6 Destinasi dengan Opsi Wine Bar Terbaik

Paradox Wine & Cheese Bar

Pilihan wine bar untuk menyesap minuman anggur dengan rasa otentik saat berpelesir.

Tradisional dan tak lekang zaman, begitu sekiranya sifat rasa wine. Kehadiran minuman hasil fermentasi anggur ini sudah sejak berabad-abad silam. Namun, perannya sebagai pemeriah suasana tidak pernah tergerus waktu. Kami selidiki wine bar di enam negara untuk agenda berpelesir Anda.

Paradox Wine & Cheese Bar (Split, Kroasia)

Tak ada yang istimewa dari Split, sebuah kota pelabuhan di Dalmatia, Kroasia. Setidaknya, tidak sampai satu dekade belakangan. Kota yang sebelumnya dikenal turis hanya sebagai ‘dermaga’ untuk menyebrang ke pulau-pulau wisata di sekitarnya itu telah bertransformasi menjadi destinasi populer berbalut sejarah, kultur modern, dan kaya kuliner.

Di kota ini, Anda bisa temukan Paradox Wine & Cheese Bar yang memiliki lebih dari 120 label wine lokal khas Dalmatia dan Kroasia serta rangkaian koleksi wine berusia tua dari seluruh dunia. Sejak dibuka oleh Zoran Pejović and Marko Sučić pada 2012 silam, Paradox Wine & Cheese Bar telah sukses memampankan diri sebagai pelopor budaya minum anggur dan kuliner gastronomi dalam kultur sosial di Split.

Lokasinya terletak di pusat hiruk-pikuk Jalan Ban Josip Jelačić. Fasad berwajah natural terbuat dari bebatuan dengan jendela-jendela berkanopi menjadi tandanya. Pengunjung bisa memilih tempat duduk favoritnya; di ruang makan lantai bawah yang bernuansa modern rustic dan digandeng bar, atau di rooftop dalam atmosfer Mediterania diiringi penampilan musisi sambil memandang panorama kota jika lebih senang suasana udara terbuka.

Untuk menemani Anda menyesap wine lebih nikmat, Paradox Wine & Cheese Bar menyajikan aneka hidangan gastronomy nan lezat. Mulai dari keju kaya pilihan jenis, bakery, pastry, hingga menu olahan laut yang segar.

Port 9 (Reykjavík, Islandia)

Singgah di Port 9 dari pukul tujuh hingga pukul sembilan lebih tiga puluh menit pada pagi hari, pengunjung akan dijamu sarapan yang nyaman; roti homemade, salmon asap, granola, yoghurt, serta aneka buah segar. Lewat dari itu, Port 9 menutup pintu bagi tamu dan baru membukanya kembali mulai pukul lima sore.

Di jam operasional keduanya, Port 9 berubah wajah menjadi bar dengan wine sebagai suguhan utama. Koleksi wine milik bar yang bermukim di Ibu Kota Islandia ini cukup ekstensif. Selain menyimpan label-label berkualitas mancanegara, Port 9 juga banyak mengeksplor wine produksi lokal. Sebagai pengiring minum, kudapan cita rasa Mediterania siap menyemarakkan suasana.

Jeff’s Cellar (Ipoh, Malaysia)

Jeff’s Cellar yang lokasinya tersembunyi di The Banjaran Hotsprings Retreat didaulat sebagai salah satu dari lima bar paling eklektik di seluruh dunia oleh CNN Greece. Arsitekturnya merupakan bentuk natural gua kapur berumur ratusan tahun. Tekstur stalaktit yang alami serta aliran air selayaknya sungai kecil bawah tanah praktis menjadi aksentuasi megah plus unik dalam interiornya. Suasana magis nan romantis hidup dalam pencahayaan lembut yang redup.

Berkunjung ke Jeff’s Cellar seolah pergi ke negeri imajiner, fenomenal. Dalam ruangan yang menawan mata, sebuah gudang penyimpanan wine dialokasi dalam tatanan kreatif, di mana botol-botol wine disusun dalam rak-rak kayu atau tertanam dalam lubang pada dinding. Di tempat ini, Jeff’s Cellar menyimpan koleksi wine organik dan berjenis langka untuk pilihan terbaik Anda.

Anatidote (London, England)

Bersemayam di jantung distrik SoHo, kawasan paling ramai di sisi barat London, Antidote adalah tempat hangout yang harmoni dengan gegap gempita kehidupan sekitarnya. Bangunannya menempati posisi hook dan ditandai sederetan jendela kaca transparan plus pintu warna biru cerah khas Notting Hill. Pintu ini menjadi jalan masuk Anda untuk membebaskan pikiran lewat santapan bersama sesapan wine organik.

Koleksi wine dalam buku menu Antidote menyusun label-label berkualitas dari seluruh negara dunia, mayoritas diisi oleh wine khas Prancis, dan berfokus pada produk wine olahan biodinamik yang tidak menggunakan bahan kimia. Dalam menjalankan prinsip tersebut, Antidote bekerja sama dengan petani kecil yang berkebun anggur tanpa campuran pupuk kimia, pestisida atau herbisida. Proses fermentasinya pun dibuat dengan ragi asli, tanpa tambahan aditif buatan.

Selain koleksi wine yang masif, konten makanan Antidote juga menjadi daya tarik untuk orang-orang berkunjung. Tidak heran, kinerja dapurnya berada di bawah pengawasan Mikael Jonsson, seorang chef-patron yang juga mengomandani restoran Hedone yang berbintang Michelin.

Manfreds (Copenhagen, Denmark)

Lupakan tentang varietas anggur, asal negara produksi, dan pilihan jenis klasik. Di Manfreds, Anda tidak sekadar menyesap wine yang familiar di lidah serta penciuman untuk teman makan. Jenis wine yang ditawarkan beragam, mulai dari buah-buahan, injeksi floral, sarat mineral, bertekstur kental, cair, atau kering. Masing-masing memberikan pengalaman rasa baru dan menciptakan kepuasan lebih bagi indera dalam setiap teguknya.

Manfreds sejatinya adalah sebuah restoran dekat lahan pertanian organik, Farm of Ideas, di Lejre. Untuk itu, kenikmatan mencicip wine di Manfreds diimbangi dengan hidangan berbahan dasar sayuran dan daging merah yang diproses secara biodinamik.

KARTEL Wine Bar (Shanghai, Tiongkok)

Terletak di antara kawasan Former French Concession dan Kuil Jing’an, Kartel Wine Bar yang didirikan pada 2011 mendedikasikan diri sebagai destinasi hangout estetis bagi para pencinta wine serta ekspatriat di negeri tirai bambu. Bangunannya meliputi tiga tingkat dengan wajah interior modern dipadu sentuhan gaya vintage ala Prancis.

Dari ketiga lantainya, rooftop Kartel yang menyuguhkan pemandangan kota seluas 360 derajat menjadi pilihan area bersantai favorit para pengunjung. DJ set sesekali hadir untuk menghidupkan ingar-bingar. Setiap hari dari pukul enam hingga delapan malam merupakan rentang waktu happy hour.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *