Ambiente 2019: Ekshibisi Puluhan Negara Tampilkan Inovasi Desain Terkini

Menyaksikan tren terkini dan inovasi terbaru dalam dunia desain di pameran Ambiente 2019 di Frankfurt, Jerman.

Sejatinya, kenyamanan dan kesenangan merupakan hal penting bagi setiap manusia. Karena itu, rumah bukan sekadar bangunan fisik tanpa makna. Ia merupakan sumber kedamaian yang mampu menghadirkan rasa tenang. Produk aksesori interior, apapun bentuknya, selalu menjadi faktor yang menghidupkan suasana rumah. Pameran Ambiente di Frankfurt, Jerman, tidak hanya menjadi magnet bagi industri perdagangan, namun juga barometer yang indikasinya menyedot perhatian dunia. Seolah bagian dari upaya menciptakan kesenangan hidup, maka memiliki benda-benda interior berkarya seni dan bermutu tinggi pun menjadi sangat penting.

DINING, LIVING, & GIVING

Ambiente mengangkat tiga kategori produk. Segmen living menawarkan konsep gaya interior yang meliputi furnitur, aksesori ruangan, cermin, lampu dekoratif, dan sebagainya. Sementara bagian giving menyajikan produk-produk suvenir seperti arloji, tas, dompet, ikat pinggang, kerajinan tangan, dan lainnya. Pada kategori dining, segala produk menawarkan kemudahan dalam memasak untuk pengalaman santap lebih istimewa. Mulai dari gelas, porselen, keramik, hingga perlengkapan dapur yang inovatif.

Salah satu bentuk cinta ialah menerima seseorang apa adanya. Sama halnya dalam desain produk, membiarkan batu tetap menjadi batu dan kayu menunjukkan serat-seratnya. Koleksi piring dan candleholder dari material batu dipresentasikan Tom Dixon di hall 4 area Table Contemporary Design. Koleksi bertajuk Swirl ini mengedepankan penggunaan bahan dari industri marmer dan resin sintetik pada produknya. Mulai dari tea set, gelas berbahan kaca, lilin wewangian, candleholder, hingga vas.

ASA Selection, label home décor asal Jerman, menampilkan koleksi produk dining dan living dalam rona lembut yang feminin. Sementara itu, KARE Design mewujudkan prinsip ‘more is more’ lewat presentasi produk living yang meriah. Patung gorila dan burung berwarna emas, misalnya. Keceriaan versi lain ditampilkan oleh label Boltze yang menerapkan berbagai turunan warna pink dalam produk mangkuk, pigura, lilin, gelas, dan bantal. Inspirasi koleksi suvenir terdapat di penjuru hall 11 sebagai area Urban Gifts dan Gift Ideas. Bentuk geometris dan peralihannya, susunan repetitif, serta lekukan-lekukan praktis menjadi highlight pada deretan produk teranyar.

Tema Koleksi Furnitur Ambiente 2019

Tren senantiasa mewarnai gelaran Ambiente setiap tahunnya. Tak terkecuali tahun ini. Ambiente 2019 mengangkat tiga tema tren, yaitu Tasteful Residence, Quiet Surrounding, dan Joyfilled Ambience. Ketiganya dikurasi oleh Claudia Herke, Cem Bora, dan Annetta Palmisano dari studio desain Bora.Herke.Palmisano. Ketiga tema tren Ambiente menyuguhkan pengalaman yang berbeda satu sama lain. Baik dalam pemilihan warna, gaya, dan penggunaan material.

Quiet Surrounding mengedepankan kesederhanaan dan kepraktisan suatu benda. Desain yang menghargai bentuk orisinil sebuah materi dan lebih mengutamakan kreativitas. Penggunaan warna-warna pastel nan lembut bertujuan untuk menciptakan ketenangan di dalam rumah. Ragam tekstil seperti wol, sutra, dan linen berpadu dengan material kayu, batu, keramik, dan tanah liat. Termasuk mempertimbangkan pemakaian bahan daur ulang.

Sedangkan Tasteful Residence menekankan produk-produk desain terkini dalam warna-warna dingin serta tekstur beragam yang seolah menyuarakan kebebasan berekspresi sekaligus meneriakkan keberanian. Warnawarna solid pada satu wujud tampil dalam produk sofa, taplak meja, gelas, dan vas. Material beledu, kulit, porselen, dan kayu merupakan ciri khas Tasteful Residence di samping material kaca dan bahan mengilap sebagai tema utama.

Nuansa lebih berani dan ceria ditemukan dalam tema Joyfilled Ambience yang menggabungkan berbagai motif seperti flora, geometris, vintage, dan ilustrasi pada produk desain interiornya. Sebuah konsep gaya yang membebaskan ekspresi diri sang pemilik hunian untuk ‘bermain’ dalam penataan ruang tanpa aturan.

Joyfilled Ambience merayakan keragaman secara suka cita sekaligus melepaskan segala bentuk aturan dan kaidah. Anda bebas meletakkan taplak warna merah muda bermotif kotak-kotak di atas meja berwarna merah dengan lampu cahaya kuning. Sebuah bentuk jukstaposisi yang segar dan penuh kejutan.

Area Ekshibitor Indonesia

Salah satu agenda Ambiente ialah mempromosikan para desainer muda. Lewat gagasan produk dan gaya desain yang sophisticated, para desainer menuliskan definisi baru di dunia desain sekaligus mengubah gaya hidup lewat karya sarat kreativitas. Tahun ini, Ambiente mengundang 36 nama-nama menjanjikan sebagai pendatang baru dari 18 negara dunia. Indonesia menjadi salah satu negara yang turut menghadirkan desainerdesainer muda di ajang Ambiente 2019.

Terletak di hall 8 area ‘Interior Design’, terdapat tiga label desain karya desainer muda Indonesia yang memamerkan kreasinya. Melalui label AIEVL, Denny R. Priyatna menampilkan kursi stool (tanpa sandaran) berbahan foam. Alih-alih menutupi foam, Denny justru mengurainya dalam presentasi apik dengan mengekspos dua tekstur kontras: halus dan kasar. Permukaan foam memiliki motif dari corak tradisional Kawung dan Parang.

BANA Studio mempresentasikan produk living yang menggunakan material bambu dan rotan dari Tasikmalaya dan Cirebon. Didirikan tahun 2018, label ini fokus pada desain dan produksi kerajinan tangan dari bahan tradisional Indonesia. Kemudian koleksi Studio Dapur memadukan kerajinan tangan bambu Indonesia dengan elemen tanah liat dan debu vulkanik. Kombinasi gaya kontemporer ini terwujud dalam berbagai rupa yakni mug, esspreso cup, dan candleholder.

Selain tiga label tersebut, ada lebih dari 63 perusahaan Indonesia menyemarakkan pameran Ambiente di Frankfurt, Jerman. Beberapa peserta hadir secara mandiri maupun dengan dukungan pemerintah yang tergabung dalam Paviliun Indonesia yakni 12 usaha kecil menengah yang berpotensi di pasar internasional. Sebuah upaya hasil kerjasama Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Ambiente merupakan salah satu pameran tahunan terbesar di dunia yang menjadi ajang penting bagi industri perdagangan untuk produk tableware, kitchenware, household products, aksesori, suvenir, dan dekorasi. Diikuti lebih dari 4.440 ekshibitor dari berbagai negara, pameran ini dikunjungi lebih dari 140.000 orang dari mancanegara: Prancis, Belanda, Spanyol, Portugal, Swedia, Polandia, Amerika, serta Asia. Ambiente kemudian menjadi pintu bagi banyak negara, termasuk Indonesia menuju pasar global dengan menampilkan inovasi produk terbaru, membuka hubungan bisnis, membina relasi dengan para buyer, sekaligus memahami situasi pasar dan tren desain produk terkini.

(Photo: DOC. MESSE FRANKFURT EXHIBITION GMBH, DOC. ELLE Indonesia; photography RIANTY RUSMALIA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *