Semangat Ramah Lingkungan Gisele Bündchen

Bersama suaminya, Tom Brady, Gisele Bündchen menanamkan semangat ramah lingkungan dalam mendidik anak-anak mereka sehari-hari.

Sebelum menjadi model paling berpengaruh di dunia, Bündchen dibesarkan di Brasil di dalam keluarga yang sadar lingkungan. Akun Instagramnya adalah ekosistem itu sendiri, dan ia menjadikan gerakan keberlanjutan dan pelestarian lingkungan terlihat sangat seksi. Bersama suaminya, Tom Brady, semangat ramah lingkungan mereka tanamkan dalam mendidik anak-anak mereka sehari-hari, seperti memelihara lebah dan membuat kompos yang senantiasa tercantum dalam agenda kegiatan keluarga mereka.

Apa yang mendorong Anda terlibat pertama kali dengan organisasi lingkungan?

“Saya selalu merasakan hubungan yang mendalam dengan alam. Namun baru pada perjalanan pertama saya ke hutan hujan Amazon di tahun 2004 silam saya lalu berkomitmen penuh untuk melakukan segala kemampuan saya untuk membantu menyelamatkan lingkungan. Kala itu saya menghabiskan waktu dengan masyarakat adat setempat dan melihat secara langsung penderitaan mereka akibat dari dampak perusakan hutan dan sumber dayanya. Pengalaman itu membangkitkan jiwa saya, dan menjadi salah satu momen terpenting dalam hidup saya. Sejak saat itu, saya menggunakan segala kemampuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan sumber daya alam dan mengajak orang-orang untuk hidup selaras berdampingan dengan alam. Lagi pula, tanpa alam, tidak seorang pun dari kita mampu bertahan hidup.”

photo courtesy Gisele Bündchen via Instagram.com/@gisele

Apa tujuan organisasi dan proyek Anda saat ini?

“Saat ini saya bekerja sama dengan UNEP untuk membawa perhatian orang-orang pada agenda lingkungan dan menindaklanjuti sebuah inisiatif yang saya lakukan untuk ulang tahun ke-40, setahun silam, yaitu menanam pohon sebanyak-banyaknya di wilayah Amazon—sudah tertanam sebanyak 260 ribu pohon! Selain itu, saya selalu fokus pada tujuan utama saya yaitu membantu menciptakan dampak positif di dunia, di mana pun saya bisa.”

photo courtesy Gisele Bündchen via Instagram.com/@gisele

Hal terburuk apa yang pernah Anda saksikan?

“Kebakaran. Menghancurkan semua yang ada di lingkungan, tidak hanya pohon dan hewan, tapi juga keanekaragaman hayati di sekitarnya. Sungguh memilukan.”

Bagaimana dengan hal terbaik?

“Harapan ada di mana-mana. Ada banyak orang yang bekerja keras menggagas beragam inisiatif dan memberikan solusi untuk sejumlah tantangan yang tengah kita hadapi. Saya mengalami ini secara pribadi bersama Agua Limpa Project di wilayah Brasil tempat saya dibesarkan. Setelah area tepi sungai kami hutankan kembali, seluruh ekosistem berubah menjadi lebih baik. Kualitas air meningkat, hewan- hewan kembali menghuni koridor ekologi, dan keanekaragaman hayati pun meningkat. Ini adalah bukti kekuatan alam yang luar biasa, juga sebagai pengingat bahwa ketika Anda memberi bantuan, alam akan membalas dan berkembang.”

Menurut Anda, bagaimana percakapan terkait isu lingkungan dapat berubah dalam beberapa tahun terakhir?

“Saat ini masyarakat jauh lebih terlibat dan menyadari pentingnya isu lingkungan. Semakin banyak orang memahami dampak lingkungan terhadap hidup kita, dan menyadari bahwa kita perlu bekerja sama untuk melestarikan sumber daya alam yang sangat terbatas ini.”

photo courtesy Gisele Bündchen via Instagram.com/@gisele

Semisal Anda menjadi ‘Presiden Bumi’, hukum atau perubahan apa yang akan Anda lakukan untuk membuat planet ini menjadi tempat tinggal yang lebih baik?

“Pertama, semua perusahaan akan diberi tanggung jawab untuk memproduksi produk dengan cara yang paling berkelanjutan dan etis. Mereka juga akan bertanggung jawab untuk sistem logistik terbalik, misalnya, membuang limbah dengan benar setelah siklus hidup produk berakhir. Perusahaan yang memiliki dampak terukur paling positif di masyarakat, akan memenuhi syarat untuk mendapatkan manfaat pajak dan kredit. Sedangkan perusahaan yang tertinggal akan dikenakan pajak yang lebih tinggi. Meditasi, dan prosedur lain yang memungkinkan kita untuk mengenal diri lebih dalam, akan diajarkan di sekolah—di samping kursus yang berfokus pada masalah sosial dan lingkungan. Dengan begitu, setiap orang akan tumbuh mawas diri akan dampak dari pilihan mereka terhadap kehidupan orang lain dan planet kita bersama. Anak-anak dan remaja akan menghabiskan lebih banyak waktu di alam, untuk membuat hubungan yang secara positif mengintegrasikan kesejahteraan sosial, fisik, dan emosional mereka. Hal ini akan membantu menciptakan karakter anak-anak yang lebih berempati, lebih bahagia, dan lebih sehat. Pada akhirnya, kolaborasi akan menjadi prinsip panduan. Kita lebih kuat ketika kita bekerja bersama untuk kepentingan bersama. Dan semakin kita terhubung atau selaras dengan alam, semakin pula kita terhubung dengan diri kita sendiri.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.