Susi Pudjiastuti: Gigih Menjaga Laut & Perikanan Demi Kedaulatan Bangsa

Berbincang dengan sosok perempuan inspiratif, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Susi Pudjiastuti menjadi salah satu menteri perempuan yang segera menarik perhatian tak lama setelah dilantik. Bukan hanya prestasi, namun penampilan dan sikapnya menjadi magnet bagi kebanyakan orang. Ia menampilkan dirinya sebagai pejabat negara yang tampil apa adanya, seolah tak berjarak dengan masyarakat. Sebelumnya, perempuan kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 ini merupakan nakhoda bagi dua perusahaannya: PT ASI Pudjiastuti Marine Product (bisnis hasil laut) serta PT ASI Pudjiastuti Aviation (bisnis pesawat perintis). Ia juga mendirikan PT ASI Pudjiastuti Geosurvey dan PT ASI Pudjiastuti Flying School.

Ia menjabat sebagai Menteri di Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), di bawah kabinet kerja Presiden Joko Widodo periode tahun 2014 – 2019. Susi mengawali kepemimpinannya dengan menerjemahkan tiga visi Presiden ke dalam tiga pilar: kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan dalam rangka mewujudkan laut sebagai masa depan bangsa Indonesia. Kegigihannya dalam memberantas ‘Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing’ (IUUF) di Indonesia telah mendapat apresiasi, di dalam negeri sekaligus pada skala internasional. Kiprahnya turut menghasilkan berbagai penghargaan: Peter Benchley Ocean Awards 2017 (penghargaan maritim tertinggi dunia yang diberikan atas visi dan kebijakan pembangunan ekonomi dan konservasi laut di Indonesia), Inspirational Public Figure of The Year dalam acara Public Relations Award and Summit oleh Union of Press Company (2016), nominasi Woman In Asia 50 Most Influential oleh theconnect-series.com (2018), Leaders for Living Planet Award oleh World Wide Fund (2016), dan lainnya. Kepiawaian Susi juga menjadikannya dipercaya menjadi pembicara pada berbagai kuliah umum di beberapa universitas: Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Indonesia, Harvard Kennedy School di Boston, dan Norwegian Institute of International Affairs di Oslo, Norwegia. Seluruh pencapaian impresif yang tak mengubah kehangatan pribadinya.

Susi Pudjiastuti menerima ELLE Indonesia di rumah dinasnya. Pagi hari, sebelum ia melakukan sederet aktivitasnya.

Apa fungsi Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia?

“Kami menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kelautan dan perikanan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan. Kami menjaga kedaulatan laut Indonesia melalui berbagai fungsi. mengelola keanekeragaman hayati laut, pesisir dan pulaupulau kecil, dan perikanan tangkap dan budidaya. KKP juga berupaya meningkatkan keberlanjutan usaha kelautan dan perikanan, serta mengawasi pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. Selain itu turut memberdayakan dan membuat peraturan-peraturan yang mampu menunjang kesejahteraan masyarakat, para nelayan, serta pelaku budidaya produk kelautan dan perikanan.”

Berbagai kebijakan Anda mencuri perhatian publik. Yang paling terkenal yakni penenggelaman kapal ilegal yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Apa sesungguhnya tekad Anda?

“Soal aksi penenggelaman kapal, kami mengeksekusi perintah Presiden. Beliau memiliki misi hendak menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan membangkitkan budaya maritim di Indonesia. Negara Indonesia harus menjadi pusat serta tolok ukur dari segala kegiatan ekonomi dalam bidang kelautan. Indonesia ingin menjadikan lautnya sebagai masa depan bangsa. Maka dari itu, KKP mengawal visi dan misi Pak Presiden dalam tiga pilar, yakni kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan. Masyarakat Indonesia sepatutnya menyadari bahwa 2/3 wilayah Indonesia ialah perairan dan kelautan menjadi salah satu faktor penentu masa depan bangsa.”

Kebijakan penenggelaman kapal pencuri menjadi identik dengan Anda. Meski sebetulnya Anda tengah melaksanakan Undang – Undang Perikanan No. 45 Tahun 2009. Sehingga ‘penenggelaman’ sebetulnya bukan lah ide baru. Lantas apakah gagasan-gagasan terkini atas kebijakan tersebut?

“Betul, sebetulnya penenggelaman itu merupakan eksekusi keputusan pengadilan dalam bentuk Undang-Undang Perikanan No. 45 Tahun 2009. Saya sendiri tidak mengerti mengapa ini menjadi identik dengan saya. Mungkin dulu tidak dijalankan, tetapi sekarang Pak Presiden secara tegas meminta saya agar menjalankan undang-undang ini. Pemerintah juga hendak memunculkan efek jera. Sebetulnya, kami mempublikasikan aksi penenggelaman serta menciptakan situasi mengerikan. Sebetulnya sih kapal itu meledak dan tenggelam dalam kondisi utuh, tidak hancur berkeping-keping. Selain itu, KKP hanya menenggelamkan kapal kayu dan kapal besi. Sedangkan kapal fiber haruslah dibakar supaya tidak tenggelam lalu merusak kehidupan bawah laut.”

Dalam hal kebijakan, poin-poin apa yang mesti diperkuat agar kekayaan laut dan perikanan Indonesia bisa sebesar-besarnya dimanfaatkan bangsa Indonesia?

“Yang menyedihkan ialah masih banyak terjadi perusakan batu karang dan menangkap ikan dengan cara-cara yang merusak kehidupan bawah laut. Misalnya memakai alat peledak dan potasium. Saya juga lihat masih marak terjadi pengambilan kepiting dan lobster yang sedang bertelur. Satu kepiting itu bisa menghasilan ribuan kepiting lainnya. Biarkan mereka lepas di laut, sebab bukan tugas kita untuk membesarkan mereka. Kita juga harus mengurangi perdagangan ikan-ikan pari manta dan beberapa jenis ikan hiu. Jika diambil melulu, bisa-bisa semuanya punah. Selain itu juga mengembangkan budidaya rumput laut, lepas pantai, dan air tawar. Yang juga penting ialah kampanye ‘gemar makan ikan’. Karena saya identik dengan kata ‘tenggelamkan’, ya sudah, mereka yang tidak makan ikan maka saya tenggelamkan! Hahaha….

Ancaman laut itu bermacam-macam: illegal fishing, destructing fishing, serta pemakaian plastik yang berdampak pada laut. Indonesia ada di peringkat nomor dua dunia sebagai penyumbang sampah laut terbesar. Jika terus terjadi, tahun 2030 laut Indonesia isinya lebih banyak plastik daripada ikan. Bukan hanya mengotori, tapi sampah plastik itu mematikan banyak ikan-ikan hiu dan paus yang menelan plastik. Yang paling gawat, plastik baru bisa terurai setelah 450 tahun! Jika meminta pemerintah bikin peraturan, biasanya ada banyak pertimbangan. Karena itu, saya anjurkan kita semua mengurangi pemakaian sedotan plastik, kantong plastik, dan botol air minum kemasan plastik. Pelihara kebiasaan bawa kantong belanja yang bisa dipakai berulang, usahakan tidak beli makanan yang dikemas plastik, serta kurangi pemakaian sedotan plastik. Kalian yang senang diving coba lihat saat menyelam. Hingga kedalaman 3-4 mil masih ada banyak sekali sampah plastik.

Karena kecintaan pada laut, saya mendirikan organisasi berbasis komunitas yakni Pandu Laut Nusantara. Bersama 200 komunitas, kami memperjuangkan kelestarian alam bawah laut beserta isinya dengan cara memastikan tak ada lagi yang pakai alat peledak dan potas. Mulai dari komunitas penyelam, penggiat anti sampah plastik, dan musisi-musisi pencinta laut
Indonesia. Masyarakat juga bisa melapor jika mengetahui ada aksi illegal fishing.”

Seberapa sulit menerapkan semua kebijakan dan kampanye ini?

“Tidak mudah mengubah perilaku dan kebiasaan. Kita terbiasa memakai plastik sampai-sampai tak sadar bahwa perlu ratusan tahun untuk mengurai sampah yang kita pakai. Dalam usaha mengubah diri, kita akan menemukan banyak kritik di kanan dan kiri. Konsisten dan disiplin jadi kuncinya. Bahkan jika tidak jadi menteri pun, saya tetap bersuara dan berkampanye soal bahaya sampah plastik.”

Salah satu tugas Anda yakni menjaga kelautan Indonesia. Sesuatu yang kerap kali ‘taken for granted’ bagi sebagian orang. Pada perspektif Anda, seberapa penting kelautan bagi rakyat dan bangsa Indonesia? 

“Sebagian besar perbatasan Negara Indonesia ialah laut. Sumber daya minyak dan hutan nyaris menipis. Dan laut menjadi salah satu sumber daya yang mampu diperbaharui. Ikan itu kalau tak ditangkap selama seminggu, bisa semakin banyak jumlahnya. Dari laut, bangsa ini hidup dengan sumber daya tak terbatas. Maka menjaga laut merupakan bentuk menjaga kedaulatan Negara Indonesia.” Apa langkah Anda selanjutnya? “Hidup ialah misteri. Tak bisa ditebak arahnya meskipun kita mampu berencana. Dalam situasi tertentu, ada ketentuan dari Yang Maha Kuasa pada apa yang terjadi. Jika nantinya saya melangkah ke posisi lain, saya menganggapnya sebagai panggilan negara sekaligus panggilan Yang Maha Kuasa, bukan karena ambisi.”

Anda diidolakan banyak orang. Tidak sedikit perempuan ingin seperti Anda, paling tidak dalam hal kesuksesan. Apa pesan Anda?

“Liberate your mind. Bebaskan ‘isi kepala’ dari pikiranpikiran yang mengekang. Misalnya, ‘Karena saya perempuan, saya tidak bisa begini dan tak boleh begitu’. Lepaskan diri dari ketakutan dan kekhawatiran. Inilah yang disebut kebebasan. Jika terlalu banyak batasan, maka sulit bagi perempuan untuk berkarya dan berkembang. Saya sendiri tidak pernah memikirkan soal diskriminasi serta apapun yang membuat perempuan dan laki-laki berbeda. Terus saja bekerja dan berkarya. Kalau kita terus-menerus memikirkan kelemahan-kelemahan, artinya kita mendiskriminasi diri sendiri. Yang tak kalah penting yakni cintai diri sendiri dengan selalu bahagia. Apa yang bisa Anda lakukan jika hati tak bahagia? Perempuan harus selalu memelihara energi positif. Mau berdandan secantik apapun, Anda tak pernah merasa cukup tanpa rasa senang di hati. Ingat ya, cantik itu bukan soal punya kulit putih dan hidung mancung. Cantik artinya bahagia dengan diri sendiri. Dan perasaan seperti ini otomatis membuat perempuan terlihat menarik.”

 

styling ISMELYA MUNTU keseluruhan busana Dior photography ADVAN MATTHEW

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *