Eksklusif! Felipe Oliviera Baptista Bicara Visi dan Cita-Citanya untuk Kenzo

Felipe Oliviera Baptista mengawali babak baru di Kenzo sebagai direktur kreatif teranyarnya. ELLE berkesempatan untuk berbincang dengan desainer kelahiran Portugal tersebut mengenai visi, kebaruan, dan cita-cita.

Sepenggal kabar duka datang menyelimuti dunia mode pada tanggal 4 Oktober 2020 silam. Desainer dan pendiri rumah mode Kenzo, Kenzo Takada, tutup usia di umur 81 tahun. Meski tak berpeluang untuk terus menyaksikan sepak terjang penerus terbarunya di masa mendatang, sang ikon setidaknya berkesempatan untuk hadir dan melihat langsung babak baru yang telah dimulai di Kenzo.

Satu tahun sebelumnya, rumah mode yang didirikan di Paris tersebut mengumumkan telah mendapuk desainer asal Portugal, Felipe Oliviera Baptista, sebagai direktur kreatif terbarunya. Baptista, yang menggantikan duo desainer Carol Lim dan Humberto Leon, kini telah menyelami peran barunya dalam mengawasi arahan kreatif rumah mode tersebut, meliputi perihal koleksi, komunikasi, dan proyek-proyek istimewa.

Baptista sendiri mengawali kariernya di Max Mara di Italia, sebelum kemudian pindah ke Christophe Lemaire lalu ke Cerutti di Paris. Pada tahun 2002, Baptista meluncurkan koleksi perdana di bawah lini eponimnya dan mempresentasikannya di Hyères Festival, di mana ia mengantongi penghargaan Grand Prix. Setahun kemudian, ia memenangkan ANDAM Fashion Award. Kemenangan ini tentunya mendorong kepercayaan diri Baptista untuk meluncurkan lini modenya sendiri, dan dua tahun kemudian, pada tahun 2005, ia kembali memenangkan ANDAM Fashion Award.

Tahun 2005 juga menandai babak penting dalam karier Baptista, sebab pada tahun inilah ia menghelat show adibusana perdananya yang bertepatan dengan Haute Couture Week di Paris. Gelaran ini menjadi agenda rutin tiap musimnya hingga tahun 2009. Pada tahun 2009, Baptista mencicipi dunia ready-to-wear ketika ia terpilih menjadi direktur kreatif Lacoste. Pengakuan dunia dan kesuksesan komersil diraih Baptista selama berkarier bersama Lacoste delapan tahun lamanya.

Dunia pun telah menyaksikan kebolehan Felipe Oliviera Baptista memimpin rumah mode Kenzo lewat koleksi perdananya untuk musim gugur/dingin 2020, pada bulan Februari silam. ELLE berkesempatan untuk berbincang dengan sang desainer mengenai posisi barunya.

Selamat atas koleksi debut Anda! Apa rasanya menjadi direktur kreatif Kenzo, sebuah rumah mode yang kaya akan sejarah?

Menjadi seorang direktur kreatif berarti sebuah babak baru dalam sejarah rumah mode Kenzo. Tentunya menyenangkan untuk bekerja sama dengan sebuah brand bersejarah yang memiliki kisah begitu kaya dan menarik seperti Kenzo, serta memberikannya visi dan twist baru di tahun 2020.

Bisakah Anda menceritakan kenangan pertama Anda dengan Kenzo Takada sang desainer dan brand Kenzo?

Joy. Kenzo Takada selalu memberikan begitu banyak kebahagiaan dalam segala hal yang ia kreasikan, dan saya pikir hal itu sangat menginspirasi untuk tahun 2020.

Anda menggantikan Carol Lim dan Humberto Leon, yang terbilang sukses melakukan rebranding terhadap brand Kenzo. Apakah posisi ini datang dengan tekanan besar atau Anda melihatnya sebagai sebuah kesempatan langka untuk mecoba dengan pendekatan yang berbeda? Apa yang mempersiapkan Anda untuk pekerjaan ini?

Babak baru ini membawa serta tantangan-tantangan yang sangat besar. Kami memulai dengan logo baru, ikon harimau, dan segala hal yang berhubungan dengan komunikasi. Idealnya, langkah berikutnya adalah dengan toko-toko kami di seluruh dunia.

Anda turut mendesain ulang logo Kenzo. Bisa ceritakan bagaimana proses kreatif di baliknya dan apa yang mendorong Anda untuk mengambil keputusan tersebut?

It was a needed update. Ketika kami mulai bekerja dengan M/M, kami begitu menyukai logo orisinil Kenzo. Jadi rasanya seperti kembali ke masa depan, hanya saja lebih clean dan bold, serta lebih dekat dengan estetika Jepang.

Apa visi dan arahan Anda untuk Kenzo yang baru? Bagaimana Anda ingin mengkomunikasikannya?

Kami memulainya dengan meninjau kembali logo dan mendesain ulang ikon harimau khas Kenzo. Pendekatannya akan berbeda, begitu pula kepekaan menyoal warna, grafis, dan siluet. Apa yang akan Anda lihat sebentar lagi adalah Kenzo yang saya cita-citakan.

Koleksi debut Anda yang bertajuk ‘Going Places’ berbicara mengenai keinginan untuk berkelana dan mengangkap semangat pengembara. Apakah pelesir merupakan aspek penting dalam rancangan Anda? Seperti apa proses di baliknya?

Saya mengawali ide ‘Going Places’ dengan pemikiran bahwa Kenzo, bagi saya, selalu untuk dan tentang semua orang. Saya ingin mengombinasikan berbagai referensi kultural dan geografis dari sejarah Kenzo dengan sejarah saya sendiri. Saya menginginkannya untuk menjadi sebuah campuran referensi yang besar namun dengan satu siluet, satu tampilan, dan satu perasaan.

Awalnya Anda mendirikan label haute couture sebelum merambah ke bisnis ready-to-wear. Bagaiaman caranya Anda menemukan keseimbangan antara sisi seni dan sisi komersil dalam berbisnis?

Saya selalu melihat banyak hal berbeda selama perjalanan karier saya. Itulah yang membuat saya terus termotivasi dan ingin tahu. Saya bisa melihat sebuah karya seni, mendengarkan musik atau melihat cara berbusana seseorang di jalanan atau bahkan warna-warni sampah seseorang di halaman belakang. Bagi saya, tak terlalu penting ide-ide ini datang dari mana, sebab semuanya ini tentang merangkai ide-ide dan konsep-konsep menjadi satu.

Sebelumnya, Anda pernah berkolaborasi dengan Nike dan Uniqlo untuk koleksi Anda sendiri. Kemudian Anda pernah bekerja sama dengan Opening Ceremony, Supreme, dan International Union of Conservation of Nature ketika menjabat di Lacoste. Apakah kolaborasi begitu esensial bagi Anda? Apakah akan ada proyek-proyek kolaborasi seru yang Anda persipkan untuk Kenzo?

Ya, dan kami memiliki sebuah proyek menarik yang bertujuan untuk melibatkan masyarakat mengenai isu keberlanjutan dan ekologis.

Coordination: GISELA GABRIELLA
Photography: DOC. KENZO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.