Reza Rahadian Alih Peran Jadi Sutradara Lewat Miniseri ‘Sementara, Selamanya’

reza rahadian interview elle indonesia agustus 2019 - photography vicky tanzil - styling ismelya muntu

Tidak hanya tampil memerankan tokoh utama laki-laki, Reza Rahadian juga menduduki bangku sutradara untuk miniseri ‘Sementara, Selamanya’.

Reza Rahadian melanjutkan kiprahnya di ranah sinema sebagai sutradara. Karya perdananya tampil lewat miniseri berjudul Sementara, Selamanya yang segera rilis melalui aplikasi streaming Vidio mulai 6 Juni 2020.

Terdiri atas 6 episode, Sementara, Selamanya berkisah tentang Saka (diperankan Reza Rahadian) dan Zara (diperankan Laura Basuki), sepasang suami istri yang hidupnya terpisah sementara karena Zara bertugas sebagai dokter yang menangani pasien Covid-19. Komunikasi lewat video call menjadi satu-satunya ‘penyelamat’ dalam pernikahan keduanya. Melalui percakapan Saka dan Zara, penonton dibawa menelusuri perjalanan hubungan mereka. Mulai dari kisah awal pertemuan hingga titik di mana sebuah rahasia besar terbongkar.

reza rahadian interview elle indonesia agustus 2019 - photography vicky tanzil - styling ismelya muntu

Menjalani hidup dan pernikahan secara terpisah nyatanya tidak semudah yang mereka bayangkan. Satu problem muncul yang kemudian membuat Saka dan Zara mempertanyakan apakah perpisahan ini hanya untuk sementara atau menjadi selamanya. 

Miniseri bergenre drama romansa ini dibintangi oleh Reza Rahadian, Laura Basuki, Christine Hakim, dan Ruth Marini. Naskah cerita ditulis oleh Ika Natassa, sementara penata musik ditangani oleh Ifa Fachir. 

“Saya melihat bahwa sebenarnya hidup kita merupakan jalinan kisah, peristiwa, keputusan, dan perasaan yang kita alami masing-masing. Dan ada hal-hal dalam hidup yang sifatnya sementara dan ada yang sifatnya selamanya. Ada yang tadinya hanya sementara, lalu menjadi selamanya. Ada yang kita rasa bisa selamanya, ternyata hanya bisa sementara. Di kondisi saat ini, manusia berada di antara kedua kondisi tersebut. Saya menangkap perasaan ‘sementara atau selamanya’ dalam hubungan sepasang suami istri. Bagaimana mereka menghadapi pernikahan di tengah situasi pandemi,” ujar Ika Natassa. 

Miniseri Sementara, Selamanya berawal dari obrolan kasual Ika Natassa dan Reza Rahadian yang sama-sama ingin terus berkarya di tengah masa pandemi Covid-19. “Sambil bergurau, Reza menantangku untuk menuliskan sebuah cerita yang bisa syuting dari rumah. Tiba-tiba saja mengalir ide cerita, kutuangkan dalam naskah skenario, lantas kuberikan ke Reza,” ujar Ika Natassa dalam press conference virtual, Jumat 29 Mei silam. 

Syuting film diselesaikan dalam waktu tiga hari. Menurut Reza Rahadian, naskah yang ditulis Ika amat relevan dengan kondisi saat ini dan memiliki kedekatan emosional tersendiri.

sementara selamanya - reza rahardian - laura basuki

“Kisah ini merupakan luapan perasaan dalam kesendirian. Tentang ruang-ruang kosong dan kehidupan yang tidak seperti biasanya. Karya ini berbicara tentang hubungan, mengenai jarak, soal adaptasi, hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kisah ini mungkin mewakili perasaan orang-orang di luar sana ketika mereka harus masuk ke sebuah ruang baru dengan kebiasaan-kebiasaan baru, di mana jarak kita dengan orang-orang terkasih terasa semakin jauh,” ucap Reza Rahadian dalam press conference virtual tersebut.

Pandemi Covid-19 berdampak pada beberapa sektor, termasuk industri perfilman Indonesia dengan banyaknya penghentian produksi dan penayangan film. Para pelaku di industri ini dituntut untuk tetap kreatif dalam menghadapi sejumlah tantangan untuk menyiapkan produksi film ataupun serial.

sementara selamanya - reza rahardian - laura basuki

Lewat miniseri Sementara, Selamanya, yang digarap di tengah pandemi tanpa mengesampingkan aturan-aturan kesehatanm Reza Rahadian berharap karya ini bisa memicu kreativitas para pelaku industri perfilman untuk terus berkarya secara positif.

“Saat ini kita belum bisa berbicara mengenai berapa angka jumlah penontonnya. Spiritnya adalah mudah-mudahan karya ini bisa memberikan satu harapan baru di tengah situasi pandemi yang kita semua enggak tahu sampai kapan ini berlangsung. Saya juga berharap karya ini bisa menyentuh perasaan para penonton lewat platform yang berbeda. Mudah-mudahan meski menyaksikannya di medium yang berbeda, penonton tetap bisa merasakan emosi-emosi yang disajikan setiap tokoh lewat cerita Sementara, Selamanya,” ujar Reza Rahadian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.