12 Film Bertema Olahraga yang Memacu Adrenalin (dan Menggugah Emosi)

battle of sexes

Kisah perjuangan tentang meraih mimpi, pencarian jati diri dan pembuktian diri dalam alur penuh semangat dan sentuhan haru. Berikut film bertema olahraga yang mengingatkan Anda alasan untuk memperjuangkan cita-cita.

Ada sensasi tersendiri ketika menonton film bertemakan olahraga. Baik berbentuk biopik figur atlet penuh sensasi Tonya Harding hingga legenda Indonesia, Susy Susanti; atau narasi fiktif yang digarap lewat formula heroik yang sarat emosi dan disentuh humor. Menyaksikan perjuangan meraih impian dan cita-cita menyuntikan segenap asa yang meningatkan kita akan alasan untuk memperjuangkan cita-cita.

FORD V FERRARI (2019)

Ketika perancang mobil visioner asal Amerika, Carroll Shelby (diperankan oleh Matt Damon), bertemu pengemudi kelahiran Inggris yang tidak mengenal rasa takut, Ken Miles (Bale); momen magis terjadi di lintasan balap. Diadaptasi kisah nyata, Shelby dan Miles membangun mobil balap revolusioner untuk Ford Motor Company. Tujuannya: mengalahkan dominasi Enzo Ferrari di pertandingan 24 Hours of Le Mans di Prancis pada 1966.

I, TONYA (2018)

Formula biopik yang memperlihatkan sisi indah kehidupan figur terkenal, tidak berlaku untuk I, Tonya. Sutradara Craig Gillespie justru mengeksplorasi sisi pahit kehidupan Tonya Harding (diperankan oleh Margot Robbie) dalam mewujudkan ambisinya sebagai atlet seluncur indah. Fokus kepada karakter Harding yang tertindas secara emosional sepanjang hidupnya. Mulai dari ibu yang selalu mengkritik (diperankan oleh Oscar Allison Janney), suami posesif dan pelaku kekerasan (diperankan oleh Sebastian Stan), hingga seluruh dunia menolak menganggapnya kompeten karena ia tidak menyesuaikan diri dengan norma dan stigma ideal masyarakat.

MONEYBALL (2011)

Rasa takut tergilas zaman, tidak memenuhi potensi diri, kegagalan, kesempatan kedua dan keinginan untuk berkembang. Seluruh gagasan tersebut disuguhkan Moneyball seiring membangun strategi permainan baseball.

MILLION DOLLAR BABY (2004)

Magie Fitzgerald (diperankan oleh Hillary Swank) melihat makna hidup dalam tinju. Ia bertemu seorang pelatih veteran yang membawanya menjajal ring dan mengubah hidupnya. Memenangkan Piala Oscar kategori Best Pictures, Best Woman in A Leading Role, Best Man in Supporting Role, Best Directing.

National Velvet (2003)

Velvet (diperankan oleh Elizabeth Taylor) memenangkan seekor kuda liar yang sulit dijinakkan lewat undian. Rencananya adalah untuk menyamar sebagai joki dan mengikuti perlombaan yang kerap dipandang bukan tempat bagi seorang perempuan.

EDDIE THE EAGLE (2016)

Eddie the Eagle terinspirasi oleh kisah nyata Michael “Eddie” Edwards (diperankan oleh Taron Egerton). Eddie kecil memiliki kaki yang tidak sempurna, namun bermimpi untuk menjadi atlet Olimpiade. Usai mencoba segala bidang olahraga, ia menemukan suatu keindahan lewat kegiatan ski lompat indah. Dengan bantuan seorang pelatih eksentrik dan karismatik (diperankan oleh Hugh Jackman), Eddie mewujudkan mimpi dan mencatatkan sejarah di Olimpiade Musim Dingin Calgary 1988.

Battle of the Sexes (2017)

90 juta orang menonton duel petenis perempuan nomor satu Dunia Billie Jean King (diperankan oleh Emma Stone) dengan mantan petenis juara laki-laki yang penuh intrik Bobby Riggs (diperankan oleh Steve Carell) pada tahun 1973. Memecahkan rekor acara olahraga paling banyak ditonton sepanjang masa. Perseteruan antara King dan Riggs kian memanas di luar lapangan. Masing-masing bertarung untuk mengalahkan emosi pribadi dan kompleks. King tidak hanya membawa misi memperjuangkan kesetaraan, tetapi juga bergelut menerima seksualitasnya sendiri ketika persahabatan dengan Marilyn Barnett (diperankan oleh Andrea Riseborough) tumbuh lebih intim.

Whip It (2009)

Bliss Cavendar (diperankan oleh Ellen Page) melepaskan kesempatan menjadi ratu ajang kecantikan di kota tempat tinggalnya untuk menjadi juara dunia roller derby. Sebenarnya tidak ada yang orisinal dari ceritanya (sebuah cara berkisah klasik), namun Ellen Page memberikan permainan peran nan memikat yang sulit untuk ditolak.

A League of Their Own (1992)

Plotnya mengisahkan kebangkitan liga baseball profesional perempuan selama Perang Dunia II. Dari dianggap selayaknya lelucon hingga benar-benar menawan hati publik karena kelihaian strategi permainan serupa Major League.

Chariots of Fire(1981)

Konon, Anda dapat merenungkan banyak hal sekaligus mendapat ketenangan saat tengah berlari. Chariots of Fire menunjukkan tekad dalam mengatasi kesulitan serta prasangka melalui semangat dan ketekunan, keterampilan, dan niat keras, hingga mencapai garis akhir setiap perjuangan.

3 Srikandi (2016)

Mengikuti perjalanan tiga atlet panahan perempuan Indonesia (diperankan oleh Bunga Citra Lestari, Chelsea Islan, dan Tara Basro) dalam memenangkan medali emas di Olimpiade Seoul 1988.

Susi Susanti: Love All (2019)

Lakon kehidupan seorang legenda bulu tangkis perempuan Indonesia, Susy Susanti. Latar kisah dimulai dari meraih impian masa kecil di Tasikmalaya, Jawa Barat, dan dilanjutkan pelatihan keras di Pelatnas PBSI yang mempertemukan dengan pujaan hati, Alan Budikusuma. Titik klimaks ialah perjuangan meraih piala Thomas dan Uber tahun 1998 yang menjadi persembahan terakhir untuk Indonesia sebelum gantung sepatu.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.