Laura Dern Menemukan Akting Paling Kuat Saat Perankan Seorang Ibu

laura dern exclusive interview elle indonesia january 2020 - photography thom kerr - styling cheryl tan

Tiga dekade Laura Dern membangun nama besarnya di layar lebar dan layar kaca lewat berbagai pilihan karakter eksentrik. Namun, peran ibu merupakan karakter yang terbaik untuknya.

Laura Dern memulai lebih awal. Ia menyadari hasrat untuk menjadi seorang aktris saat masih berusia tujuh tahun, dan kini membuktikan diri sebagai salah satu sosok Hollywood paling memesona selama 35 tahun kariernya di dunia akting. Dern merangkul sepenuh hati segala peran yang pernah ia mainkan di lebih dari 50 film, memilih beragam karakter perempuan yang jauh dari konvensional, dan telah bekerja bersama para sutradara besar seperti Martin Scorsese, David Lynch, Steven Spielberg, Clint Eastwood, dan banyak lagi.

Ia memiliki kharisma yang khas dan tidak mudah untuk dikategorikan. Ia mengagumi pilihan-pilihan karakter yang merefleksikan para perempuan yang menggerakkan hidup lewat kemarahan, keagresifan, keputus-asaan, atau kerapuhan. Jauh dari sosok perempuan tipikal. Di tahun 2010, ia mendapat sebuah bintang di barisan gemerlap Hollywood Walk of Fame. Dan di tahun 2018, ia memenangkan sebuah piala Golden Globes untuk perannya sebagai Renata Klein di serial televisi Big Little Lies.

laura dern exclusive interview elle indonesia january 2020 - photography thom kerr - styling cheryl tan
Busana: BALENCIAGA (playsuit dan aksesori: anting dan gelang)

Film Jurassic Park yang 26 tahun silam merajai box office, menjadi satu dari begitu banyak film yang mempersilahkan penonton dunia untuk mengenal sosok Dern lebih dekat. Berperan sebagai Ellie Sattler, figur memesona lewat keberanian dan ketangkasannya. Di tahun 2021 mendatang, ia akan kembali menghidupkan peran epik tersebut di film Jurassic World 3.

Namun belakangan ini, Dern, yang merupakan seorang ibu dari dua orang anaknya yaitu, Ellery (17) dan Jaya (14), membiarkan naluri keibuannya berkembang menjadi serangkaian sosok matriarki tangguh lewat sejumlah perannya sebagai ibu. Baru-baru ini ia terlibat dalam pembuatan ulang film Little Women yang rilis di bulan Desember 2019 dan meraih dua nominasi Golden Globes, di mana ia bermain sebagai seorang ibu untuk perempuan-perempuan kuat.

Di film Little Women, ada adegan di mana Saoirse meneriakkan bahwa ia muak dengan istilah perempuan hanya cocok untuk memenuhi arti cinta. Hal ini cukup menarik karena Louisa May Alcott merilis buku tersebut di tahun 1868 namun perihal topik tersebut masih beresonansi hingga hari ini.
“Sangat. Louisa membahas bagaimana seharusnya menjadi seorang perempuan. Ia menganalisa hubungan antara perempuan dengan seni, perempuan dengan kekuasaan, perempuan yang tengah jatuh cinta, dan bagaimana keberadaan uang serta kekurangan uang mampu mengendalikan perempuan dari menjadi seorang seniman, penyair, atau membungkamnya dari kemampuan mengambil keputusan. Di zaman itu, perempuan menikah karena uang yang membuktikan bahwa dengan kebebasan finansial, mereka mampu membuat lebih banyak pilihan.”

laura dern exclusive interview elle indonesia january 2020 - photography thom kerr - styling cheryl tan
Busana: NICOLE + FELICIA COUTURE (jumpsuit), STUART WEITZMAN (sepatu), TIFFANY & CO. (anting dan kalung).

Anda juga memiliki seorang anak perempuan. Bagaimana cara Anda membesarkannya dengan segala stigma di masyarakat?
“Ia memiliki aspirasi yang dahsyat. Saya memang selalu mendorongnya untuk menggunakan ‘suara’nya. Ia baru berusia 14 tahun dan telah menjadi seorang aktivis. Ia adalah seorang aktivis melawan hak bebas kepemilikan senjata api dan sangat peduli pada topik tersebut. Sesungguhnya saya yang berguru padanya. Saya berharap sebagai ibu saya bisa mengajarinya, namun kenyataannya, ia yang mengajari saya. Terus terang, ia dan teman-temannya mengajari saya untuk tidak takut menjadi marah. Karena, mereka tidak tumbuh dewasa dengan pola pikir yang mengatakan bahwa mereka beruntung, namun generasi mereka merasa bahwa mereka layak. Jadi, ketika seseorang tidak mengikutsertakan keberadaan mereka, seketika mereka akan marah dan menuntut. Mereka tidak percaya bahwa orang lain mampu atau memiliki hak untuk menentukan jati diri ataupun memberi cap pada individu lainnya. Mereka akan sangat marah bila itu terjadi. Sebuah generasi yang sangat berbeda dengan generasi saya.”

Dari sekian banyak peran, apakah ada karakter yang begitu berpengaruh hingga memberi dampak pada kehidupan Anda?
“Tentu saja. Maksudnya, bukan berarti sifat saya bertransformasi menjadi karakter tersebut di kehidupan nyata, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa saya memainkan peran itu selama kurang lebih 18 jam setiap harinya. Misalnya seperti ini, Renata Klein (Big Little Lies) adalah sosok karakter paling seru yang pernah saya mainkan, tapi juga yang paling melelahkan. Sesungguhnya saya tidak suka ‘membawanya’ pulang ke rumah. Tapi nyatanya saat pulang, anak-anak saya pasti berkomentar ‘Ibu tampak sangat lelah.’ Bagaimana tidak? Saya baru saja tuntas memukul seluruh ruangan bertubi-tubi dengan sebuah pemukul bisbol sebagai adegan penutup dari sesi syuting sepanjang 17 jam lamanya. Di situlah saya mulai merasakan ‘keberadaannya’.”

laura dern exclusive interview elle indonesia january 2020 - photography thom kerr - styling cheryl tan
Busana: MAX MARA (mantel, atasan, dan celana), SIMONE PERELE (bra), TIFFANY & CO. (anting dan kalung).

Serial televisi Big Little Lies berbicara tentang mom-shaming. Tentang perlakuan laki-laki terhadap perempuan, perlakuan perempuan satu sama lain, dan perlakuan perempuan terhadap diri mereka sendiri. Apa pendapat Anda sebagai seorang ibu?
“Saya mengagumi figur ibu. Saya belajar setiap hari lewat peran para ibu. Menjadi ibu adalah sebuah berkat yang luar biasa. Dan untuk bisa memainkan berbagai karakter ibu di sejumlah film pun menjadi berkat tersendiri bagi saya karena membuat saya memahami cara menjadi individu yang penuh empati sekaligus belajar untuk menjadi pendengar yang baik. Bagaimana cara membesarkan anakanak yang penuh empati, karena itu adalah hal utama bagi kita sebagai seorang ibu.”

Anda akan membintangi film Jurassic World 3. Setelah 26 tahun, bergabung kembali dengan para pemeran lainnya dan menghidupkan kembali peran Ellie Sattler, bagaimana perasaan Anda? Apakah hal ini sudah lama direncanakan?
“Tidak. Kami mulai berbincang tentang ide ini sekitar satu tahun silam dan kini tim tengah mengerjakan sebuah skrip yang saya sendiri belum lihat. Saya sangat menantikan hal itu terjadi. Sangat luar biasa kami semua bisa bekerja lagi bersama-sama.

laura dern cover elle indonesia january 2020

Baca artikel selengkapnya wawancara eksklusif Laura Dern dalam edisi ELLE Indonesia Januari 2020.

photography THOM KERR styling CHERYL TAN makeup PATI DUBROFF @ FORWARD ARTISTS hair KYLEE HEATH @ SWA manicure LISA JACHNO @ OPUS BEAUTY assistant stylist CLAUDIA AVILLA photo assistant RICHARD KNICKERBOCKER production CAROLINA TAKAGI @ PINK PRODUCTION INC production assistant TAYLOR SILK video BROOKE JAMES digital operator MATTEO DALLA CHIESA location C/O WENDY PARK OF WENDY PARK DESIGNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.