Bagaimana Cristóbal Balenciaga Merevolusi Siluet Perempuan

Merayakan hari ulang tahunnya yang jatuh pada tanggal 21 Januari—dan helatan pekan mode adibusana yang akan segera terlaksana—ELLE mengenang kembali karya-karya paling ikonis Cristóbal Balenciaga.

Dikenal lewat keterampilannya merancang desain-desain inovatif, couturier asal Spanyol, Cristóbal Balenciaga kian dikenang sebagai ‘The Master’ dunia haute couture. Tak dapat dipungkiri, Balenciaga ahli menyoal teknik dan konstruksi pakaian, kepiawaian yang ia pupuk sejak usia 12 tahun. 

Keahliannya ini semakin menonjol berkat ketertarikan khususnya terhadap tekstil—terutama bahan sutra gazar, tekstil yang ia kembangkan sendiri dengan perusahaan tekstil asal Swiss, Abraham. Materi ini menjadi begitu penting dalam perjalanan karier Balenciaga, di mana ia kerap mempergunakannya dalam koleksi-koleksi adibusana miliknya pada tahun 1960 hingga 1968.

Cristóbal Balenciaga

Kemampuan Balenciaga mengembangkan materi yang mengilap, namun cukup ringan untuk dibentuk dan mampu mempertahankan bentuknya, membantunya memanifestasikan beragam rancangan bersiluet spektakuler. Berikut, sejumlah kreasi paling ikonis sang couturier yang dikenang sepanjang masa.

Balloon Dress

Balenciaga balloon dress, 1950 (Photo credit: Balenciaga Archives Paris)

Ketertarikan Balenciaga untuk bereksperimen dengan siluet menggembung berawal pada awal tahun 1950. Pada saat itu, ia merancang sepotong gaun bersiluet gembung layaknya sebuah balon. Terbuat dari materi taffeta, potongan gaun nan skuptural ini tak disangka ringan bak awan. Nantinya, gaun ini akan menginspirasi sederetan karya Balenciaga lainnya seperti balloon jacket (potongan jaket yang kita kenal hari ini dengan nama puffer jacket) serta cocoon coat yang menjadi ciri khas Balenciaga.

Sack Dress

Balenciaga sack dress, 1957 (Photo credit: V&A Museum)

Pada tahun 1957, Balenciaga mengejutkan dunia lewat persembahan gaun terbarunya yang menyembunyikan siluet tubuh perempuan. Pada masa itu, langkah ini dianggap radikal dan tidak atraktif, sebab siluet tubuh perempuan erat kaitannya dengan standar keindahan saat itu. Meski demikian, Balenciaga berpikiran lain. Gaun berpotongan lurus yang terbuat dari materi wol ini mendapatkan momennya ketika tahun ‘60-an mendekat. Gaun-gaun shift yang tidak pas tubuh bahkan menjadi penanda zaman Swinging Sixties yang sinonim dengan kebebasan.

Baby-Doll Dress

Setelah sukses menciptakan sack dress, Balenciaga menciptakan kreasi terbarunya setahun kemudian, pada tahun 1958. Gaun berpotongan lonceng yang dibuat dari renda Chantilly ini memiliki siluet segitiga yang longgar dan menggantung dari bahu sang pemakainya. Indah dan feminin, gaun ini dapat dikenakan oleh siapapun tanpa memandang bentuk tubuh mereka. Tak hanya itu saja, siluetnya yang longgar memperbolehkan para pemakainya untuk mengenakan gaun ini tanpa bantuan korset yang mengungkung!

Empire Dress

Balenciaga empire dress, 1959 (Photo credit: Balenciaga Archives Paris)

Meski Balenciaga bukan lah pencipta garis empire—potongan pinggang pada gaun yang terletak tepat di bawah dada—gaun-gaun malam Balenciaga pada tahun 1958 dikenal sebagai simbol keanggunan di malam hari.

Cocoon Coat

Balenciaga cocoon coat, 1960 (Photo credit: Balenciaga Archives Paris)

Apabila Chanel memiliki tweed jacket dan Dior memiliki bar jacket, maka Balenciaga memiliki cocoon coat. Mantel bersiluet gembung yang dikreasikan Balenciaga pada tahun 1960 ini mengejutkan dunia berkat bentuknya yang menihilkan siluet tubuh perempuan serta potongan pinggang yang ketat. Garis rancangnya yang berkurva layaknya sebuah telur, menyoroti garis rancangnya yang lembut dan feminin. Elegan meski bervolume, rancangan ini terus menjadi ciri khas Balenciaga hingga kini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.