Peragaan Busana Chanel Perdana Tanpa Kehadiran Karl Lagerfeld

Chanel Autumn Winter 2019 - Karl Lagerfeld

Untuk pertama kalinya sejak tahun 1983, Chanel menggelar fashion show tanpa kehadiran sosok sang direktur kreatif, Karl Lagerfeld, yang baru saja tutup usia tepat dua minggu menjelang acara.

Setiap perhelatan fashion yang digelar oleh Chanel selalu menyuguhkan pengalaman menyaksikan fashion show yang sangat mengesankan dan di luar dugaan. Di satu musim Chanel akan membawa Anda ke bandara, kemudian di musim berikutnya mengajak Anda minum-minum cantik di kafe, lalu mampir ke supermarket, hingga pergi ke airspace. Semua itu terwujud berkat ide brilian sang direktur kreatif Chanel yakni Karl Lagerfeld; sosok jenius yang baru saja menutup usia pada tanggal 19 Februari 2019 di Prancis.

Tanggal 5 Maret 2019 menjadi momen pertama rumah mode prestisius tersebut menggelar peragaan busana tanpa kehadiran sang desainer yang nama maupun perawakannya telah melegenda. Karl Lagerfeld sendiri telah menakhodai label Chanel sejak tahun 1983 dan terus bertahan hingga akhir hayatnya.

Karl Lagerfeld adalah figur kreatif yang berhasil mengangkat kembali prestise rumah mode Chanel yang–pasca meninggalnya Coco Chanel–sempat mengalami kegoyahan dan disebut sebagai label fashion yang hampir mati. Di tangan Karl Lagerfeld, Chanel mampu secara konsisten menghadirkan rangkaian koleksi fashion yang senantiasa didamba-dambakan oleh setiap perempuan. Baik koleksi ready-to-wear, tas, sepatu, hingga ragam aksesori lainnya.

Sebegitu besarnya peran Karl Lagerfeld dalam Chanel sehingga peragaan busana koleksi Fall/Winter 2019 ini pun disesaki oleh sentimental para pengagum beratnya, para artisan Chanel, hingga para model maupun selebriti yang tampil menyemarakkan panggung runway berlatarkan sebuah pedesaan di pegunungan salju di Eropa. Satu lagi buah pikiran hasil kolaborasi Karl Lagerfeld dan tangan kanannya yakni Virginie Viard yang kemudian didaulat sebagai pengganti sang perancang ikonis.

Material tweed yang begitu lekat dengan citra Chanel tampak mendominasi keseluruhan busana dalam takaran yang maksimal. Hampir setiap tampilan yang dikedepankan merupakan bentuk permainan padu-padan berlapis yang tak hanya menjadikannya tampak hangat dan sesuai untuk dikenakan di musim dingin, namun juga terlihat sangat stylish dan berkelas.

Peragaan busana Chanel kali ini menyambut Anda dengan ansambel yang terdiri atas jumpsuit, kemeja, celana, dan mantel yang keseluruhannya menggunakan bahan tweed. Material hangat tersebut dibalut dalam palet monokromatik maupun semburat warna cerah seperti ungu, fuchsia, dan hijau zamrut, dan diperkaya dengan kehadiran motif houndstooth, tartan, dan kotak-kotak berukuran besar

Material mewah ini kemudian dirancang dengan pendekatan jukstaposisi feminin dan maskulin yang amat khas Chanel. Sisi maskulin dicitrakan lewat celana panjang high-waisted yang berpotongan lebar, hingga mantel panjang dengan tailoring tegas yang seolah-olah sengaja didesain menyerupai mantel laki-laki. Sedangkan sisi feminin ditampilkan melalui sejumlah isyarat mulai dari detail kristal yang disulam pada sweater, hingga padanan jaket tweed dan rok pensil yang klasik.

Tangis haru pun pecah di tengah finale saat seluruh model melangkah beriringan dan memberikan penghormatan terakhir mereka pada mendiang Karl Lagerfeld. Seluruh model kesayangan Karl Lagerfeld serta brand ambassador Chanel seperti Cara Delevingne, Penélope Cruz, Kristen Stewart, Caroline de Maigret, Liu Wen, Marion Cotillard, Monica Bellucci, Claudia Schiffer, Naomi Campbell, hingga Jennie Kim pun tak kuasa membendung sentimental mereka.

Inilah sebuah momen fashion yang sangat menyesakkan dada. Ketika para pencinta fashion dibuat terkagum-kagum melihat karya terakhir Karl Lagerfeld untuk Chanel, dan pada saat yang bersamaan mereka menyadari bahwa mereka akan merindukan sosok pria berbalut suit hitam putih dengan rambut dan janggut berwarna putih, lengkap dengan kacamata hitam andalannya, melambaikan tangan ke arah tamu undangan di pengujung fashion show.

Kini tidak ada lagi sosok ikonis itu di perhelatan fashion Chanel, dan pencinta fashion akan sangat merindukannya.

(Teks: Chekka Riesca. Foto: Getty Images, courtesy of Chanel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.