompromi, hargai cara pandang pasangan Anda sekalipun dalam berargumen. Jika Anda rasanya mulai menyerah dengan perbedaan tersebut, ingat saja rasa cinta Anda dengan pasangan lah yang mampu mencairkan ego masing-masing.

  1. Know your parents in law better

Keluarga adalah unit terkecil dengan fondasi dan pengaruh terkuat terhadap seseorang. Oleh karena itu, penting untuk Anda dan pasangan untuk saling mengenal lebih baik orang tua masing-masing. Perbedaan budaya dan topik small-talk mungkin akan membuat Anda sulit berkomunikasi di awal, tetapi Anda bisa mengawali pembicaraan dengan membicarakan topik-topik yang universal seperti menanyakan kabar atau membicarakan cuaca hari ini. Jika ingin mengadakan pertemuan makan malam, perkenalkan juga masakan homemade tradisional negara asal Anda.

  1. Sense of humor!

Well, hal ini terdengar sepele tapi akan sangat memberikan warna dalam hubungan Anda. Bila habit bercanda Anda dan pasangan tidak cocok, then create a new one! Anda bisa membuat candaan ‘baru’ atau sekadar bertingkah konyol terhadap satu sama lain. Jika situasi semakin asyik dan tiba-tiba berujung pada kesalahpahaman, just make things clear as simply saying, “Honey, it’s just part of the jokes!”

Comments

Share this article: