Saran Ahli Mengatasi Maskne

menghindari timbulnya bintik hitam pada kulit wajah

Pertolongan pertama mengatasi problematika kulit berjerawat karena pemakaian masker wajah.

Maskne secara terminologi mengacu pada acne mechanica, yakni jerawat yang timbul akibat friksi mekanik antara kulit dengan materi kain. Jenis jerawat ini kian menjadi persoalan yang semakin sering kita temukan selama pandemi. Minggu lalu, ELLE telah membahas seputar faktor yang memicu permasalahan maskne. Setelah memahami rangkaian penyebabnya, kami bertanya kepada para ahli (dr. Dian Pratiwi, SpKK, FINSDV, FAADV dari Erha Derma Center dan dr. Ellen Theodora, MBBS, Aesthetic Physician di Maharis Clinic) langkah penanganan merawat kulit yang mengalami timbul jerawat karena pemakaian masker.

Perhatikan Bahan Masker Kain

Gunakan masker berukuran tidak terlalu ketat. Perhatikan untuk memilih bahan utama masker yang halus, tidak panas, dan membiarkan kulit bernapas dengan baik. Misalnya, katun dapat digunakan pemilik
kulit normal dan berminyak. Jika kulit Anda cenderung sensitif, baiknya memilih materi sutra yang lembut sebagai lapisan dalamnya. Hindari bahan sintetis seperti nilon, poliester, dan rayon yang mudah menyebabkan breakout.

Aturan Penggunaan Masker

Masker sebaiknya hanya digunakan maksimal 4-5 jam. Pastikan untuk selalu membawa masker cadangan. Pertimbangkan untuk menggantinya dalam durasi waktu yang lebih cepat apabila memiliki riwayat kulit berjerawat, atau ketika berada di tengah cuaca panas dan lembap.

Selang 4 atau 5 jam, berikan kulit waktu untuk bernapas tanpa masker selama 15 menit. Perlu diingat, Anda harus mencari tempat yang jauh dari keramaian, dengan akses udara yang baik. Pastikan untuk menjaga jarak sedikitnya dua meter dari orang lain.

Pada saat melepas masker, disarankan oleh dr. Ellen Theodora agar sebaiknya membungkus masker dengan tisu lalu simpan di dalam tas ketimbang menaruh di atas meja. Menggantung masker di dagu atau leher, sangat tidak dianjurkan karena area tersebut telah terpapar kotoran sebelumnya.

Setelah pamakaian, masker perlu dicuci untuk menghilangkan kotoran, kuman, hingga minyak dan sel kulit yang terkumpul di lapisan bagian dalam. Masker kain dapat dicuci tangan atau menggunakan mesin. Namun, pastikan detergen terbilas secara menyeluruh. Apabila masker menjadi kendur, sebaiknya tidak digunakan kembali karena kemampuan proteksi telah menurun.

rias wajah dan warna musim panas

Aplikasi Makeup: Yes or No?

Menurut dr. Dian Pratiwi, pemakaian riasan yang berlebih tentu dapat memicu kondisi tersebut. Ada baiknya untuk melakukan puasa makeup. Jika tidak memungkinkan, Anda cukup mengurangi durasi pemakaian atau jumlah produk yang digunakan. Cobalah untuk mulai merias wajah hanya pada 1/3 area atas atau bagian yang tidak tertutup masker, misalnya sekitar area mata.

Alih-alih langsung mengenakan masker, dr. Ellen Theodora menyarankan untuk sebaiknya memberikan jeda selama 15-30 menit sampai riasan meresap sehingga kulit wajah tidak terlalu basah. Usai bepergian menggunakan riasan, jangan lupa untuk membersihkan wajah dengan ritual double cleansing.

elle indonesia - beauty essential while travel - photography agus santosoyang - editor styling ghina rizqi

Kurangi Rangkaian Produk Skincare

Terlepas persoalan yang ditimbulkan, pemakaian masker di sisi lain dapat meningkatkan kinerja kulit dalam menerima manfaat skincare. Walau begitu, perlu diingat bahwa, “Anda juga perlu berhati-hati terhadap faktor oklusi (tertutup) dari masker yang mampu membantu penyerapan bahan aktif,” jelas dr. Dian Pratiwi.

Penggunaan masker dalam jangka waktu yang cukup lama bahkan dapat berisiko membuat kulit lebih peka terhadap bahan-bahan kandungan kosmetik serta skincare. Alhasil, dapat memicu iritasi kulit. Tak perlu mengurangi ritual secara signifikan. Cukup minimalkan pemakaian produk skincare.

Menurut dr. Ellen Theodora, terdapat tiga langkah wajib perawatan mendasar, yakni membersihkan wajah, aplikasi pelembap, serta mengenakan sunscreen. Serupa dengan kulit kering, kulit berminyak juga membutuhkan hidrasi untuk mencegah produksi minyak berlebih. Anda bisa memilih pelembap dengan cerimide, niacinamide, dan vitamin B untuk menjaga barrier kulit, serta sunscreen dengan kandungan zinc dan titanium yang memiliki manfaat antiinflamasi.

Jaga Jarak Dari Beberapa Produk Ini

Untuk saat ini, sebisa mungkin hindari mencoba produk baru—terutama yang berisiko menimbulkan iritasi kulit—misalnya bahan peeling dan eksfoliasi, golongan retinoid, salicylic acid, serta AHA (Alpha Hydroxy
Acid
) dan BHA (Beta Hydroxy Acid) dengan konsentrasi tinggi.

Jika jerawat maskne tetap timbul, artinya Anda tetap membutuhkan bahan-bahan aktif yang dapat mempercepat proses pematangan jerawat, misalnya benzoil peroksida dan turunan vitamin A. AHA dan BHA juga memiliki fungsi yang baik untuk mengangkat sel kulit mati. Anda hanya perlu memilih produk—sabun wajah, pelembap, dan spot treatment
dengan konsentrasi yang lebih rendah, serta menggunakannya hanya di malam hari pada saat tidak menggunakan masker.

Bagaimana dengan Perawatan Facial di Klinik?

Usahakan untuk tidak memencet jerawat, dan biarkan skincare menjalankan fungsinya. Perlu waktu sekitar 4-6 minggu dan setidaknya 2-6 bulan dalam proses mengatasi permasalahan maskne. Namun, ekstraksi dalam facial treatment sebenarnya bisa dilaksanakan dengan supervisi ahli di klinik kecantikan.

Kuncinya adalah komitmen. Jika belum membuahkan hasil, kembali perhatikan faktor gaya hidup seperti jam tidur, stres, konsumsi makanan yang kurang sehat, hingga asap rokok juga dapat memengaruhi timbulnya jerawat. Pastikan untuk tetap berkonsultasi dengan dermatologist untuk mendapatkan penanganan lebih tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.