LIFE

13 November 2022

100 Perempuan Penggerak Perubahan


100 Perempuan Penggerak Perubahan

Baik diakui secara global atau dikagumi di ranah lokal, 100 perempuan berikut bergerak dalam aksi yang mendobrak batasan, berkampanye, berkarya, mengubah pemikiran, dan memenangkan hati kita semua. Dinominasikan oleh tim yang berada di balik seluruh 45 edisi ELLE International, daftar nama para pembuat perubahan yang luar biasa ini—tanpa urutan tertentu—adalah sebuah pengingat yang tepat waktu akan kekuatan yang dimiliki perempuan di segala bidang. Bersiaplah untuk terinspirasi seutuhnya.

Feature istimewa yang dikurasi oleh VALĒRIA BESSOLO LLOPIZ, VIRGINIE DOLATA, MORGANE ROHĒE, CASSANDRE VIGER untuk ELLE INTERNATIONAL

Kolaborasi bersama BECKY BURGUM, YANNICK SELVA

Ditulis oleh LOTTE JEFFS & JENNY SOUTHAN

Lotte Jeffs adalah seorang penulis novel, non-fiksi, buku anak-anak, dan jurnalis. Mengumpulkan daftar perempuan luar biasa ini adalah proyek yang sangat menginspirasi baginya: “Saya diperkenalkan dengan begitu banyak orang baru, terutama dari dunia sains dan aktivisme lingkungan yang karyanya sangat mengesankan dan penting. Setelah sebelumnya menjadi Wakil Editor dan Penjabat Pemimpin Redaksi ELLE UK, merupakan suatu kehormatan untuk kembali ke alam semesta ELLE untuk ini dan untuk memperluas pengetahuan saya tentang perempuan yang menginspirasi di seluruh dunia. Faktanya, Lotte Jeffs sangat cocok dengan 100 perempuan luar biasa ini.

POLITICS

Mengganti hukum, merubah pemikiran, dan giat bersuara demi dunia yang jauh lebih baik. Para perempuan berikut memahami bagaimana cara menuntaskan masalah!


29.) Jacinda Ardern


Negara: New Zealand

Usia: 42 tahun

Mengapa dia? Sejak 2017 Arden telah memimpin partainya dan negaranya melalui krisis yang tidak dapat diprediksi oleh perdana menteri mana pun—mulai dari serangan teroris Christchurch hingga letusan White Island dan tentu saja, pandemi Covid-19. Dia telah dikenal karena ketegasan dan empatinya dan tidak takut untuk jujur ​​tentang kenyataan menjadi ibu yang bekerja. Dia memenangkan kemenangan telak dalam pemilihan umum 2020 untuk menjadi Perdana Menteri Selandia Baru, memberikan partainya lebih banyak suara daripada pemilihan mana pun dalam 50 tahun sebelumnya.

Momen monumental: Membawa bayinya yang berusia 3 bulan ke Pertemuan PBB.

Kutipan powerful: “Saya benar-benar memberontak terhadap gagasan bahwa politik harus menjadi tempat yang penuh ego dan di mana Anda terus-menerus fokus untuk mencetak gol satu sama lain. Ya, kami membutuhkan demokrasi yang kuat, tetapi Anda bisa menjadi kuat, dan Anda bisa bersikap baik.”

Inisiatif berikutnya: Pemilihan umum tahun depan.


30.) Karine Jean-Pierre

Negara: Prancis-Amerika Serikat

Usia: 44 tahun

Mengapa dia? Dia adalah sekretaris pers Gedung Putih kulit hitam dan gay pertama yang terbuka dalam sejarah. Sebelum menjadi seorang ibu bersama istrinya dan menjalani dua pekerjaan terpenting dalam hidupnya, Jean-Pierre adalah seorang juru kampanye politik, aktivis, komentator politik, dan dosen dalam urusan publik dan internasional di Universitas Columbia. Dia juga pernah menjadi analis politik untuk NBC News dan MSNBC.

Momen monumental: Pada Agustus 2020, ia menjadi kepala staf calon wakil presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris.

Kutipan powerful: “Bermimpilah besar [...] dan jangan pernah kehilangan dirimu yang sebenarnya.”

Inisiatif berikutnya: Dengan keadaan politik Amerika yang terus-menerus bergejolak, dia akan sibuk mengomunikasikan visi Biden kepada bangsa sebagai sekretaris pers Gedung Putih.


31.) Ursula Von Der Leyen