LIFE

19 Maret 2024

Rossa Tak Sekadar Meramu Romantisisme Dalam Lirik yang Jadi Nyawa Musiknya


Rossa Tak Sekadar Meramu Romantisisme Dalam Lirik yang Jadi Nyawa Musiknya

photography Andre Wiredja; styling Ismelya Muntu; fashion Sean Sheilla for Pillar (atasan); jewellery Bulgari; makeup Aditya; hair Yez Hadjo.

Salah satu  penyanyi Indonesia terlaris sepanjang masa yang melejit lewat lagu-lagu khas sendu berlirik puitis nan romantis. Perempuan yang mengukir karier sejak tahun 1996 ini kerap mencetak lagu-lagu hit dan meraih berbagai penghargaan untuk album-albumnya. Sudah ratusan single dan album musik serta puluhan konser tunggal yang diselenggarakan di Indonesia dan beberapa negara tetangga. Di bawah naungan label Trinity Optima Production (sebelumnya bernama Dian Records/Pro-sound), musisi ini juga telah menjual lebih dari 11 juta keping rekaman album fisik pada tahun 2021. Album-albumnya telah dipasarkan di kawasan musik Asia Tenggara hingga Jepang. Selama 25 tahun berkarya, Rossa telah memiliki lebih dari 115 awards, lebih dari 155 lagu soundtrack, lebih dari 130 lagu hits di radio, penjualan album fisik lebih dari 11 juta keping hingga tahun 2020, sekaligus menjadi penyanyi perempuan yang paling banyak di-streaming di semua platform digital. Sederet kontribusi Rossa yang mempertegas posisinya sebagai salah satu musisi perempuan berbakat di industri musik Tanah Air.

Tahun 1988 Rossa pernah mengeluarkan album anak-anak. Sayangnya tidak mendapat sambutan positif. Ia kemudian mengentak panggung musik Tanah Air lewat lagu Nada-Nada Cinta (1996) yang diikuti perilisan album Tegar (1999) yang meraih 4 platinum awards. Musik nelangsa semakin sering menyuara, tapi sesungguhnya Rossa lebih dari sekadar musik melankolis yang terdengar galau dan murung. Latar belakang Rossa yang tumbuh sebagai sosok perempuan mandiri sejak dini membuat ia tidak hanya pandai melagukan kisah cinta sederhana dalam bahasa puitis. Lagu-lagu Rossa yang bertajuk Hey Ladies dan Lupakan Cinta adalah potret bagaimana sang musisi bisa memasukkan isu keberdayaan perempuan dalam metaforis tak terduga. “Saya selalu melihat isu perempuan adalah salah satu isu penting yang perlu terus-menerus digaungkan, salah satunya lewat jalur musik. Semangat women empowerment saya upayakan selalu ada dalam setiap karya- karya karena sejak lama saya meyakini bahwasanya perempuan itu punya kekuatan yang tidak main-main, tidak semestinya perempuan dianggap sepele apalagi dijadikan warga kelas dua karena perempuan selalu bisa berdaya dengan cara apa pun,” kata Rossa.

photography Ryan Tandya; styling Ismelya Muntu; fashion Sean Sheilla for Pillar (atasan); jewellery Bulgari; makeup Aditya; hair Yez Hadjo.

Durasi 28 tahun jelas bukan waktu yang sebentar. Dan rasanya tidak ada orang Indonesia yang tidak tahu Rossa. Namun Rossa tidak terkenal secara instan. Dia tidak tiba-tiba masuk menduduki kursi ketenaran. Rossa memulai perjalanannya dari nol. Menyanyi dari satu panggung ke panggung lainnya saat tidak seorang pun mengenal siapa penyanyi ini. “Apa yang membentuk diri saya saat ini sedikit banyak pasti dipengaruhi peristiwa dan pengalaman masa lalu. Saya memulai karier dari bawah dengan penuh tantangan dan kesulitan. Saya ingat dulu saya harus belajar alat musik, termasuk memahami sound system, karena bayaran menyanyi pada waktu itu belum cukup buat membayar banyak orang. Saya akhirnya mengajak beberapa teman musisi untuk membantu meski dengan bujet seadanya. Di usia 28 tahun berkarier, tantangan itu beralih rupa di mana saya memahami benar bahwa citra musisi tak sebatas dinilai dari kecakapan dalam bermusik, tapi juga dilihat dari kemahiran dalam merepresentasikan diri lewat penampilan yang modis dan berkarakter. Saya harus beradaptasi dengan perubahan zaman dan tren terkini. Seperti saat konser 25 Shining Years Concert di mana saya mengenakan busana Iris van Herpen, Didi Budiardjo, dan Rinaldy A. Yunardi. Dengan demikian, saya tidak hanya melahirkan karya musik dengan melodi yang indah tapi juga mengedepankan visual yang menarik dilihat karena sebagai pelaku di industri, tentu kita ingin penonton merasa terhibur dengan penampilan kita. Saya bersyukur memiliki bakat sekaligus hobi yang juga menjadi lahan pekerjaan. Senang sekali bisa mengerjakan sesuatu yang memang saya senangi karena saya dan musik dua hal yang tak terpisahkan. Rasanya suasana hati saya bisa tidak keruan kalau berhenti bernyanyi,” ujarnya.


Perempuan kelahiran 1978 ini senang menyanyi sejak kecil. Ia kemudian masuk ke industri musik dan mulai dikenal luas lewat lagu Nada-Nada Cinta yang meledak di pasaran pada 1996. Sampai hari ini, namanya nyaris tak pernah redup. Rossa konsisten mengisi halaman-halaman berita lewat karya, kiprah, dan kabar kehidupannya yang jauh dari sekadar sensasi. Tahun 2019, SM Entertainment mengumumkan bahwa Rossa bergabung dengan label dan manajemen asal Korea Selatan tersebut yang juga menaungi Super Junior, EXO, NCT Dream, Red Velvet, dan BoA. Kemudian di masa pandemi, Rossa mendirikan rumah produksi Inspire Indonesia yang memproduksi konten film dan musik, mengadakan konser musik virtual, membuat film bersama aktor-aktor baru, hingga melakukan rekaman musik. Rossa kini juga tak bisa hanya dipandang dari kemampuan bermusik, tapi juga sangat bisa diperhitungkan soal kapasitasnya dalam berbisnis. Hari-harinya kini turut disibukkan dengan mengurus label kecantikan bertajuk Rossa Beauty yang menghadirkan lini produk makeup dan dan fragrance serta mengelola bisnis properti beberapa vila di kawasan Canggu, Bali.

“Setiap orang punya waktu yang sama, 24 jam dalam sehari. Tidak ada yang lebih, tidak ada yang kurang. Butuh kecermatan dalam menggunakan waktu agar bisa memanfaatkannya dengan baik dan bijak. Kendati posisi saya berada di paling depan dan paling terlihat, namun ketahuilah saya bekerja dengan dibantu banyak orang dalam satu tim yang luar biasa. Perihal melakoni beragam bisnis, saya merasa saya perlu mempersiapkan dana pensiun sejak dini dan harus disiplin mengatur keuangan karena saya hidup bersama anak, orangtua, dan sejumlah karyawan. Tentu saya tidak akan pernah berhenti menyanyi kendati kini saya punya berbagai kesibukan di luar ranah musik. Namun saya menyadari, suatu hari nanti saya harus mulai mengurangi kegiatan menyanyi. Entah apa nanti yang dibawa masa depan, saya harus siap menyambut apa pun. Tapi saya percaya tidak ada yang selamanya di dunia ini, termasuk ketenaran dan kesuksesan. Buat saya yang penting adalah memaksimalkan kerja dan melakukan sesuatu yang bisa diteruskan oleh generasi muda,” pungkas Rossa.