Jajaran Kota Mewah di French Riviera

elle indonesia - french riviera

Dibingkai oleh latar belakang pegunungan Alpen, hingga mewujudkan panorama seindah gambar kartu pos.

French Riviera mengusung karakter elegan di tiap kotanya. Mengawal luas dari kota Toulon hingga Menton yang berbatasan dengan Italia, Côte d’Azur tersohor sebagai destinasi gaya hidup mewah yang eksotis. Lewat barisan hotel dan restoran megah, toko berlabel internasional serta museum avant-garde.

Menton

Menton adalah lokasi di mana para bangsa Inggris pertama kali menemukan French Riviera, dan para pangeran Monako menggunakan pajak penjualan lemon sebagai sumber harta selama enam abad lamanya di masa lampau.

Bersemayam di balik Pegunungan Alpen Maritim dan diapit oleh dua teluk, pohon lemon di Menton senantiasa mekar dan ranum bahkan di musim dingin sekalipun, akibat andil iklim mikronya yang bersahabat. Karenanya tiap Februari warga kota menggelar selebrasi besar yang mengusung buah tersebut sebagai tema.

elle indonesia - french riviera

Kota ini terwujud lewat reruntuhan bangunan berwarna pastel yang menaungi deretan restoran alfresco hidangan Prancis, Italia, dan Maroko, serta sebuah museum yang didedikasikan untuk seorang seniman dan sutradara besar, Jean Cocteau. Sebuah destinasi wajib kunjung yang menjadi perhentian terakhir di Côte d’Azur, tepat sebelum Italia.

Nice

Nice memiliki hampir semua alasan untuk Anda kunjungi. Karenanya, kota di di ujung selatan Prancis ini kerap berada di posisi teratas daftar panjang perjalanan banyak orang. Dari segi budaya, kuliner, hingga kemeriahan siang dan malam menjadi suguhan yang mampu dinikmati kala berkunjung ke kota yang dipadati gereja-gereja Baroque dan keramaian teras kafe-kafe alfresco tersebut.

elle indonesia - french riviera

Sinar matahari khas Côte d’Azur telah menjerat, tak hanya pengunjung awam, tapi juga para seniman besar. Picasso, Renoir, dan Chagall singgah di masa lampau hingga meninggalkan sejumlah landmark seni, seperti Musées Matisse, Chagall Museum dan d’Art Moderne. Namun lautan dan iklim Mediterania tetap menjadi magnet wisata utama di Nice.

Kegembiraan  yang meliputi berbagai kegiatan nyaman dan kursi pantai warna biru di pesisir Promenade des Anglais masih menjadi warna yang membentuk karakter spesial kota ini. Sebuah realitas khas Mediterania yang disuguhkan dalam kemewahan.

Saint-Tropez

Kedatangan aktris Brigitte Bardot di tahun 1950-an untuk membintangi film Et Dieu Créa la Femme (And God Created Woman; 1956) memiliki andil bagi nama besar Saint-Tropez. Film tersebut terbilang tidak sukses secara komersial, namun berperan membawa kota di tenggara Prancis ini ke permukaan radar dunia.

elle indonesia - french riviera

Lewat impresi gaya hidup hedonistik dan artistik yang seolah terpisah dalam kemeriahannya sendiri. Kini, pantai-pantai indah di Saint-Tropez senantiasa menyambut kehadiran pengunjung yang haus akan sensualitas berlibur. Pantai Pampelonne adalah yang paling tersohor, pantai Tahiti mempersilahkan pengunjung untuk tetap berpakaian atau tidak sama sekali, hingga pantai Nikki yang eksklusif.

elle indonesia - french riviera

Ketiga pantai tersebut tercakup di teluk yang sama. Pelabuhan tua Vieux memberi pemandangan sejumlah kapal mewah berdesain futuristik yang berdesak-desakan sebagai tambatan para jutawan. Walau meriah lewat kehidupan malam, jalan-jalan berbatu di La Ponche kerap mengingatkan masa lalunya sebagai sebuah desa nelayan.

Antibes Juan-les-Pins

Berlokasi di antara Nice dan Cannes dengan dipagari tembok benteng historis berlatar belakang Pegunungan Alpen Prancis, kota Antibes Juan-les-Pins kerap dijabarkan sebagai sebuah sudut surgawi. Kota ini menghimpun sejarah, seperti monumen warisan yang berhasil dilestarikan, sekaligus berinovasi dalam memadukan berbagai aspek seni masa ini. Chateau, benteng dan menara kini telah diubah menjadi Museum Seni Modern, Museum Sejarah dan Arkeologi yang megah beserta museum kerajinan tradisional dan budaya lokal.

elle indonesia - french riviera

Di masa lampau, penulis Amerika, Ernest Hemingway dan F. Scott Fitzgerald menjadikan kota ini destinasi favorit yang kemudian membuka jalan bagi para pemuda internasional untuk ikut serta mencari kesenangan. Populer lewat barisan restoran dan kafe, kelab malam dan kasino, area resor tepi laut ini menghimpun budaya dinamis, buktinya lebih dari 40 tahun kota ini telah menyambut para musisi dunia seperti John Coltrane, Miles Davis, dan Louis Armstrong yang datang untuk menyemarakkan pagelaran festival jazz legendaris, Jazz à Juan. Selain itu, kota ini pun terkenal sebagai resor kesehatan dan spa, sekaligus kota dengan pelabuhan kapal pesiar terbesar di Eropa, yaitu Pelabuhan Vauban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.