Relationship

REDEFINING ‘IT’ MAN: Exciting Bad Boy atau Steady Nice Guy?

01 Jan 2017 13:00 by: Giovani Untari

Almarhum Heath Ledger sebagai Patrick Verona dalam film 10 Things I Hate About You. Ryan Gosling sebagai Jacob Palmer dalam film Crazy, Stupid, Love. Ryan Renolds sebagai Wade Wilson dalam film Deadpool. Saya tambahkan lagi nama-nama sebagai berikut: almarhum Jim Morrison dari The Doors, Johnny Depp, dan Chuck Norris.

Dari rentetan nama yang sudah saya sebut di atas, seharusnya miliaran neuron di otak Anda langsung terkoneksi untuk memproses informasi. Mengidentifikasi kesamaan. Menciptakan asosiasi. Dan bila konklusi Anda mewujud menjadi dua kata: ‘bad boy’ (dengan diiringi mata yang berbinar-binar), mari duduk sejenak bersama saya. Dari dulu sampai sekarang, berdasarkan informasi yang terhimpun dari obrolan atau artikel di media, serta pesan blak-blakan maupun terselubung yang terhantarkan melalui sinema dan musik, saya sudah berlapang dada bahwa bad boy telah bersinonim dengan the ultimate guy crush. Bagi yang merasa mengenakan label ‘nice guy’, silakan menghibur diri dengan merapal mantra berikut: Peter Parker, Ted Mosby, Harry Potter, Mark Zuckerberg.

Menurut saya, tidak ada gunanya mempertanyakan dan meragukan kehebatan the oh-so-adorable-and-unbeatable bad boy. Apalagi, sejumlah teman perempuan dengan berbagai status yang belum lama ini saya tanyai perihal bad boy vs nice guy, sebagian besar memvalidasi diri sebagai simpatisan si anak badung. Teman yang mengaku masih melajang, menganggap bahwa bad boy itu insecure, egois, tetapi fun, berani, dan adventurous. Sedangkan nice guy adalah pasangan yang ideal dan bertanggung jawab, tetapi sedikit membosankan karena kadang terlalu banyak pertimbangan. Teman lainnya yang sudah memiliki pasangan namun belum menikah, memandang bad boy sebagai lelaki yang selalu menarik dan membuat penasaran ketimbang nice guy yang less attractive.

Teman yang sudah menikah dan memiliki anak, tanpa ragu berseru “Bad boy! Lebih greget! Lebih appealing!” Menurutnya, bad boy menjamin keseruan dan tantangan, karena memerlukan usaha mati-matian untuk bisa menaklukkannya. Namun, seorang teman yang berstatus pernah menikah, berbagi cerita dengan saya bahwa ia pernah ditaksir oleh seorang bad boytampan dan kharismatik, yang menjadi pujaan entah berapa banyak perempuan. Teman saya ini ternyata mengambil keputusan anti mainstream: memberikan penolakan. Alasannya? “Di setiap belokan jalan, ada pacarnya. Malas banget,” ungkapnya. Teman saya pun memilih berpacaran dengan sosok lelaki kebanyakan.

Kalau kita tidak bisa menyangkal kedigdayaan bad boy, bagaimana jika kita melakukan sesuatu untuk nice guy? Saya yakin, the Force is strong with this one. Karena masih dari beberapa narasumber yang sama, setelah menggali lewat sejumlah pertanyaan, saya menyimpulkan satu hal: dalam hal pasangan hidup, kriteria mengerucut pada sosok nice guy, meski tidak terkesan eksplisit. Bahwa pada akhirnya, hubungan jangka panjang yang serius, memang membutuhkan figur lelaki baik yang bertanggung jawab, penuh komitmen, lebih aman, dekat dengan keluarga, dan bisa diandalkan.

Saya membayangkan sebuah lintasan lari 400 meter dengan para perempuan sebagai peserta. Di setiap garis batas 100 meter, 200 meter, 300 meter, hingga 400 meter, berdiri sepasang bad boy dan nice guy. Saat mencapai 100 meter, 200 meter, dan 300 meter, para peserta berhamburan memeluk bad boy (meski ada juga yang memberikan senyum terbaiknya kepada sang nice guy). Memacu diri semaksimal mungkin dan akhirnya menggapai garis finish di 400 meter, para peserta pun tidak ragu untuk menggandeng (atau mungkin mengarak?) the nice guy. Intisarinya, bad boy adalah perhentian sementara, dan nice guy adalah kepingan pelengkap untuk menghabiskan sisa hidup. Or is it?

Mengotak-ngotakkan bad boy dan nice guy dengan meniadakan kemungkinan status in-between bisa dibilang mencerminkan ketidakterbukaan pikiran. Lelaki, seperti halnya semua makhluk hidup yang berjalan di muka bumi, tidak bisa dilihat secara satu dimensi saja. Paket kombo bad boy dan nice guy dalam diri seorang laki-laki bukanlah suatu kemustahilan, tetapi bisa menjadi sebuah keniscayaan. Menurut rekan kerja saya yang berjenis kelamin laki-laki, ada yang lebih penting dari sekadar dikotomi bad boy dan nice guy, yaitu ada tidaknya elemen ‘badassery’. Inilah ‘the Force’ yang saya sempat singgung tadi. Seorang geek, yang notabene identik dengan nice guy, tidak bisa tidak terlihat uber cool ketika ia bertindak sebagai arsitek dari sederet produk mengagumkan yang berlogo buah apel tergigit. Yes, Steve Jobs was a badass geek.

Sebaliknya, seorang rock star (top of mind untuk figur bad boy) yang telah menjadi bapak rumah tangga, tetap terkesan badass ketika setelah menidurkan anaknya dengan penuh kasih sayang, ia kembali masuk ke studio di rumahnya. Menenggak sebotol wine, menulis lagu, dan bermain musik seolah tiada hari esok (hello, Dave Grohl). Silakan dipilih sesuai selera Anda. Mengutip pernyataan teman saya yang telah menikah dan memiliki anak, hal yang tidak boleh dilupakan adalah membiarkan pasangan menjadi dirinya sendiri karena di situlah ia menjadi sosok yang keren tiada tara. Ah, ini dia. Ayo, pesan bir terdingin, dan kita bersulang untuk merayakan hibrida ‘bad’ dan ‘nice’ dalam diri kita semua!

 

TEXT: Hermawan Kurnianto

BAGIKAN HALAMAN INI:

Updates
Horoscope
Aquarius
Wujudkan rencana seru bersama teman – teman
20 JANUARI – 18 FEBRUARI
Taurus
Bersiaplah akan hal yang menguras energi
21 APRIL – 20 MEI
Aries
Jangan ragu memulai hal baru
21 MARET – 20 APRIL
Sagittarius
Keep everything simple
23 NOVEMBER – 20 DESEMBER
Cancer
Akan terjadi perubahan signifikan
21 JUNI – 20 JULI
Libra
Recharge pikiran dengan melakukan hobi
23 SEPTEMBER – 22 OKTOBER
Leo
Saatnya memberi keputusan
21 JULI – 21 AGUSTUS
Gemini
Istirahat cukup merupakan hal yang tepat
21 MEI – 20 JUNI
Pisces
Cek kembali strategi untuk mencapai goal
19 FEBRUARI – 20 MARET
Virgo
Hadapi godaan dengan sabar
22 AGUSTUS – 22 SEPTEMBER
Capricorn
Latih kemampuan untuk bisa presisi di pekerjaan
21 DESEMBER – 19 JANUARI
Scorpio
Mimpi Anda bisa jadi clue masa depan
23 OKTOBER – 22 NOVEMBER