Kim Kardashian West Bicara Pernikahan dan Batasan Anak

Kim Kardashian West ELLE Indonesia Cover

Kim Kardashian West dan Kanye West rayakan empat tahun usia pernikahan! Simak interview eksklusif ELLE bersama anak kedua keluarga Kardashian sekaligus pemilik lini KKW Beauty ini.

Selamat ulang tahun pernikahan Kim Kardashian West (37) dan Kanye West (40)!

Perempuan yang jadi bintang cover ELLE Indonesia edisi Mei 2018 itu menikahi sang rapper pada 24 Mei 2014. Anda tentu masih ingat resepsi megahnya di istana Fort di Belvedere di Florence, Italia. Plus, gaun pengantin putih rumah mode Givenchy yang dirancang khusus oleh sahabat baiknya, Riccardo Tisci.


Tahun ini, pasangan tersebut merayakan usia pernikahan keempat. Itu bukan hal mudah untuk dijalani, terutama jika Anda selebriti dengan popularitas sekelas Kim. Bayangkan saja, publik media sudah menghitung rentang usia pernikahannya dan diramalkan tiak akan bertahan lama.

Meski begitu, Kim-dengan segala sensasi yang ia ciptakan-buktikan, mampu menjaga keluarganya tetap utuh. Bahkan, kian menguat seiring bertambahnya anggota keluarga. Katie L. Connor secara khusus menemui salah satu keluarga Kardashian itu di rumahnya.

Intimasi dengan Kanye

Best surprise ever! 💍⚾️

A post shared by Kim Kardashian West (@kimkardashian) on


“Hubungan kami saling mengisi. Kanye mengajarkan saya untuk lebih banyak mengeluarkan pendapat. Sebagai ganti, saya mengajarinya untuk sedikit lebih berhati-hati dan mengatur kondisi diri lebih tenang.”

Kim membantah seluruh rumor tentang kehidupan rumah tangganya merenggang. Meski banyak sensasi menghinggapi, ia tekankan itu tidak berpengaruh terhadap pernikahannya. Pernikahannya berjalan baik. Asmaranya bersama Kanye berkembang, seiring bertambahnya anggota keluarga Kardashian West.

Rencana Anak ke-4

Kini, Kim memiliki tiga orang anak: North (Northy-Lou), sulung usia 4 tahun; Saint (Sainty-Boo) berumur 2 tahun; dan Chicago West (Chi) baru genap 4 bulan. Jika ada kemungkinan bertambah, ia amat tidak keberatan. Tapi empat anak adalah batasnya.

“Lebih dari itu, saya tidak merasa akan sanggup mengurus mereka. Waktu saya akan terbagi tipis. Selain itu, saya pikir penting untuk seorang ibu juga memberikan atensinya sama rata kepada suami,” jelasnya.

Izin Tidak Hamil

Kim Kardashian West ELLE Indonesia Cover

Foto oleh Bob Gorge; Pengarah Gaya: Anna Trevelyan

Usai Kim menderita plasenta akreta selama dua kali melahirkan, dokter menyarankannya untuk tidak lagi hamil. Makeup mogul ini cerita soal komplikasi rahimnya.

“Plasenta Anda harusnya ikut keluar ketika melahirkan. Tapi, milik saya tertanam di dalam. Hal itu menyebabkan pendarahan hebat. Seringkali sulit diatasi hingga bisa memicu kematian. Untuk mengeluarkannya, dokter perlu mengikis plasenta tersebut secara manual. Ia memasukkan seluruh tangannya ke dalam tubuh saya. Dan itu amat sangat menyakitkan,” kisah Kim.

Kala itu, sang ibu, Kris Jenner, mendampingi di dalam ruangan. “Jika Anda menyinggungnya soal ini, ia akan menangis. Momen itu benar- benar traumatis, masih sampai hari ini,” katanya.

Akhirnya, untuk anak ketiga, Chicago, Kim dan Kanye menggunakan program surrogates alias ibu pengganti. Kim mengaku tidak menyenangi istilah kedokteran tersebut.


“Disebut pengganti ketika DNA-nya berasal dari pertemuan sperma suami dan embrio sang ibu pengganti. Chicago seutuhnya hasil kawin DNA milik saya dan Kanye. Secara teknis, ia hanya sebagai pembawa kehamilan.” jelasnya.

Kim mendapat calon pembawa kehamilannya dengan bantuan agency. Tetapi tetap ia dan Kanye seleksi dan wawancara sendiri. Saat melihat kandidatnya, Kim segera tahu yang mana pilihannya.

“Saya tidak suka hamil. Namun, sebesar itu pula saya masih berharap mengandung anak saya sendiri. Awalnya, kenyataan ini sangat berat dipahami. Tapi, ketika sudah merelakannya, ini adalah pengalaman menakjubkan. Bahkan, saya menganjurkan program ini kepada semua orang,” ujar Kim.

Cerita Istimewa Kelahiran Chicago


Dengan proses surrogates yang cukup tidak biasa, Kim punya permintaan khusus. Pertama, anak-anaknya harus lahir di Los Angeles dan ditangani oleh dokter pribadinya. “Ia tidak keberatan dengan hal ini,” katanya.

Kedua, Kim juga menyarankan untuk sang pembawa kehamilan mengonsumsi makanan organik. Namun, ia masih memberi kelonggaran soal. “Saya makan donat setiap hari. Jadi, jika ia menginginkan sepotong donat atau es krim, saya tidak akan melarangnya. Hal itu sungguh konyol,” ujarnya.

(Interview adaptasi terjemahan dari ELLE USA edisi April 2018. Artikel lengkap versi bahasa Indonesia dapat dibaca dalam majalah ELLE Indonesia Edisi Mei 2018)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *