7 Inovasi Christopher Bailey untuk Trench Coat Ikonis Burberry

From kitsch to sexy!

Semula diperuntukan untuk kepentingan militer, trench coat lansiran Burberry kini menjadi sebuah iconic pieces. Fungsional dengan material gabardine yang tahan akan air, klasik dengan siluetnya yang sturdy, dan tentunya timeless lewat warna beige. Selama 17 tahun kepemimpinannya di Burberry, salah satu kunci kesuksesannya dalam mentransformasikan label historis Inggris ini menjadi salah major player luxury brand adalah sensibilitasnya dalam mengdaptasikan trench coat Burberry sesuai dengan selera pasar. Meski model klasik tetap menjadi favorit konsumen, namun Bailey membuktikan bahwa classic pieces ini dapat tampil modern, sexy, dan kitsch.

Berikut ELLE memilihkan 7 inovasi yang dihadirkan Christopher Bailey bagi trench coat Burberry.

Spring/Summer 2010

Could you make it shorter and sexy? Yes, please! Pada musim spring/summer 2010 Christopher Bailey membuktikan bahwa trench coat dari Burberry dapat tampil sexy. Ia memotong hemline menjadi pendek yang seolah menggelorakan spirit “show your killer legs, girl”. Bailey juga membuatnya menjadi sebuah mini dress beraksen ruched.

Fall/Winter 2010

Musim fall/winter 2010 menandai akan kepopuleran kembali gaya militer di panggung fashion. Salah satu pionirnya adalah Burberry. Christopher Bailey sadar betul akan kaitan tren militari dengan legacy dari Burberry. Ia menawarkan rangkaian structured coat dan blazer berkancing emas dengan aksen shearling. Namun yang paling mencuri perhatian adalah trench coat dalam bermaterial fur dan shearling yang menjadi look penutup. It’s very non chalant yet effortlessly glamour.

Spring/Summer 2011

Material turut menjadi elemen yang diolah Christopher Bailey kala menggubah trench coat Burberry. Pada musim spring/summer 2011 ia memilih kulit python yang eksotis. Lebih dari sekadar desain yang luks ia bahkan menambahkan detail spikes di bagian bahu. Perempuan Burberry yang ia gambarkan sebagai sosok yang edgy.

Spring/Summer 2013

Color, color, and color. Di musim spring/summer 2013 Christopher Bailey memilih pulasan warna pastel pada trench coat Burberry. Tampilannya yang hyper saturated seolah membuktikan pemahamannya akan preferensi konsumen muda yang selalu tertarik akan desain yang bold dan instantly recognizable.

Spring/Summer 2014

It’s all about details. Nuansa romantis dicoba Christopher Bailey untuk koleksi spring/summer 2014. Material lace dalam warna pastel dengan sentuhan embellishment menjadikan trench coat Burberry di musim ini terasa alluring dan feminin.

Spring/Summer 2015

“The Birds and The Bees” adalah tema yang dipilih Christopher Bailey untuk koleksi spring/summer 2015. Nuansa playful yang terbayang dari inspirasinya dituangkan dalam trench coat berbahan linen berhiaskan motif old book cover. Di finale para model bahkan berbalut dalam beragam warna.

Fall/Winter 2017

Tahun ini Inggris mengalami revolusi diplomasi dengan memutuskan keluar dari Uni Eropa. Peristiwa yang populer disebut Brexit tersebut memunculkan pertanyaan di benak warga Inggris mengenai identitas dan masa depan mereka. Hal tersebut nampak turut mencuri perhatian Christopher Bailey yang pada koleksi ini memutuskan untuk berfokus pada motif check ikonis milik Burberry. Jauh dari kata kuno, Christopher Bailey justru bermain dengan nuansa street wear sesuatu yang mungkin ia baru pelajari dari kolaboratornya Gosha Rubchinskiy.  Look nomor 73 ini di mana model Cara Taylor yang juga mengenakan topi cap bermotif senada langsung mencuri perhatian. Logo selalu menjadi elemen yang tricky untuk dikenakan. Namun pesan lain datang dari tampilan look ini yang terasa rebel karena terasa berlawanan dengan visi modern luxury yang selalu mengedepankan nilai discreet dan elegan, nostalgic karena mereferensikan gaya dari dekade ’90-an, dan merupakan sebuah testamen akan masa lampau dan masa depan.  The next chapter of Burberry has already begun.

Comments

Share this article: