Bella Hadid Maknai Waktu Bersama TAG Heuer

Hadir untuk pertama kalinya di Negeri Jiran, ambasador TAG Heuer, Bella Hadid duduk bersama ELLE untuk berbicara mengenai waktu.

Apa arti waktu bagi Anda?
Sulit mendefinisikan arti waktu bagi saya karena tiap orang pasti memiliki caranya sendiri untuk mengartikan waktu. Anda dapat menggunakan waktu dengan bijaksana atau dengan tidak bijaksana. Semua orang memilik 24 jam dalam sehari, dan bagaimana Anda mempergunakan waktu itu sangatlah istimewa.

Bagaimana Anda mendeskripsikan TAG Heuer sebagai sebuah brand?
Klasik, powerful, kuat, dan incredible. Tiap kali saya lihat seseorang mengenakan jam tangan TAG Heuer, saya merasa mereka adalah pribadi yang kuat.

Apa memori paling dini Anda dengan label TAG Heuer?
Saya ingat ketika masih kecil, ayah saya kerap membongkar koleksi jam tangan miliknya. Ia mengoleksi jam tangan dari sebelum saya lahir, dan ketika saya berusia delapan atau sembilan tahun, saya mulai ikut membongkar jam tangan miliknya. Seiring bertambahnya usia, ukuran jam-jam tangan itu mulai cukup untuk saya kenakan dan saya mulai mengambilnya. Walau saat itu, jam tangan TAG Heuer tersebut masih kebesaran di pergelangan tangan saya, tapi saya bangga sekali ketika memamerkannya pada teman-teman saya. Ayah saya begitu mencintai jam secara umum, dan menyenangkan sekali rasanya untuk mewarisi itu darinya. Ia banyak mengajari saya, moga-moga kini saya dapat mulai mengajarinya juga.

Seberapa sering Anda mengganti jam tangan Anda? Apa jam tangan TAG Heuer favorit Anda?
Saya tidak mengganti jam tangan saya begitu sering. Saya memiliki jam tangan Lady Link, yang begitu saya cintai. Saya suka kesederhanaan. Saya kerap mengenakan jam tangan, cincin, gelang, dan kalung yang sama setiap hari. Saya memiliki banyak jam tangan TAG Heuer. Saya rasa itu bagian paling menyenangkan dalam menjadi amabsador TAG Heuer. Tapi favorit saya, tetap koleksi Lady Link.

Apa momen “Don’t Crack Under Pressure” yang paling Anda kenang?
Ketika saya akan segera didorong dari backstage untuk memeragakan sepotong gaun di sebuah fashion week. Busana tersebut kekecilan dan para dresser tidak dapat menaikkan ritsleting pada bagian samping gaun saya. Alhasil, kulit saya ikut terjepit dalam gigi-gigi ritsleting dan bagian samping gaun saya pun berlumuran darah. Saya masih harus menyusuri runway sambil menahan bagian atas gaun agar tidak melorot dan tidak terlihat kesakitan.

Apabila dapat mengulang waktu kembali, apa yang ingin Anda ubah?
Saya percaya ada alasan di balik segala hal yang terjadi. Saya tidak tahu apakah saya ingin mengubah sesuatu karena itu akan mengubah seluruh masa depan saya, tapi saya merasa kini saya berada di jalan yang hebat. Ada begitu banyak hal yang terjadi dalam hidup saya, dimana pada saat itu saya ingin mengubahnya, tapi hal-hal itu tidak akan mengantarkan saya pada titik ini. Apabila saya mengubahnya, saya tidak akan duduk di sini bersama Anda di Malaysia, saya mungkin sedang kuliah di San Francisco, you know. Saya rasa kita tidak perlu mengubah masa lalu, kita hanya perlu mengusahakan masa depan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *